UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Panah HukumJurnal Panah Hukum

Penggunaan sesuatu secara sewenang-wenang atau berlebihan untuk mendapatkan keuntungan finansial tanpa memperhatikan kesusilaan, keadilan, atau kompensasi bagi kesejahteraan anak dikenal dengan istilah eksploitasi. Pengadilan Negeri Slawi telah memeriksa dan mengadili beberapa tindak pidana eksploitasi anak, antara lain putusan Nomor 26/Pid.Sus/2017/PN.Slw. Pelaku dinyatakan bersalah melanggar Pasal 88 dan Pasal 76 I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan akibatnya mendapat hukuman satu tahun penjara. Ketertarikan penulis untuk meneliti Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Tindak Pidana Eksploitasi Anak (Studi Putusan Nomor 26/Pid.Sus/2017/PN.Slw) bermula dari konteks sejarah permasalahan. Penalaran deduktif digunakan untuk sampai pada kesimpulan dari analisis data deskriptif kualitatif. Dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hakim untuk menghukum pelaku tindak pidana di putusan nomor 26/Pid.Sus/2017/PN.Slw tidak adil.

Penelitian ini menemukan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana eksploitasi anak pada putusan nomor 26/Pid.Hakim seharusnya mempertimbangkan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang karena lebih sesuai dengan fakta persidangan.Hukuman yang diberikan kepada pelaku dinilai terlalu ringan dan tidak memberikan efek jera, sehingga berpotensi menimbulkan kasus serupa di kemudian hari.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas penerapan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam kasus eksploitasi anak, khususnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum dan mencari solusi untuk meningkatkan efektivitasnya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis psikologis terhadap pelaku eksploitasi anak untuk memahami motivasi dan faktor-faktor yang mendorong mereka melakukan tindakan tersebut, sehingga dapat dirumuskan program rehabilitasi yang lebih efektif. Terakhir, perlu dilakukan penelitian mengenai peran serta masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kasus eksploitasi anak, termasuk evaluasi terhadap efektivitas program-program yang telah berjalan dan identifikasi kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi.

  1. Relationship Student Learning Interest To The Learning Outcomes Of Natural Sciences | International Journal... doi.org/10.51601/ijersc.v4i2.614Relationship Student Learning Interest To The Learning Outcomes Of Natural Sciences International Journal doi 10 51601 ijersc v4i2 614
Read online
File size378.58 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test