IPTSIPTS
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Talking stick pada peserta didik di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru pada tema 7 subtema 3. Jenis penelitian ini menggunakan PTK (Classroom Action Research). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 100670 Hutaimbaru yang berjumlah 20 orang sedangkan objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30% (kategori kurang) dan rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,8 di mana 3 peserta didik (15%) yang tuntas dan 17 peserta didik (85%) tidak tuntas. Selanjutnya siklus II menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 75% (kategori cukup) dan rata-rata 78,2 di mana 11 peserta didik (55%) tuntas dan 9 peserta didik (45%) tidak tuntas. Disimpulkan, hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 dapat ditingkatkan dengan penggunaan model Talking stick pada peserta didik kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku bagi kelas VI SDN 100670 Hutaimbaru.Penerapan model talking stick pada tema 7 subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku di kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru mengalami peningkatan hasil belajar terbukti dari nilai rata-rata observasi guru pada siklus I memperoleh skor akhir pembelajaran 67,30 dengan kriteria “Baik menjadi 75 dengan kriteria “Baik pada siklus II.Begitupun dengan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor akhir 63,45 dengan kriteria “Baikmenjadi 70 dengan kriteria “Baik pada siklus II.Meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilaksanakan dengan baik.Hal tersebut dapat terbukti dari nilai rata-rata kelas 66,8 % dengan kategori cukup dan pesentase yang tuntas 3 orang atau 15% dan yang tidak tuntas sebanyak 17 orang atau 85% dari 20 siswa meningkat pada siklus II pembelajaran tema 7 subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku rata-rata kelas 78,2% kategori tinggi yang tuntas 11 orang yang tidak tuntas 9 orang atau 45 %.
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, seperti model Talking Stick. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menerapkan model pembelajaran Talking Stick pada pembelajaran lainnya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Selain itu, penting bagi guru untuk berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan, serta meningkatkan mutu pendidikan sekolah.
| File size | 215.49 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
IPTSIPTS Disimpulkan, hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 dapat ditingkatkan dengan penggunaan model Talking stick pada peserta didik kelas IV SD Negeri 100670Disimpulkan, hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 dapat ditingkatkan dengan penggunaan model Talking stick pada peserta didik kelas IV SD Negeri 100670
IPTSIPTS Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran IPA materi Sumber Daya Alam di kelas IV SDN 105 Adianjior terbukti meningkatkan hasilPenerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran IPA materi Sumber Daya Alam di kelas IV SDN 105 Adianjior terbukti meningkatkan hasil
IPTSIPTS Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 pada subtema Suhu dan Kalor melalui Model Contextual Teaching andPenelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 pada subtema Suhu dan Kalor melalui Model Contextual Teaching and
IPTSIPTS Peningkatkan hasil belajar matematika materi bangun datar dan bangun ruang menggunakan model pembelajaran snowball throwing di kelas V SD Negeri 100670Peningkatkan hasil belajar matematika materi bangun datar dan bangun ruang menggunakan model pembelajaran snowball throwing di kelas V SD Negeri 100670
IPTSIPTS Usaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 70 kategori Baik. Artinya terdapat kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikanUsaha untuk belajar kelipatan dan faktor bilangan diperoleh nilai rata-rata 70 kategori Baik. Artinya terdapat kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan
IPTSIPTS Dari data hasil belajar yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapatDari data hasil belajar yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat
IPTSIPTS Pada awal observasi siswa yang tuntas sebanyak 8 orang atau 33,33% dan tidak tuntas sebanyak 16 orang atau (66,67%), setelah diberi perlakuan siklus IPada awal observasi siswa yang tuntas sebanyak 8 orang atau 33,33% dan tidak tuntas sebanyak 16 orang atau (66,67%), setelah diberi perlakuan siklus I
IPTSIPTS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4
Useful /
IPTSIPTS Hasil belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran Jigsaw di kelas IV SD Negeri No. 200402 Sabungan Jae, terbukti pada siklus I persentase 41,67 %Hasil belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran Jigsaw di kelas IV SD Negeri No. 200402 Sabungan Jae, terbukti pada siklus I persentase 41,67 %
IPTSIPTS Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPA kelasHal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPA kelas
IPTSIPTS Pada siklus II meningkat 85% aktivitas siswa dan 82,5% aktivitas guru. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus.Pada siklus II meningkat 85% aktivitas siswa dan 82,5% aktivitas guru. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus.
IPTSIPTS Nilai rata‑rata siswa diukur naik dari 79 pada siklus pertama menjadi 92 pada siklus kedua setelah penjelasan lebih detail. Penelitian menunjukkan bahwaNilai rata‑rata siswa diukur naik dari 79 pada siklus pertama menjadi 92 pada siklus kedua setelah penjelasan lebih detail. Penelitian menunjukkan bahwa