IPTSIPTS
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA materi Sumber Daya Alam dengan model pembelajaran Cooperative Learning di kelas IV SDN 105 Adianjior. Dari hasil analisis data, ditemukan peningkatan hasil belajar yang terbukti melalui siklus I mendapatkan nilai rata-rata 42,2 dengan kriteria “Kurang dan persentase yang tuntas sebanyak 6 atau 24% peserta didik, serta tidak tuntas sebanyak 19 atau 76% peserta didik. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 83,88 dengan kriteria “Baik dan persentase yang tuntas sebanyak 22 atau 88% peserta didik, dan tidak tuntas sebanyak 3 atau 12% peserta didik. Hal tersebut sudah mencapai target yang ditetapkan, dengan kriteria keberhasilan peserta didik 81‑90 sudah termasuk dalam “Baik pada siklus II.
Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran IPA materi Sumber Daya Alam di kelas IV SDN 105 Adianjior terbukti meningkatkan hasil belajar peserta didik, yang terlihat dari peningkatan nilai rata‑rata dan persentase ketuntasan.Siklus I menunjukkan nilai rata‑rata 42,2 dan ketuntasan 24%, sementara siklus II meningkatkan nilai rata‑rata menjadi 83,88 dan ketuntasan mencapai 88%.Kesimpulannya, Cooperative Learning berhasil menumbuhkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan performa belajar siswa.
Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan Cooperative Learning dengan membandingkan kinerja siswa secara longitudinal, sehingga peneliti dapat menilai keberlanjutan peningkatan hasil belajar. Selain itu, studi perbandingan antara model Cooperative Learning dan metode pembelajaran konvensional pada materi yang sama dapat memberikan bukti tambahan tentang efektivitas relatifnya. Selanjutnya, dapat diteliti pula peran teknologi digital dalam memfasilitasi kolaborasi kelompok, sehingga pengembangan platform interaktif yang mendukung diskusi dan presentasi kelompok dapat dioptimalkan untuk memperkuat hasil belajar siswa.
| File size | 257.12 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IPTSIPTS Nilai rata‑rata meningkat dari 66,8% pada siklus I menjadi 78,2% pada siklus II, serta persentase ketuntasan siswa naik dari 15% menjadi 55%. DenganNilai rata‑rata meningkat dari 66,8% pada siklus I menjadi 78,2% pada siklus II, serta persentase ketuntasan siswa naik dari 15% menjadi 55%. Dengan
IPTSIPTS Peningkatan ketuntasan belajar berkurang dari 65 % menjadi 15 % dan rata‑rata nilai meningkat signifikan. Dengan perbaikan siklus II, model CTL dapatPeningkatan ketuntasan belajar berkurang dari 65 % menjadi 15 % dan rata‑rata nilai meningkat signifikan. Dengan perbaikan siklus II, model CTL dapat
IPTSIPTS Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30% (kategoriTeknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30% (kategori
IPTSIPTS Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam II siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasiPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam II siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi
IPTSIPTS Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi aktivitas siswa danJenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi aktivitas siswa dan
IPTSIPTS Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 53,57% atau 15 orang siswa sudah mencapai KKM 46,42%Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 53,57% atau 15 orang siswa sudah mencapai KKM 46,42%
IPTSIPTS Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah observasi dan tes. Hasil Belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran snowball throwingInstrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah observasi dan tes. Hasil Belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran snowball throwing
IPTSIPTS Selain itu, penerapan model ini memberikan dampak positif terhadap ketuntasan belajar siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa STAD efektif dalam meningkatkanSelain itu, penerapan model ini memberikan dampak positif terhadap ketuntasan belajar siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa STAD efektif dalam meningkatkan
Useful /
UBBUBB Kepuasan pelanggan berperan media yang memengaruhi hubungan antara pengalaman merek dan nilai yang dirasakan dengan loyalitas pelanggan. Pengalaman merekKepuasan pelanggan berperan media yang memengaruhi hubungan antara pengalaman merek dan nilai yang dirasakan dengan loyalitas pelanggan. Pengalaman merek
IPTSIPTS Hasil belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran Jigsaw, terbukti pada siklus I persentase 41,67 % dan siklus II 83,33 %, sehingga peningkatanHasil belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran Jigsaw, terbukti pada siklus I persentase 41,67 % dan siklus II 83,33 %, sehingga peningkatan
IPTSIPTS Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 58,82% atau 10 orang siswa sudah mencapai KKM 41,17%Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 58,82% atau 10 orang siswa sudah mencapai KKM 41,17%
IPTSIPTS Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar materi Pemimpin di Sekitarku pada siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik.Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar materi Pemimpin di Sekitarku pada siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik.