FIP UNGFIP UNG
Jambura Journal of Educational ManagementJambura Journal of Educational ManagementPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indikator mengamati dan indikator mengklasifikasi/mengelompokkan pada keterampilan proses sains (KPS). Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 03 Pattalassang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini memiliki 45 responden. Adapun hasil penelitian diketahui hubungan antara indikator mengamati dan indikator mengelompokkan/mengklasifikasi berdasarkan uji korelasi ialah 0,120 dengan kategori sangat rendah.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat rendah antara indikator mengamati dan indikator mengklasifikasi/mengelompokkan pada keterampilan proses sains.Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang konvensional dan kurangnya stimulasi pemikiran kritis pada peserta didik.Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam metode pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri terhadap peningkatan keterampilan proses sains peserta didik, dengan fokus pada indikator mengamati dan mengklasifikasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan proses sains peserta didik, seperti motivasi belajar, lingkungan belajar, dan kemampuan berpikir kritis. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik, khususnya dalam konteks pembelajaran sains di kelas VIII SMP. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21.
| File size | 203.93 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
ICJAMBIICJAMBI Pendidikan abad 21 menuntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah berupaya menjawab tantangan pendidikan abad 21 melaluiPendidikan abad 21 menuntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah berupaya menjawab tantangan pendidikan abad 21 melalui
PTTIPTTI Peningkatan proliferasi smartphone memicu peningkatan akses data dan mobilitas, namun juga membuka pintu bagi serangan siber, khususnya phishing. PenelitianPeningkatan proliferasi smartphone memicu peningkatan akses data dan mobilitas, namun juga membuka pintu bagi serangan siber, khususnya phishing. Penelitian
LITERASISAINSLITERASISAINS Melibatkan 5 fasilitator literasi baca tulis dan numerasi dan 39 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai peserta. pelatihan ini bertujuanMelibatkan 5 fasilitator literasi baca tulis dan numerasi dan 39 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai peserta. pelatihan ini bertujuan
LITERASISAINSLITERASISAINS Di era perkembangan teknologi digital saat ini perlunya kemampuan mahasiswa untuk dapat menyajikan tugas berupa hasil makalah menjadi tampilan visual yangDi era perkembangan teknologi digital saat ini perlunya kemampuan mahasiswa untuk dapat menyajikan tugas berupa hasil makalah menjadi tampilan visual yang
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya serap keterampilan proses siswa berada pada kategori baik sebesar 74,95%. Tingkat keterampilan prosesHasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya serap keterampilan proses siswa berada pada kategori baik sebesar 74,95%. Tingkat keterampilan proses
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Kemampuan penalaran matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis masalah termasuk kategori baik dengan tingkat ketercapaian 79,05. BeberapaKemampuan penalaran matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis masalah termasuk kategori baik dengan tingkat ketercapaian 79,05. Beberapa
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Hasilnya menunjukkan bahwa persentase keterampilan proses sains di kelas eksperimen mencapai 74,4 %, sedangkan di kelas kontrol hanya 41,3 %, menandakanHasilnya menunjukkan bahwa persentase keterampilan proses sains di kelas eksperimen mencapai 74,4 %, sedangkan di kelas kontrol hanya 41,3 %, menandakan
UNDIKSHAUNDIKSHA Berdasarkan hasil penelitian, profil keterampilan proses sains siswa SMA di Kabupaten Sragen termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata‑rata 19,22Berdasarkan hasil penelitian, profil keterampilan proses sains siswa SMA di Kabupaten Sragen termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata‑rata 19,22
Useful /
FIP UNGFIP UNG Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi,
FIP UNGFIP UNG Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis web google sites materi keberagaman budaya negeriku. Model pengembangannya menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis web google sites materi keberagaman budaya negeriku. Model pengembangannya menggunakan
UNDIKSHAUNDIKSHA Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik terhadap data energi selama 12 bulan yang dikumpulkan dari 50 gedung diMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik terhadap data energi selama 12 bulan yang dikumpulkan dari 50 gedung di
UNDIKSHAUNDIKSHA Metode penelitian yang digunakan adalah pre‑eksperimental dengan desain satu kelompok pretest‑posttest. Populasi penelitian terdiri dari empat kelasMetode penelitian yang digunakan adalah pre‑eksperimental dengan desain satu kelompok pretest‑posttest. Populasi penelitian terdiri dari empat kelas