YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO
Justice Pro: Jurnal Ilmu HukumJustice Pro: Jurnal Ilmu HukumPenelitian ini membahas proses hukum pemeriksaan tindak pidana penganiayaan ringan menurut Pasal 352 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana denda terhadap pelaku. Landasan pemikiran penelitian menempatkan hukum sebagai bagian dari kebudayaan yang dipengaruhi nilai sosial, budaya, dan perkembangan masyarakat, sehingga penerapan hukum pidana menuntut penafsiran yang bertanggung jawab untuk mewujudkan keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) melalui studi pustaka terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan perkara penganiayaan ringan dapat dilakukan melalui mekanisme acara pemeriksaan cepat sebagaimana diatur dalam KUHAP, mengingat ancaman pidananya bersifat ringan. Dalam proses ini, berita acara pemeriksaan (BAP) berperan penting sebagai dasar pemeriksaan, sementara sidang diperiksa oleh hakim tunggal tanpa mengesampingkan asas praduga tidak bersalah, keterbukaan sidang, dan pembuktian berdasarkan alat bukti yang sah. Selain itu, pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana denda didasarkan pada pembuktian yang sah dan meyakinkan, ketentuan ancaman pidana Pasal 352 ayat (1) KUHP, tujuan pemidanaan, serta keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Pidana denda dinilai relevan sebagai bentuk pemidanaan yang proporsional terhadap penganiayaan ringan sekaligus sebagai alternatif untuk menekan penggunaan pidana penjara jangka pendek.
Pemeriksaan tindak pidana penganiayaan ringan dapat diproses melalui acara pemeriksaan cepat sesuai KUHAP karena ancaman pidana relatif ringan.Peran penyidik melalui berita acara pemeriksaan menjadi dasar penting bagi hakim tunggal, yang tetap harus memegang asas praduga tidak bersalah dan prinsip pembuktian sah.Hakim menimbang bukti sah, ketentuan Pasal 352 KUHP, tujuan pemidanaan, serta keadaan meringankan atau memberatkan untuk menetapkan pidana denda yang proporsional dan efektif.
Pertanyaan penelitian yang dapat dikembangkan adalah seberapa besar pengaruh faktor sosial ekonomi pelaku terhadap keputusan hakim dalam menjatuhkan pidana denda pada kasus penganiayaan ringan; studi kuantitatif dapat menguji korelasi antara tingkat pendidikan, pendapatan, dan usia pelaku dengan besaran denda yang dijatuhkan. Investigasi lanjutan juga dapat mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital, seperti rekaman CCTV dan bukti elektronik, terhadap kualitas bukti sah dan keputusan hakim dalam perkara penganiayaan ringan, sehingga dapat menilai apakah integrasi bukti digital meningkatkan keadilan dan kecepatan proses. Selain itu, penelitian komparatif mengenai perbandingan efektivitas acara pemeriksaan cepat dan prosedur penuntutan tradisional dalam menurunkan volume perkara penganiayaan ringan dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperbaiki sistem peradilan pidana di Indonesia.
| File size | 232.72 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur secara khusus alasan, prosedur, dan kewenangan pemberhentian kepala daerah dan/atauUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur secara khusus alasan, prosedur, dan kewenangan pemberhentian kepala daerah dan/atau
RCF INDONESIARCF INDONESIA Meski begitu, tantangan masih ada, termasuk bias dalam rekruitmen serta kurangnya evaluasi terhadap kebijakan SDM. Penelitian ini menegaskan bahwa integritasMeski begitu, tantangan masih ada, termasuk bias dalam rekruitmen serta kurangnya evaluasi terhadap kebijakan SDM. Penelitian ini menegaskan bahwa integritas
RCF INDONESIARCF INDONESIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen SDM yang inovatif dan terintegrasi dengan teknologi digital merupakan faktor penting dalam meningkatkanPenelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen SDM yang inovatif dan terintegrasi dengan teknologi digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Oleh karena itu, manajemen SDM yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi inovasi menjadi faktor utama dalam membangun daya saing serta ketahanan organisasiOleh karena itu, manajemen SDM yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi inovasi menjadi faktor utama dalam membangun daya saing serta ketahanan organisasi
RCF INDONESIARCF INDONESIA Selain itu, praktik kepemimpinan inklusif dan strategi pengelolaan SDM yang adaptif berkontribusi dalam memperkuat budaya organisasi yang kolaboratif danSelain itu, praktik kepemimpinan inklusif dan strategi pengelolaan SDM yang adaptif berkontribusi dalam memperkuat budaya organisasi yang kolaboratif dan
UNIRAYAUNIRAYA Namun, hukuman yang dijatuhkan berada di bawah ancaman minimum yang ditentukan, sehingga tidak sesuai dengan tujuan hukum dan berpotensi merusak kepercayaanNamun, hukuman yang dijatuhkan berada di bawah ancaman minimum yang ditentukan, sehingga tidak sesuai dengan tujuan hukum dan berpotensi merusak kepercayaan
UNNESUNNES Namun, kurangnya kejelasan dalam batas-batas hukum yang berkaitan dengan penistaan agama sering kali menyebabkan ketidakpastian dalam menetapkan kesalahanNamun, kurangnya kejelasan dalam batas-batas hukum yang berkaitan dengan penistaan agama sering kali menyebabkan ketidakpastian dalam menetapkan kesalahan
UNIRAYAUNIRAYA Pengumpulan informasi dibantu dengan menggunakan informasi tambahan yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan esensial dan bahan pilihanPengumpulan informasi dibantu dengan menggunakan informasi tambahan yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan esensial dan bahan pilihan
Useful /
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Undang‑Undang Nomor 7 Tahun 2017 menetapkan pengaturan rinci mengenai tindak pidana pemilu serta mekanisme penyelesaian yang cepat dan terpadu melaluiUndang‑Undang Nomor 7 Tahun 2017 menetapkan pengaturan rinci mengenai tindak pidana pemilu serta mekanisme penyelesaian yang cepat dan terpadu melalui
UTSUTS Motivasi kerja berperan penting dalam memediasi pengaruh spiritualitas kerja, quality of work life, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. OlehMotivasi kerja berperan penting dalam memediasi pengaruh spiritualitas kerja, quality of work life, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Oleh
EJGTAEJGTA Akiyama, K. Ando and D. Avis showed in Lemma 2. 1 of [2] that G is equi-eccentric if the eccentric graph Ge is a cluster or pK2. And they also characterizedAkiyama, K. Ando and D. Avis showed in Lemma 2. 1 of [2] that G is equi-eccentric if the eccentric graph Ge is a cluster or pK2. And they also characterized