UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Panah HukumJurnal Panah Hukum

Tindak Pidana Narkotika merupakan perbuatan melanggar hukum dan kejahatan terorganisir berskala transnasional yang semakin marak, terutama di kalangan anak muda. Penelitian ini mengkaji putusan Nomor 325/Pid.Sus/2020/PN.Sdn, di mana terdakwa dihukum dua tahun penjara dan denda 800 juta rupiah atas pelanggaran Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jenis penelitian adalah normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan analitis. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, lalu dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan yuridis dan non-yuridis oleh hakim telah terpenuhi, namun putusan tersebut dijatuhkan di bawah ancaman minimum hukum yang berlaku, sehingga tidak sejalan dengan tujuan hukum dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap keadilan dan kepastian hukum. Penulis menyarankan agar penegak hukum, khususnya hakim, lebih teliti dalam menjatuhkan hukuman serta menyesuaikan putusan dengan peraturan perundang-undangan agar tujuan hukum dapat tercapai.

Pertimbangan yuridis dan non-yuridis dalam putusan telah memenuhi syarat hukum, meskipun terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Namun, hukuman yang dijatuhkan berada di bawah ancaman minimum yang ditentukan, sehingga tidak sesuai dengan tujuan hukum dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap keadilan dan kepastian hukum.Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dan ketelitian dari majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman agar putusan sejalan dengan peraturan yang berlaku.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mendasari hakim dalam memutuskan penjatuhan hukuman di bawah ancaman minimum, khususnya dalam kasus narkotika, dengan menganalisis pola putusan dari berbagai pengadilan selama lima tahun terakhir untuk melihat konsistensi penerapan hukum. Kedua, perlu dikaji bagaimana pertimbangan non-yuridis seperti status ekonomi dan tanggungan keluarga memengaruhi keputusan hakim, melalui studi komparatif antara terdakwa dengan latar belakang sosial berbeda namun dengan fakta hukum serupa. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas ancaman hukuman minimum terhadap pencegahan tindak pidana narkotika, dengan menganalisis ulang kasus-kasus yang hukumannya di bawah minimum untuk melihat tingkat residivisme dan dampaknya terhadap masyarakat, sehingga dapat memberikan dasar kuat bagi perbaikan kebijakan pemidanaan di masa depan.

  1. DOI Name 10.5160 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 19z handle na delete hdl... doi.org/10.5160DOI Name 10 5160 Values doi name values index type timestamp data hs admin 19z handle na delete hdl doi 10 5160
Read online
File size387.76 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test