UNPABUNPAB

Jurnal Elektro dan TelkomunikasiJurnal Elektro dan Telkomunikasi

Pada sistem tenaga listrik yang melayani beban secara terus menerus seharusnya tegangan dan frekuensi harus tetap konstan, namun jika terjadi gangguan pada salah satu genset atau rel, maka tidak dapat dipungkiri akan terjadi gangguan pada pasokan listrik. Perlu dilakukan penelitian tentang stabilitas sistem tenaga listrik berkaitan dengan penentuan critical breaking angle dan critical breaker time pada generator, untuk mengetahui berapa sudut pemutus kritis dan berapa waktu pemutus kritis. Dalam makalah ini digunakan Runge Kutta Metode urutan ke-4 dengan bantuan perangkat lunak Matlab.

Dari hasil perhitungan dan analisis kestabilan sistem tenaga pembangkit listrik Sicanang Belawan dengan metode Runge-Kutta orde 4 menggunakan program Matlab, dapat disimpulkan bahwa terminasi pada 0,25 detik dan 0,35 detik menunjukkan sistem stabil.Namun, terminasi pada 0,40 detik dan 0,60 detik menunjukkan sistem tidak stabil.Sudut pemutusan melebihi titik putus kritis pada terminasi 0,40 detik dan 0,60 detik.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis gangguan pada sistem tenaga listrik terhadap stabilitas transien, termasuk gangguan hubung singkat dan gangguan buka saluran. Selain itu, studi komparatif antara metode Runge-Kutta dengan metode numerik lainnya, seperti metode Euler atau metode Adams-Bashforth, dapat dilakukan untuk mengevaluasi akurasi dan efisiensi masing-masing metode dalam memprediksi stabilitas sistem. Terakhir, pengembangan model sistem tenaga listrik yang lebih kompleks, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dinamika eksitasi dan kontrol kecepatan, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku sistem dan meningkatkan keandalan analisis stabilitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan dan keandalan sistem tenaga listrik.

Read online
File size474.25 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test