USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Pertumbuhan jumlah penduduk mendorong perkembangan pusat kegiatan yang merefleksikan identitas dan keragaman suatu kawasan. Dalam hal ini, perancangan kota menjadi bagian penting dari proses perencanaan fisik yang berorientasi pada kualitas estetika dan fungsional ruang kota. Mengacu pada teori Hamid Shirvani (1985) dalam The Urban Design Process, terdapat delapan elemen pembentuk fisik kota: land use, building form and mass, circulation and parking, open space, signages, pedestrian ways, support activity, dan preservation. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas visual elemen perancangan kota pada Kawasan Alun-Alun Kauman Semarang sebagai ruang publik hasil revitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pengunjung dan pedagang kaki lima (PKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas visual elemen perancangan kota terbagi merata antara kategori cukup (50%) dan baik (50%). Elemen dengan nilai rendah mencakup sirkulasi dan parkir, signages, serta jalur pejalan kaki, yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan desain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan elemen visual dalam menunjang keberfungsian dan daya tarik ruang publik, serta menjadi dasar perencanaan lanjutan guna meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kawasan Alun-Alun Kauman Semarang menunjukkan kualitas visual yang baik secara keseluruhan, dengan separuh elemen dinilai baik dan separuh lainnya cukup.Elemen Tata Guna Lahan dan Bentuk Massa Bangunan dinilai baik karena keragaman fungsi dan harmoni arsitektur heritage dan modern.Namun, elemen Sirkulasi dan Parkir, Ruang Terbuka, Signages, dan Jalur Pejalan Kaki memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak visual dari parkir liar dan aktivitas PKL terhadap kenyamanan pejalan kaki dan estetika kawasan, serta mencari solusi penataan yang lebih efektif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan strategi desain signages yang lebih informatif, mudah dibaca, dan terintegrasi dengan karakter historis Alun-Alun Kauman, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan informasi tambahan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas visual Alun-Alun Kauman dengan alun-alun lain di kota-kota bersejarah di Indonesia, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam revitalisasi ruang publik dan pelestarian warisan budaya, serta merumuskan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk pengembangan Alun-Alun Kauman di masa depan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas ruang publik dan pelestarian identitas kota Semarang.

  1. jurnal Koridor. elemen sirkulasi parkir penataan koridor jamin ginting brastagi jurnal authors nurlisa... doi.org/10.32734/koridor.v9i1.1325jurnal Koridor elemen sirkulasi parkir penataan koridor jamin ginting brastagi jurnal authors nurlisa doi 10 32734 koridor v9i1 1325
  2. Kriteria Jalur Pedestrian di Indonesia | Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia. kriteria pedestrian jurnal... iplbijournals.id/index.php/jlbi/article/view/155Kriteria Jalur Pedestrian di Indonesia Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia kriteria pedestrian jurnal iplbijournals index php jlbi article view 155
Read online
File size657.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test