USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Wilayah pesisir di Indonesia menghadapi krisis ekologi yang kompleks, termasuk degradasi habitat pesisir dan ancaman terhadap populasi penyu yang merupakan spesies langka dan dilindungi. Pantai Patihan di Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu kawasan konservasi penyu yang memiliki potensi ekologi, sosial, dan ekonomi yang besar. Studi ini menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat di Pantai Patihan. Kawasan ini memiliki habitat alami yang mendukung penyu lekang dan penyu hijau bertelur dengan tingkat keberhasilan penetasan relatif tinggi (±80%). Keberadaan kelompok konservasi lokal (KKP Mino Raharjo) menjadi faktor kunci dalam pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat. Terdapat tantangan teknis, keterbatasan fasilitas, dan ancaman lingkungan perlu diatasi dengan pendekatan partisipatif, peningkatan kapasitas SDM, kemitraan akademik, dan diversifikasi sumber pendanaan. Strategi pengembangan disusun untuk mengoptimalkan konservasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, kawasan konservasi penyu di Pantai Patihan memiliki potensi ekologi dan sosial yang tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.Kondisi habitat yang masih alami, keberadaan spesies penyu lekang dan penyu hijau, serta tingkat keberhasilan penetasan ±80% menunjukkan daya dukung ekologi yang kuat.Peran aktif Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Mino Raharjo sebagai penggerak utama kegiatan konservasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan upaya pelestarian dan pemberdayaan masyarakat lokal.Namun, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti keterbatasan fasilitas konservasi, minimnya kapasitas teknis sumber daya manusia, serta ancaman eksternal berupa abrasi, sampah plastik, dan ketergantungan terhadap bantuan eksternal.Strategi pengembangan yang disusun menekankan pada peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan teknis dan kemitraan akademik, serta penerapan sistem konservasi berbasis masyarakat yang adaptif terhadap kondisi lingkungan.Selain itu, penerapan zonasi pesisir, penguatan regulasi desa, dan diversifikasi sumber pendanaan menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan konservasi tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan eksternal.Secara keseluruhan, pengelolaan kawasan konservasi penyu di Pantai Patihan memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat lokal agar konservasi penyu dapat berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan kajian mengenai efektivitas penerapan zonasi konservasi kawasan pesisir dan dampaknya terhadap populasi penyu serta ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan model kuantitatif berbasis pembobotan SWOT atau metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk melakukan prioritas strategi pengelolaan yang lebih terstruktur. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pihak swasta sangat penting untuk menciptakan model konservasi terpadu yang dapat menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dan pengembangan konservasi penyu yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.

  1. Sosialisasi dan Edukasi Konservasi Penyu di KKP3K Paloh “Menjaga Penyu, Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan”... comdev.pubmedia.id/index.php/comdev/article/view/188Sosialisasi dan Edukasi Konservasi Penyu di KKP3K Paloh AuMenjaga Penyu Menjaga Alam Menjaga KehidupanAy comdev pubmedia index php comdev article view 188
  2. KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN PENYU: STUDI KASUS TERHADAP UPAYA KONSERVASI DI PANTAI KEMBAR... bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/141KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN PENYU STUDI KASUS TERHADAP UPAYA KONSERVASI DI PANTAI KEMBAR bhl jurnal index php bhl article view 141
  3. ANALISIS KESESUAIAN HABITAT PENELURAN PENYU DI PANTAI SABA, GIANYAR, BALI | Mansula | Juvenil: Jurnal... doi.org/10.21107/juvenil.v1i1.6669ANALISIS KESESUAIAN HABITAT PENELURAN PENYU DI PANTAI SABA GIANYAR BALI Mansula Juvenil Jurnal doi 10 21107 juvenil v1i1 6669
  4. Do We Practice What We Preach? Goal Setting for Ecological Restoration - Hallett - 2013 - Restoration... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/rec.12007Do We Practice What We Preach Goal Setting for Ecological Restoration Hallett 2013 Restoration onlinelibrary wiley doi 10 1111 rec 12007
Read online
File size488.23 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test