POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti koordinasi yang lemah antar pelaku usaha dalam rantai nilai, keterbatasan akses terhadap teknologi dan permodalan, serta infrastruktur wilayah yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dalam pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan, dengan fokus pada komoditas hasil perkebunan dan bahan pangan. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis rantai nilai, di mana setiap aktivitas diberi bobot untuk memperoleh total nilai rantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas utama dalam rantai nilai komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan berada pada kategori baik, dengan nilai aktivitas primer sebesar 4,4 dan aktivitas sekunder sebesar 4. Penilaian tertinggi dengan nilai 5 (sangat baik) terdapat pada aktivitas barang masuk serta pemasaran dan penjualan, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan aliran produk dari produsen hingga konsumen.

Kegiatan utama dalam proses rantai nilai berbasis komoditi unggulan di kawasan Sulawesi Selatan secara umum telah berjalan dengan baik.Capaian tertinggi terdapat pada aktivitas primer/utama dengan skor rata-rata sebesar 4,4, sedangkan aktivitas sekunder/pendukung memperoleh skor sebesar 4,0.Meskipun terdapat perbedaan nilai, keduanya termasuk dalam kriteria penilaian baik.Penilaian sangat baik (skor 5) dijumpai pada aspek barang masuk serta pemasaran dan penjualan, yang menunjukkan bahwa kedua aspek tersebut memiliki peran strategis dalam menopang alur rantai nilai, mulai dari tahapan hulu (penyediaan bahan baku) hingga tahapan hilir (penyaluran produk ke pasar dan konsumen akhir).

Untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi dalam rantai nilai komoditas unggulan berbasis kawasan, disarankan untuk memperkuat infrastruktur wilayah pendukung produksi, meningkatkan akses permodalan dan kapasitas sumber daya manusia masyarakat produsen plasma, serta mengendalikan distribusi lahan dan menjamin kualitas produk. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di tingkat desa. Penelitian ini juga dapat fokus pada pengembangan model-model bisnis yang berkelanjutan dan inklusif, serta mengidentifikasi peluang-peluang baru dalam rantai nilai komoditas unggulan berbasis kawasan.

  1. Full article: Directionality and subsidiarity: sustainability challenges in regional development policy.... tandfonline.com/doi/full/10.1080/00343404.2025.2492171Full article Directionality and subsidiarity sustainability challenges in regional development policy tandfonline doi full 10 1080 00343404 2025 2492171
  2. Strategy of Developing Local Economy Based on Regional Superior Commodities | Cahyono | International... ccsenet.org/journal/index.php/ijef/article/view/0/42966Strategy of Developing Local Economy Based on Regional Superior Commodities Cahyono International ccsenet journal index php ijef article view 0 42966
  3. RANTAI NILAI PENGEMBANGAN KOMODITI UNGGULAN BERBASIS KAWASAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN: Value Chain... ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr-Sosekpenyuluhan/article/view/481RANTAI NILAI PENGEMBANGAN KOMODITI UNGGULAN BERBASIS KAWASAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Value Chain ejournal polbangtan gowa ac index php J Agr Sosekpenyuluhan article view 481
  4. Mapping the Field of Value Chain: A Bibliometric and Visualization Analysis | MDPI. mapping field value... mdpi.com/2071-1050/14/12/7063Mapping the Field of Value Chain A Bibliometric and Visualization Analysis MDPI mapping field value mdpi 2071 1050 14 12 7063
Read online
File size292.83 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test