ITBMITBM

Indonesian Journal of Coastal and Marine StudiesIndonesian Journal of Coastal and Marine Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah finansial dari penangkapan udang mantis (Lysiosquillina maculata Fabricus, 1793) yang dilakukan oleh nelayan dan di daratkan di Pulau Tanakeke. Udang mantis merupakan spesies laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan metode kuantitatif dan menggunakan teknik purposive sampling terhadap tiga puluh nelayan yang disurvei.data nilai ekonomi finansial diperoleh dari wawancara dan digunakan untuk menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara ekonomi, dalam usaha penangkapan udang mantis memberikan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 211.680.000 pertahun, dengan kentungan bersih sebesar Rp. 98.240.000, rasio R/C sebesar 2, dan priode pengembalian modal (payback priode) selama tiga tahun. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat puau tanakeke dapat mengalami dampak ekonomi yang signifikan dari penangkapan udang mantis. dengan masih adanya udang yang tertangkap sebelum mencapai ukuran layak tangkap diharapkan keberlanjutan sumber daya perlu dijaga. Dengan demikian, temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk rencana pengelolaan udang mantis yang berkelanjutan.

Aspek finansial usaha penangkapan udang mantis di Pulau Tanakeke menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan.Dengan biaya operasional dan investasi tahunan sebesar Rp113.000, usaha ini mampu menghasilkan pendapatan tahunan Rp211.Rasio R/C sebesar 2 dan periode pengembalian modal selama 3 tahun menegaskan bahwa bisnis ini sangat layak secara finansial dan efisien.

Mengingat temuan bahwa usaha penangkapan udang mantis di Pulau Tanakeke memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan namun dihadapkan pada tantangan keberlanjutan sumber daya akibat penangkapan udang yang belum mencapai ukuran layak tangkap, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat krusial. Pertama, perlu dilakukan studi ekologi dan biologi yang lebih mendalam mengenai udang mantis (Lysiosquillina maculata) di wilayah tersebut. Penelitian ini dapat menyelidiki dinamika populasi, pola pertumbuhan, serta struktur ukuran tangkapan secara detail, termasuk menaksir potensi terjadinya penangkapan berlebih berdasarkan analisis ukuran. Hal ini penting untuk memahami kesehatan populasi dan menentukan ukuran tangkap minimum yang ideal secara ilmiah. Kedua, berdasarkan pemahaman ekologis tersebut, pengembangan model pengelolaan perikanan udang mantis yang adaptif dan berkelanjutan menjadi prioritas. Studi ini dapat mengidentifikasi strategi pengelolaan terbaik, seperti sistem kuota, pengaturan zona tangkap, atau implementasi alat tangkap selektif, yang tidak hanya menjaga kelestarian stok tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat nelayan lokal. Ketiga, untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dan mengurangi tekanan pada sumber daya, perlu dilakukan analisis rantai nilai yang komprehensif, mulai dari pascapanen hingga pemasaran. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi diversifikasi produk olahan udang mantis serta strategi peningkatan nilai tambah yang inovatif untuk pasar domestik maupun internasional, sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan tanpa harus meningkatkan volume tangkapan. Dengan demikian, pendekatan multidisiplin yang melibatkan aspek biologi, pengelolaan, dan ekonomi pascapanen akan sangat berkontribusi pada keberlanjutan perikanan udang mantis di Pulau Tanakeke.

Read online
File size216.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test