STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi IslamBunyan al-Ulum : Jurnal Studi IslamPandangan hidup merupakan bagian hidup manusia yang selalu menjadi penggerak dan pengukur dari segala macam aktivitas. Tanpa memiliki pandangan hidup maka seseorang akan merasa terus terombang-ambing dalam menghadapi setiap persoalan-persoalan hidup. Islam mengakui bahwa selain kebenaran hakiki, masih ada lagi kebenaran yang tidak bersifat absolute, yaitu kebenaran yang dicapai sebagai hasil usaha akal budi manusia. Akal adalah anugrah dari Allah SWT kepada manusia, maka sewajarnya kalau akal mampu pula mencapai kebenaran, meskipun kebenaran yang dicapainya itu hanyalah dalam taraf yang relatif. Oleh sebab itu kalau kebenaran yang relatif itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam (Al-Quran dan Hadist) maka kebenaran itu dapat saja digunakan dalam kehidupan ini. Islam menilai bahwa filsafat itu hanyalah merupakan alat dan bukan tujuan. Filsafat dapat digunakan untuk memperkokoh kedudukan Islam, umpamanya dapat dijadikan sebagai jalan untuk memperkuat bukti kebesaran Allah SWT.
Pandangan hidup berperan sebagai penggerak dan pengukur aktivitas manusia.tanpa pandangan hidup seseorang akan terombang-ambing menghadapi masalah.Islam mengakui adanya kebenaran relatif yang diperoleh melalui akal, asalkan tidak bertentangan dengan Al‑Quran dan Hadist, serta menempatkan filsafat sebagai alat untuk memperkuat kedudukan Islam.Dengan demikian, filsafat Islam berfungsi sebagai instrumen berpikir rasional yang tetap berada dalam kerangka kebenaran mutlak agama.
Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana pandangan hidup yang dibangun melalui filsafat Islam memengaruhi proses pengambilan keputusan moral pada mahasiswa Muslim di universitas, dengan menggunakan metode survei dan wawancara mendalam. Selain itu, diperlukan analisis komparatif peran filsafat Islam sebagai alat versus tujuan dalam konteks sosial‑kultural di beberapa negara mayoritas Muslim, guna menelaah variasi interpretasi dan aplikasinya. Selanjutnya, dapat dikembangkan kerangka pedagogis yang mengintegrasikan konsep filsafat Islam ke dalam kurikulum pendidikan menengah, sehingga dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif di kalangan pelajar. Metode campuran antara analisis kuantitatif dan kualitatif dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika pandangan hidup di kalangan generasi muda. Hasil studi ini dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan yang mengakomodasi nilai-nilai filosofi Islam secara kontekstual.
| File size | 320.44 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SUSKAUIN SUSKA Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang berisi item skala Likert untuk mengukur pengetahuan AI, literasi digital, kompetensi mengajar, danData dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang berisi item skala Likert untuk mengukur pengetahuan AI, literasi digital, kompetensi mengajar, dan
STAINAASTAINAA Pesantren Sidogiri telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan konsep spiritualitas ekonomi dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam aktivitasPesantren Sidogiri telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan konsep spiritualitas ekonomi dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam aktivitas
UNWUNW Penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi profesionalisme guru PAUD dapat dicapai melalui pelatihan berbasis lokal, pembentukan komunitas belajar guru,Penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi profesionalisme guru PAUD dapat dicapai melalui pelatihan berbasis lokal, pembentukan komunitas belajar guru,
UNWUNW Disarankan agar metode Iqra disesuaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis bermain, serta perlunya peningkatan kapasitas guru melaluiDisarankan agar metode Iqra disesuaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis bermain, serta perlunya peningkatan kapasitas guru melalui
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini merespons kebutuhan mendesak dalam mengatasi radikalisasi agama dengan menelaah kontribusi religiusitas, budaya akademik, dan lingkunganPenelitian ini merespons kebutuhan mendesak dalam mengatasi radikalisasi agama dengan menelaah kontribusi religiusitas, budaya akademik, dan lingkungan
UIN SUSKAUIN SUSKA Di kedua negara, internalisasi nilai-nilai Islam dan budaya secara intensif terlihat dalam berbagai program sekolah untuk membantu menciptakan kepribadianDi kedua negara, internalisasi nilai-nilai Islam dan budaya secara intensif terlihat dalam berbagai program sekolah untuk membantu menciptakan kepribadian
UIN SUSKAUIN SUSKA Fenomena yang dihadapi adalah metode pembelajaran yang kurang fokus pada keterampilan berpikir kritis dan aplikatif, yang menyebabkan siswa memiliki pemahamanFenomena yang dihadapi adalah metode pembelajaran yang kurang fokus pada keterampilan berpikir kritis dan aplikatif, yang menyebabkan siswa memiliki pemahaman
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran pendidikan Islam dalam membentuk identitas keagamaan siswa di era globalisasi. Menggunakan metode SystematicPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran pendidikan Islam dalam membentuk identitas keagamaan siswa di era globalisasi. Menggunakan metode Systematic
Useful /
UNWUNW Seperti sedih, menangis, marah, suasana hati berubah drastis seperti tiba-tiba mengamuk, menarik diri dari lingkungan sosial dan hilangnya minat pada temanSeperti sedih, menangis, marah, suasana hati berubah drastis seperti tiba-tiba mengamuk, menarik diri dari lingkungan sosial dan hilangnya minat pada teman
UNWUNW Penerapan media visual kreatif seperti mural, poster edukatif, stiker warna-warni, dan photo booth berhasil meningkatkan minat belajar anak-anak di PAUDPenerapan media visual kreatif seperti mural, poster edukatif, stiker warna-warni, dan photo booth berhasil meningkatkan minat belajar anak-anak di PAUD
UNWUNW Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam mengenali huruf abjad dengan media pembelajaran bongkar pasang huruf abjad pada anak di TKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam mengenali huruf abjad dengan media pembelajaran bongkar pasang huruf abjad pada anak di TK
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA Al Quran menjelaskan bentuk-bentuk komunikasi terulang sebanyak 19 kali di dalam dengan 8 kata sifat yang mengikutinya. Dan bentuk-bentuk komunikasi pendidikanAl Quran menjelaskan bentuk-bentuk komunikasi terulang sebanyak 19 kali di dalam dengan 8 kata sifat yang mengikutinya. Dan bentuk-bentuk komunikasi pendidikan