ASIAASIA

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak kelinci melalui implementasi kandang inovatif berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini mencakup pemantauan suhu dan kelembaban kandang secara otomatis serta sistem penggulir otomatis untuk pembuangan limbah.. Metode: Program ini dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, praktik, dan penyerahan peralatan kepada Kelompok Ternak Kelinci Ternak Kelinci di Desa Sumberejo, Kota Batu.. Penerapan Praktis: Perangkat IoT memungkinkan pemantauan kondisi kandang secara real-time melalui ponsel pintar, sementara sistem penggulir otomatis membantu menjaga kebersihan kandang dan mengurangi risiko penyakit.. Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang manajemen kandang modern, mempermudah perawatan ternak, dan diharapkan dapat mengurangi tingkat kematian kelinci serta meningkatkan pendapatan petani.

Program pengabdian masyarakat yang mengimplementasikan inovasi kandang kelinci berbasis IoT dengan penggulir limbah otomatis telah berhasil diterapkan di Desa Sumberejo, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengelola usaha ternak secara modern dan efisien.Inovasi ini menunjukkan potensi signifikan dalam mengurangi mortalitas kelinci, memperbaiki kondisi kandang melalui pemantauan otomatis, dan meningkatkan produktivitas serta kebersihan kandang dengan sistem pembuangan limbah otomatis yang juga mendukung pemanfaatan kotoran sebagai pupuk organik.Secara ekonomi dan sosial, program ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani, efisiensi biaya, membuka peluang bisnis baru dari limbah, serta memperkuat kolaborasi demi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melihat potensi besar dari implementasi teknologi IoT pada kandang kelinci, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk mengoptimalkan dampak program ini dan menyelesaikan tantangan yang lebih kompleks. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan dan integrasi sistem pemantauan siklus reproduksi kelinci berbasis IoT secara otomatis. Ini akan mencakup studi tentang sensor yang akurat untuk mendeteksi kondisi estrus dan kebuntingan, algoritma penjadwalan kawin dan kelahiran, serta analisis dampaknya terhadap tingkat keberhasilan reproduksi dan efisiensi produksi anakan kelinci, mengatasi kelemahan proses manual yang rawan kesalahan. Kedua, mengingat masalah pakan yang kurang nutrisi, penelitian perlu diarahkan pada perancangan sistem pemberian pakan cerdas berbasis IoT. Sistem ini dapat mengintegrasikan sensor berat pakan, dispenser otomatis, dan algoritma yang mengatur formulasi pakan sesuai fase pertumbuhan kelinci, memastikan asupan nutrisi optimal dan mengurangi ketergantungan pada pakan limbah. Terakhir, untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi, studi mendalam tentang pengembangan model rantai nilai terintegrasi bagi kelompok peternak kelinci pasca-adopsi IoT sangat diperlukan. Ini bisa mencakup analisis strategi pemasaran digital untuk produk kelinci dan pupuk organik yang dihasilkan, eksplorasi peluang diversifikasi produk olahan kelinci, serta pemetaan akses pasar yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan petani secara berkelanjutan.

Read online
File size391.92 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test