4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2018 yang berlokasi di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Metode pengambilan data dilakukan secara sensus dengan sasaran responden pembudidaya ikan untuk pengambilan data primer. Analisis finansial diperoleh melalui kajian terhadap data primer pembudidaya ikan dengan nilai finansial B/C ratio sebesar 2,25, perhitungan pendapatan menggunakan rumus π = TR – TC. Hasil yang diperoleh nilai sebesar Rp 2.087.234/panen alokasi biaya terbesar dikeluarkan petani untuk masing-masing usaha terdapat pada biaya pakan yaitu Rp 33.632.181,81 (77,72%) dan Rp.15.354.046.89 (46,46%) dari total biaya yang dikeluarkan petani ikan. Keuntungan yang diterima petani ikan untuk masing-masing usaha yaitu sebesar Rp 4.241.255,56/periode produksi untuk usaha budidaya ikan nila dan ikan Mas dalam kolam dan Rp 3.708.062,35/periode produksi. Faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ikan nila dan ikan mas adalah benih ikan, pupuk, dan pakan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 4.000 dan rata-rata keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 19.Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha budidaya ikan air tawar adalah ketersediaan benih dan persentase biaya untuk faktor input produksi, terutama pakan.Usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Nagan Raya layak untuk diusahakan dan dikembangkan berdasarkan perhitungan R/C ratio sebesar 2,25.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efisiensi penggunaan pakan dalam budidaya ikan air tawar, termasuk uji coba berbagai jenis pakan alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis rantai nilai (value chain analysis) budidaya ikan air tawar di Kabupaten Nagan Raya, mulai dari hulu (benih, pakan) hingga hilir (pasar), untuk mengidentifikasi peluang peningkatan nilai tambah dan efisiensi distribusi. Ketiga, penting untuk meneliti dampak penerapan teknologi budidaya modern, seperti sistem resirkulasi atau bioflok, terhadap produktivitas, kualitas ikan, dan keberlanjutan lingkungan, serta mengkaji adopsi teknologi tersebut oleh pembudidaya lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan sektor perikanan air tawar di Kabupaten Nagan Raya secara berkelanjutan.

Read online
File size232.66 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test