UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Panah HukumJurnal Panah HukumPertimbangan hakim menjadi fase dimana dewan juri mempertimbangkan realitas yang terungkap selama interaksi pendahuluan. Salah satu aksi demonstrasi pelanggar hukum perampokan dalam kondisi mengesalkan yang telah dianalisis dan diadili oleh Pengadilan Negeri Sabang, khususnya pilihan nomor 1/Pid. B/2021/PN.Sab. Jenis penelitian yang digunakan adalah standarisasi pemeriksaan yang sah. Dalam mengatur informasi penolong penelitian sebagai bahan data dapat berupa bahan hukum esensial, bahan hukum pilihan, dan bahan hukum tersier. Pengumpulan informasi dibantu dengan menggunakan informasi tambahan yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan esensial dan bahan pilihan yang sah. Penyelidikan informasi yang digunakan adalah pemeriksaan informasi subjektif yang memukau dan tujuan diambil dengan menggunakan teknik rasional, berwawasan luas dan pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan strategi logis. Berdasarkan temuan-temuan pemeriksaan dan perbincangan, maka dapat diduga bahwa pertimbangan-pertimbangan pejabat yang ditunjuk dalam pembenaran terhadap tindak pidana perampokan dalam keadaan meresahkan (penyidikan pilihan No. 1/Pid.B/2021/PN.Sab) meliputi: pertimbangan hakim dari sudut pandang yuridis dan non yuridis. Secara pertimbangan hakim secara yuridis adalah pejabat yang ditunjuk yakin bahwa tergugat Zainal Abidin Yusuf dan Erwin Bin Rusli terbukti melakukan tindak pidana perampokan dalam keadaan mengenaskan sehingga menimbulkan kerugian finansial yang memakan korban jiwa sebesar Rp32.016.000, - (32 juta enam belas ribu rupiah), sedangkan pemikiran juri secara non yuridis penggugat bertindak anggun di pengadilan dan tidak pernah ditolak, menurut penulis hukuman yang diberikan kepada penggugat tidak pantas, dengan alasan bahwa penggugat terbukti melakukan perbuatan salah.
Berdasarkan temuan pemeriksaan dan perbincangan, dapat diduga bahwa pertimbangan hakim dalam penghentian tindak pidana demonstrasi dalam keadaan meresahkan (pilihan penyidikan Nomor 1/Pid.Sab) merupakan keputusan hakim dari sudut pandang yuridis dan non yuridis.Secara yuridis, hakim yakin bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana perampokan yang menimbulkan kerugian finansial.Sementara secara non yuridis, terdakwa menunjukkan sikap sopan di pengadilan.Penulis berpendapat bahwa hukuman yang diberikan kepada terdakwa tidak sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor non-yuridis lain yang memengaruhi pertimbangan hakim dalam kasus pencurian dengan pemberatan, seperti latar belakang sosial ekonomi pelaku, kondisi keluarga, dan dampak psikologis terhadap korban. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan putusan bebas dalam kasus pencurian dengan pemberatan di berbagai daerah untuk mengidentifikasi perbedaan praktik dan standar pertimbangan hakim. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas sistem pemidanaan dalam mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan mempertimbangkan alternatif pemidanaan selain penjara, seperti program rehabilitasi, restitusi kepada korban, dan kerja sosial. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu hukum pidana dan peningkatan efektivitas penegakan hukum di Indonesia.
| File size | 169.1 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIRAYAUNIRAYA Sus/2017 ini sesuai dengan Pasal 183 KUHAP dan dakwaan yang didakwakan oleh penuntut umum yaitu Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang NarkotikaSus/2017 ini sesuai dengan Pasal 183 KUHAP dan dakwaan yang didakwakan oleh penuntut umum yaitu Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
UNIRAYAUNIRAYA Namun, peneliti menilai hukuman tersebut tidak cukup efektif untuk mencegah kejahatan serupa di masa depan. Diperlukan sanksi yang lebih berat dan konsistensiNamun, peneliti menilai hukuman tersebut tidak cukup efektif untuk mencegah kejahatan serupa di masa depan. Diperlukan sanksi yang lebih berat dan konsistensi
UNIRAYAUNIRAYA Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara fakta yang terjadi dengan putusan yang dijatuhkan oleh hakim. HakimBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara fakta yang terjadi dengan putusan yang dijatuhkan oleh hakim. Hakim
UNIRAYAUNIRAYA Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan analisis. PengumpulanJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan analisis. Pengumpulan
UNIRAYAUNIRAYA Pihak yang berperkara dalam pilihan ini diberikan absolusi oleh juri. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktorPihak yang berperkara dalam pilihan ini diberikan absolusi oleh juri. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktor
UNIRAYAUNIRAYA Tindak pidana penganiayaan mengakibatkan luka berat adalah suatu tindak pidana terhadap tubuh dengan menyebabkan luka berat dan suatu perbuatan melawanTindak pidana penganiayaan mengakibatkan luka berat adalah suatu tindak pidana terhadap tubuh dengan menyebabkan luka berat dan suatu perbuatan melawan
UNIRAYAUNIRAYA Mks. Pada putusan tersebut terdakwa diduga telah melakukan malpraktik Pasal 79 huruf c Junto Pasal 51 huruf a UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktekMks. Pada putusan tersebut terdakwa diduga telah melakukan malpraktik Pasal 79 huruf c Junto Pasal 51 huruf a UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek
UNIRAYAUNIRAYA Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun serta denda sebesar Rp100.000.000,-. Masa percobaan selama 2 tahun tidak diterapkan,Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun serta denda sebesar Rp100.000.000,-. Masa percobaan selama 2 tahun tidak diterapkan,
Useful /
UNIRAYAUNIRAYA Maka Penulis menyarankan supaya adanya ketentuan hukum adat harus dibuat secara tertulis dalam bentuk peraturan desa karna tindak pidana yang terjadi diMaka Penulis menyarankan supaya adanya ketentuan hukum adat harus dibuat secara tertulis dalam bentuk peraturan desa karna tindak pidana yang terjadi di
UNIRAYAUNIRAYA Tbt merupakan putusan hakim yang menjatuhkan hukuman penjara kepada tersangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah anakTbt merupakan putusan hakim yang menjatuhkan hukuman penjara kepada tersangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah anak
UNIRAYAUNIRAYA Peraturan Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengkarakterisasi opiat menjadi beberapa golongan. Meskipun ada pedoman yang mengatur masalah opiat, pelanggaranPeraturan Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengkarakterisasi opiat menjadi beberapa golongan. Meskipun ada pedoman yang mengatur masalah opiat, pelanggaran
UNIRAYAUNIRAYA Sus-Anak/2017/PN Smp, di mana hakim memutus terdakwa terbukti bersalah melakukan kekerasan dan memaksa anak melakukan persetubuhan, serta menjatuhkan pidanaSus-Anak/2017/PN Smp, di mana hakim memutus terdakwa terbukti bersalah melakukan kekerasan dan memaksa anak melakukan persetubuhan, serta menjatuhkan pidana