POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN
Jurnal E-BisJurnal E-BisPengangguran terdidik masih menjadi persoalan seriusan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Tingginya tingkat pengangguran terdidik di Pulau Jawa menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara peningkatan jumlah lulusan pendidikan menengah dan tinggi dengan kapasitas penyerapan tenaga kerja. Menurut teori Schultz, pendidikan tinggi semestinya meningkatkan produktivitas dan peluang kerja, namun kenyataannya tidak demikian. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam merealisasikan SDG ke-8. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pengangguran terdidik di Pulau Jawa dan menganalisis faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi tingkat pengangguran terdidik dalam mendukung pencapaian SDG ke-8. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder, dengan metode yang digunakan adalah regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi, kesempatan kerja, upah minimum regional, dan pertumbuhan ekonomi memengaruhi 73% pengangguran terdidik di Pulau Jawa selama pengamatan dan keempat variabel berpengaruh signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian, inflasi, kesempatan kerja, upah minimum regional, dan pertumbuhan ekonomi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terdidik di Pulau Jawa periode 2014‑2024, dan masing‑masing faktor tersebut memiliki dampak parsial yang penting.Keberhasilan pencapaian SDG‑8 tidak dapat dicapai hanya dengan pertumbuhan ekonomi, melainkan memerlukan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penyesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pasar, pengendalian inflasi, serta penetapan upah minimum yang adil.Penelitian ini terbatas pada variabel ekonomi dan rentang waktu tertentu.penelitian lanjutan sebaiknya menambahkan faktor sosial, politik, teknologi, kualitas pendidikan, serta menggunakan metodologi kualitatif atau mixed‑method untuk gambaran yang lebih komprehensif.
Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh faktor non‑ekonomi seperti kondisi sosial, kebijakan politik, dan perkembangan teknologi terhadap tingkat pengangguran terdidik di Pulau Jawa dengan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif, sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih holistik tentang interaksi antara dinamika ekonomi dan lingkungan institusional. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang menelaah secara detail kualitas pendidikan serta kesesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk efektivitas program vokasi, pelatihan up‑skilling, dan sertifikasi kompetensi, untuk mengidentifikasi penyebab utama mismatch skill di tiap provinsi. Selanjutnya, evaluasi kebijakan spesifik seperti platform digital pencocokan kerja, penyesuaian upah minimum regional, atau program kerja sama antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan dapat dilakukan melalui desain eksperimental atau quasi‑eksperimental, yang memungkinkan pengukuran dampak langsung pada penurunan pengangguran terdidik. Penelitian tersebut juga sebaiknya memperhitungkan variasi geografis dan sektor ekonomi sehingga hasilnya dapat diadaptasi secara lokal. Dengan mengintegrasikan temuan dari ketiga arah studi ini, kebijakan publik dapat dirancang lebih tepat sasaran untuk mendukung pencapaian SDG‑8 di Indonesia.
- Analisis Tingkat Pengangguran dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Kotawaringin Barat... jurnal.politeknik-kebumen.ac.id/E-Bis/article/view/852Analisis Tingkat Pengangguran dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Kotawaringin Barat jurnal politeknik kebumen ac E Bis article view 852
- Dampak Faktor-Faktor Ekonomi Terhadap Pengangguran Terdidik | Jurnal E-Bis. faktor ekonomi pengangguran... jurnal.politeknik-kebumen.ac.id/E-Bis/article/view/2707Dampak Faktor Faktor Ekonomi Terhadap Pengangguran Terdidik Jurnal E Bis faktor ekonomi pengangguran jurnal politeknik kebumen ac E Bis article view 2707
- Sektor informal: peninjauan kembali dalam perspektif konseptual | Khairi | Region : Jurnal Pembangunan... jurnal.uns.ac.id/region/article/view/47072Sektor informal peninjauan kembali dalam perspektif konseptual Khairi Region Jurnal Pembangunan jurnal uns ac region article view 47072
- Structural Transformation of The West Java Economy and Its Agriculture - IOPscience. structural west... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/466/1/012005Structural Transformation of The West Java Economy and Its Agriculture IOPscience structural west iopscience iop article 10 1088 1755 1315 466 1 012005
| File size | 532.66 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
UNNESUNNES Beban pekerjaan adalah penyebab stres kerja yang dialami guru bersuku Jawa. Kemudian guru menjawab coping stres yang dilakukan adalah dengan melakukanBeban pekerjaan adalah penyebab stres kerja yang dialami guru bersuku Jawa. Kemudian guru menjawab coping stres yang dilakukan adalah dengan melakukan
UNNESUNNES Lebih khusus mengenai faktor-faktor organizational citizenship behavior pada karyawan Jawa menganut budaya yang berbeda dengan budaya barat. Budaya JawaLebih khusus mengenai faktor-faktor organizational citizenship behavior pada karyawan Jawa menganut budaya yang berbeda dengan budaya barat. Budaya Jawa
UNNESUNNES Sebagian lagi merasa tidak puas dengan tim kerja yang mereka miliki karena faktor teman/rekan yang tidak bisa diajak bekerjasama serta faktor pekerjaanSebagian lagi merasa tidak puas dengan tim kerja yang mereka miliki karena faktor teman/rekan yang tidak bisa diajak bekerjasama serta faktor pekerjaan
UNNESUNNES Dari beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kepuasan kerja, faktor lingkungan kerja yang kurang kondusif seperti kurangnya fasilitas untuk mendukungDari beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kepuasan kerja, faktor lingkungan kerja yang kurang kondusif seperti kurangnya fasilitas untuk mendukung
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Temuan ini mengindikasikan bahwa tinggi atau rendahnya beban kerja yang diterima pegawai tidak secara langsung menentukan tingkat kinerja yang dihasilkan.Temuan ini mengindikasikan bahwa tinggi atau rendahnya beban kerja yang diterima pegawai tidak secara langsung menentukan tingkat kinerja yang dihasilkan.
LAAROIBALAAROIBA Dampak dari integrasi penerapan ISO 9001 dan ISO 14001 pada PT CMS yaitu, terjaminnya mutu dan lingkungan perusahaan, meningkatkan kepercayaan pemberiDampak dari integrasi penerapan ISO 9001 dan ISO 14001 pada PT CMS yaitu, terjaminnya mutu dan lingkungan perusahaan, meningkatkan kepercayaan pemberi
LAAROIBALAAROIBA Berhasil dikaji bahwa, dampak struktur aktiva terhadap profitabilitas tidak signifikan, dampak struktur modal terhadap profitabilitas nyata, dan likuiditasBerhasil dikaji bahwa, dampak struktur aktiva terhadap profitabilitas tidak signifikan, dampak struktur modal terhadap profitabilitas nyata, dan likuiditas
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Namun, di balik pertumbuhan ekonominya yang pesat, Jawa Timur masih menghadapi tantangan kesejahteraan, terutama dalam hal kemiskinan yang masih relatifNamun, di balik pertumbuhan ekonominya yang pesat, Jawa Timur masih menghadapi tantangan kesejahteraan, terutama dalam hal kemiskinan yang masih relatif
Useful /
UNNESUNNES Penelitian ini menggunakan studi indegenous, alat pengumpul data yang dipakai adalah open-ended questionnaire, dan metode analisis data yang digunakanPenelitian ini menggunakan studi indegenous, alat pengumpul data yang dipakai adalah open-ended questionnaire, dan metode analisis data yang digunakan
UNNESUNNES Kemudian untuk alasan tercipta atau tidaknya SWB menurut karyawan Jawa sebagian besar karena kecukupan materi, yang menjawab belum karena materi sebesarKemudian untuk alasan tercipta atau tidaknya SWB menurut karyawan Jawa sebagian besar karena kecukupan materi, yang menjawab belum karena materi sebesar
USIUSI Hasil mendukung penggunaan multimedia, khususnya video, sebagai alat kuat untuk meningkatkan pembelajaran kosakata melalui penguatan kontekstual, auditif,Hasil mendukung penggunaan multimedia, khususnya video, sebagai alat kuat untuk meningkatkan pembelajaran kosakata melalui penguatan kontekstual, auditif,
USIUSI Hasil wawancara juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa lebih percaya diri dan termotivasi dalam berbicara bahasa Inggris.Hasil wawancara juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa lebih percaya diri dan termotivasi dalam berbicara bahasa Inggris.