PPSDPPPSDP

PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of Education

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi siswa dan lingkungan belajar terhadap kinerja guru di SMA Negeri 5 Palembang. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 120 siswa yang dipilih secara acak dari kelas 10, 11, dan 12. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memeriksa efek simultan dan parsial. Temuan menunjukkan bahwa (1) persepsi siswa berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru, menunjukkan bahwa pandangan siswa yang positif berkaitan dengan penilaian kinerja yang lebih tinggi; (2) lingkungan belajar juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan kondisi kelas yang mendukung, aman, dan nyaman meningkatkan efektivitas guru; dan (3) kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Penelitian ini menempatkan siswa sebagai evaluator aktif yang persepsinya berfungsi sebagai indikator kinerja yang bermakna, sambil memeriksa interaksi antara perspektif internal siswa dan faktor lingkungan eksternal. Sekolah harus secara sistematis memanfaatkan umpan balik siswa sebagai alat refleksi untuk pengembangan guru dan memprioritaskan penciptaan lingkungan fisik dan psikologis yang kondusif untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Penelitian ini menghasilkan tiga temuan signifikan mengenai determinan kinerja guru di SMA Negeri 5 Palembang.Pertama, persepsi siswa berpengaruh signifikan secara statistik, menyumbang 22,9% variasi kinerja guru.Hal ini mengonfirmasi bahwa cara siswa melihat efektivitas guru mereka secara bermakna membentuk hasil kinerja aktual.Kedua, dan lebih substansial, lingkungan belajar menunjukkan pengaruh yang kuat, menyumbang 93,4% variasi kinerja, menunjukkan bahwa kondisi kelas fisik, sosial, dan psikologis adalah penentu utama efektivitas guru.Yang paling penting, analisis simultan mengungkapkan bahwa persepsi siswa dan lingkungan belajar bersama-sama menjelaskan 94,3% variasi kinerja, menunjukkan pengaruh gabungan mereka yang luar biasa.Kekuatan penjelasan yang hampir lengkap ini menekankan bahwa kinerja guru terutama dibentuk oleh faktor-faktor kontekstual dan relasional ini daripada hanya oleh atribut guru individu.Implikasi praktisnya mendalam dan menuntut perhatian sistemik.Bagi kepala sekolah dan administrator distrik, temuan ini mewajibkan prioritas investasi dalam menciptakan lingkungan belajar optimal, termasuk fasilitas yang memadai, iklim sekolah yang positif, dan sumber daya yang mendukung, karena faktor ini secara tunggal paling kuat memungkinkan efektivitas guru.Selain itu, sekolah harus secara aktif menumbuhkan hubungan positif antara siswa dan guru, mengakui bahwa persepsi siswa bukan hanya hasil tetapi juga kontributor aktif terhadap kinerja.Pengembangan profesional harus mencakup pelatihan tentang membangun hubungan dan merespons konstruktif terhadap umpan balik siswa.Bagi pembuat kebijakan, hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang menargetkan kapasitas guru individu saja tidak cukup.Berhubung 94,3% variasi dijelaskan, studi harus mengeksplorasi 5,7% sisanya dengan menyelidiki variabel tambahan seperti kepemimpinan kepala sekolah atau self-efficacy guru.Pendekatan campuran metode akan memberikan kedalaman kualitatif, menerangi bagaimana faktor lingkungan dan persepsi siswa diterjemahkan menjadi praktik pengajaran sehari-hari.Penelitian longitudinal dapat melacak dinamika ini secara berurutan, terutama bagaimana perbaikan lingkungan belajar secara berurutan mempengaruhi persepsi siswa dan kinerja.Akhirnya, studi perbandingan di antara jenis sekolah dan distrik yang berbeda akan menguji generalisasi nilai-nilai penjelasan yang sangat tinggi ini.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki variabel tambahan seperti kepemimpinan kepala sekolah atau self-efficacy guru. Pendekatan campuran metode dapat memberikan kedalaman kualitatif, menerangi bagaimana faktor lingkungan dan persepsi siswa diterjemahkan menjadi praktik pengajaran sehari-hari. Penelitian longitudinal dapat melacak dinamika ini secara berurutan, terutama bagaimana perbaikan lingkungan belajar secara berurutan mempengaruhi persepsi siswa dan kinerja. Studi perbandingan di antara jenis sekolah dan distrik yang berbeda dapat menguji generalisasi nilai-nilai penjelasan yang sangat tinggi ini.

  1. Journal of Islamic Studies and Education (JISE). influence work culture motivation teacher performance... journal.presscience.org/index.php/jise/article/view/47Journal of Islamic Studies and Education JISE influence work culture motivation teacher performance journal presscience index php jise article view 47
  2. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1832/1/012030Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1832 1 012030
  3. Accounting students’ perceptions of effective teaching and approaches to learning: impact on... doi.org/10.1111/acfi.12364Accounting studentsyAAAo perceptions of effective teaching and approaches to learning impact on doi 10 1111 acfi 12364
  4. GESR - Global Educational Studies Review. gesr global educational studies review impact teachers motivation... gesrjournal.com/article/impact-of-teachers-motivation-on-students-performanceGESR Global Educational Studies Review gesr global educational studies review impact teachers motivation gesrjournal article impact of teachers motivation on students performance
Read online
File size201.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test