PPSDPPPSDP

PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of Education

Penundaan akademik adalah masalah umum di kalangan remaja dan berpotensi menghambat prestasi akademik dan pengembangan keterampilan belajar. Namun, pemetaan deskriptif kontekstual di tingkat regional, termasuk di Kabupaten Bantaeng, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat penundaan akademik di kalangan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan 360 siswa dari kelas VII hingga IX sebagai peserta. Penundaan diukur menggunakan skala Likert 8 item dengan rentang skor 1-5, dan Indeks Penundaan dihitung berdasarkan skor rata-rata setiap item, di mana skor yang lebih tinggi menunjukkan tingkat penundaan yang lebih tinggi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa 0,0% siswa berada dalam kategori rendah, 16,4% dalam kategori sedang, dan 83,6% dalam kategori tinggi, dengan kategori tinggi sebagai yang paling dominan dalam populasi yang diteliti. Penundaan akademik ditemukan relatif tinggi, terutama dalam kegiatan yang memerlukan keterampilan perencanaan, ketekunan, dan manajemen waktu. Penelitian ini menyediakan pemetaan deskriptif kontekstual penundaan akademik di Kabupaten Bantaeng, sebagai dasar awal bagi sekolah dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih terarah dan efektif, terutama yang berfokus pada penguatan kemampuan regulasi diri, perencanaan studi, dan manajemen waktu siswa.

Penelitian ini mengonfirmasi bahwa penundaan akademik berada pada tingkat tinggi di kalangan siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Bantaeng, dengan 83,6% siswa dikategorikan dalam kategori tinggi, terutama dalam tugas yang memerlukan perencanaan, ketekunan, dan manajemen waktu.Pola ini konsisten di kedua sekolah negeri dan swasta, menunjukkan bahwa penundaan adalah masalah sistemik.Temuan ini memberikan data dasar penting bagi sekolah dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang ditargetkan.Pendekatan komprehensif diperlukan, termasuk penguatan regulasi diri dan manajemen waktu dalam instruksi kelas, optimalisasi layanan bimbingan dan konseling, melibatkan orang tua, dan mendukung kebijakan pendidikan yang memprioritaskan kesejahteraan psikologis siswa.Studi deskriptif ini mengidentifikasi tingkat penundaan tetapi tidak secara empiris menyelidiki faktor-faktor penyebabnya.Penelitian selanjutnya harus menggunakan desain korelatif, penjelas, atau eksperimental untuk menyelidiki pengaruh faktor-faktor seperti kecanduan digital, gaya pengasuhan, motivasi intrinsik, dan efektivitas program intervensi dalam konteks lokal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki faktor-faktor penyebab penundaan akademik di kalangan siswa sekolah menengah pertama. Penelitian korelatif atau penjelas dapat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel seperti kecanduan digital, gaya pengasuhan, dan motivasi intrinsik dengan tingkat penundaan akademik. Kedua, penelitian eksperimental dapat dirancang untuk menguji efektivitas intervensi tertentu dalam mengurangi penundaan akademik. Misalnya, studi dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak program bimbingan dan konseling yang berfokus pada regulasi diri dan manajemen waktu. Ketiga, penting juga untuk menyelidiki peran lingkungan sekolah dalam mempengaruhi penundaan akademik. Penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan sekolah yang mendukung, termasuk fasilitas belajar yang nyaman dan iklim psikologis positif, dengan tingkat penundaan akademik siswa. Dengan memahami faktor-faktor ini, sekolah dan pembuat kebijakan dapat mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi penundaan akademik dan meningkatkan prestasi akademik siswa.

  1. Implications of Educational Policy-Making Which Encourages Schools to Collaborate with the Community,... mdpi.com/2076-0760/9/4/39Implications of Educational Policy Making Which Encourages Schools to Collaborate with the Community mdpi 2076 0760 9 4 39
  2. Planning Time Management in School Activities and Relation to Procrastination: A Study for Educational... doi.org/10.3390/su16166883Planning Time Management in School Activities and Relation to Procrastination A Study for Educational doi 10 3390 su16166883
  3. journal of educational, helath, and community psychology. group guidance services self management reduce... doi.org/10.12928/jehcp.v13i4.29818journal of educational helath and community psychology group guidance services self management reduce doi 10 12928 jehcp v13i4 29818
  4. School-Based Mental Health Education: Program Effectiveness and Trends in Help-Seeking. school based... doi.org/10.3390/ijerph22040523School Based Mental Health Education Program Effectiveness and Trends in Help Seeking school based doi 10 3390 ijerph22040523
  5. EDUCATIONAL PSYCHOLOGY CURRICULUM TO IMPROVE STUDENTS' MENTAL WELL-BEING IN SCHOOLS | Prima Magistra:... doi.org/10.37478/jpm.v6i2.5032EDUCATIONAL PSYCHOLOGY CURRICULUM TO IMPROVE STUDENTS MENTAL WELL BEING IN SCHOOLS Prima Magistra doi 10 37478 jpm v6i2 5032
Read online
File size253.43 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test