PPSDPPPSDP
PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of EducationPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Round Table dan Peer Tutoring dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 15 Palembang. Penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan strategi pengajaran inovatif yang mendorong partisipasi aktif siswa dan meningkatkan pemahaman konsep melalui interaksi dan kolaborasi antar siswa. Model Round Table menekankan kerjasama dan komunikasi aktif dalam kelompok kecil, sedangkan metode Peer Tutoring melibatkan siswa dengan penguasaan materi yang lebih baik untuk membantu rekan-rekannya memahami materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa kelas X. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua metode ini secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, fasilitas dan infrastruktur yang memadai, serta waktu implementasi kolaboratif yang terbatas dan tingkat keterlibatan siswa yang bervariasi dalam kelompok. Secara keseluruhan, kombinasi metode Round Table dan Peer Tutoring terbukti efektif dan menjadi alternatif yang layak dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 15 Palembang, integrasi model Round Table dan Peer Tutoring terbukti menjadi strategi yang sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas X.Temuan utama adalah pendekatan sinergis ini berhasil mengatasi dimensi kognitif dan afektif dari pembelajaran.Model Round Table menciptakan suasana kelas yang partisipatif dan adil, di mana setiap kontribusi siswa dihargai, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan pemikiran kritis kolaboratif.Sementara itu, mekanisme Peer Tutoring yang terstruktur memanfaatkan hubungan antar siswa untuk mendalam pemahaman konsep.tutor memperkuat pengetahuan mereka sendiri dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan, sedangkan tutee memperoleh penjelasan dalam bahasa yang lebih mudah dipahami dalam konteks sosial yang kurang menakutkan.Bersama-sama, kedua model ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, inklusif, dan menyenangkan yang mengurangi hambatan psikologis dan membangun komunitas akademik yang suportif.Implikasi praktis utamanya adalah implementasi yang sukses bergantung pada persiapan yang terencana dan dukungan institusional.Pendidik harus beralih dari menjadi pengajar tradisional menjadi fasilitator yang terampil, yang memerlukan pengembangan profesional yang terarah dalam mengelola dinamika kolaboratif dan membimbing tutor siswa.Selain itu, sekolah harus berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan, termasuk tata letak kelas yang fleksibel untuk kerja kelompok, media instruksional yang sesuai, dan waktu yang dialokasikan dalam kurikulum untuk mengakomodasi sifat diskursif metode-metode ini.Kerangka kerja terstruktur untuk memilih dan melatih tutor peer juga penting untuk menjamin efektivitas dan keadilan, sehingga mengubah tantangan potensial seperti kesenjangan partisipasi menjadi peluang untuk dukungan peer yang terstruktur.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi longitudinal untuk menilai keberlanjutan peningkatan motivasi dan korelasi jangka panjangnya dengan prestasi akademik dalam matematika.Penelitian komparatif yang menilai efektivitas model gabungan ini terhadap strategi kolaboratif lainnya dalam mata pelajaran atau konteks budaya yang berbeda akan sangat berharga.Selain itu, menyelidiki alat evaluasi spesifik untuk mengukur pengembangan keterampilan lunak, seperti komunikasi dan tanggung jawab, yang dibina melalui model-model ini akan memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang dampak mereka.Akhirnya, penelitian ini menekankan bahwa memupuk motivasi adalah proses interaktif yang kuat, yang dipicu oleh desain pedagogis yang memprioritaskan suara aktif siswa dan solidaritas peer.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki dampak jangka panjang dari metode Round Table dan Peer Tutoring terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengikuti perkembangan siswa selama beberapa tahun dan mengamati apakah peningkatan motivasi yang dihasilkan oleh metode-metode ini bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas model Round Table dan Peer Tutoring dengan strategi kolaboratif lainnya dalam mata pelajaran atau konteks budaya yang berbeda akan memberikan wawasan berharga tentang keunggulan dan kelemahan masing-masing metode. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang dan tingkat kemampuan, serta mengamati bagaimana metode-metode ini mempengaruhi motivasi belajar mereka. Selain itu, penelitian yang berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa melalui metode Round Table dan Peer Tutoring juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana metode-metode ini mempengaruhi perkembangan karakter siswa, seperti kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dampak jangka panjang dan aspek-aspek non-akademik dari metode Round Table dan Peer Tutoring dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
- The Effectiveness of Roundtable Technique on Students’ Writing Ability in Descriptive Text | JEET,... doi.org/10.59689/jeet.v6i01.156The Effectiveness of Roundtable Technique on StudentsAo Writing Ability in Descriptive Text JEET doi 10 59689 jeet v6i01 156
- The Role of Pedagogical Mentoring in Virtual Exchange - O'Dowd - 2020 - TESOL Quarterly - Wiley... doi.org/10.1002/tesq.543The Role of Pedagogical Mentoring in Virtual Exchange ODowd 2020 TESOL Quarterly Wiley doi 10 1002 tesq 543
- Single view – International journal of social science and education researchers studies. single... ijssers.org/single-view/?id=8823&pid=8674Single view Ae International journal of social science and education researchers studies single ijssers single view id 8823 pid 8674
- An Instructional Innovation That Embeds Group Learning in Case Teaching: The Table Case Method - April... doi.org/10.1177/10525629231216642An Instructional Innovation That Embeds Group Learning in Case Teaching The Table Case Method April doi 10 1177 10525629231216642
| File size | 183.1 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Dibutuhkan prioritas peminjaman dengan tidak hanya melihat pada satu variabel saja namun lebih pada kombinasai beberapa faktor pendukung peminjaman. SulitDibutuhkan prioritas peminjaman dengan tidak hanya melihat pada satu variabel saja namun lebih pada kombinasai beberapa faktor pendukung peminjaman. Sulit
UNSURUNSUR Cluster pertama merupakan cluster yang sering memesan kamar ekonomis dan memesan secara daring disebut online-low customer. Cluster ke-2 bernama mediumCluster pertama merupakan cluster yang sering memesan kamar ekonomis dan memesan secara daring disebut online-low customer. Cluster ke-2 bernama medium
UNSURUNSUR Penelitian ini dilakukan di sinter plant PT. XYZ. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 26. Berdasarkan hasilPenelitian ini dilakukan di sinter plant PT. XYZ. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 26. Berdasarkan hasil
UNSURUNSUR Setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk) didapatkan penurunan resiko yaitu kategori yang dapat diterima (acceptable) sebanyak 3 risikoSetelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk) didapatkan penurunan resiko yaitu kategori yang dapat diterima (acceptable) sebanyak 3 risiko
UNSURUNSUR perusahaan sering dihadapkan permasalahan dalam pemilihan supplier bata ringan (hebel) karena setelah supplier terpilih pun sering terjadi permasalahan-permasalahanperusahaan sering dihadapkan permasalahan dalam pemilihan supplier bata ringan (hebel) karena setelah supplier terpilih pun sering terjadi permasalahan-permasalahan
UNSURUNSUR Karya Nugraha adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi alat-alat kesehatan atau alat-alat medis. Karya Nugraha berdiri padaKarya Nugraha adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi alat-alat kesehatan atau alat-alat medis. Karya Nugraha berdiri pada
UNSURUNSUR Mulai tahun 2021 dengan beroperasinya Terminal Petikemas di Pelabuhan Kuala Tanjung, maka seluruh bangkitan barang dari KEK Sei Mangkei sampai dengan tahunMulai tahun 2021 dengan beroperasinya Terminal Petikemas di Pelabuhan Kuala Tanjung, maka seluruh bangkitan barang dari KEK Sei Mangkei sampai dengan tahun
UNSURUNSUR Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kepuasan dengan mengukur tingkat kepuasan mahasiswa Universitas XYZ terhadap Program PERMATA-SAKTI tahunPenelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kepuasan dengan mengukur tingkat kepuasan mahasiswa Universitas XYZ terhadap Program PERMATA-SAKTI tahun
Useful /
UMSUMS Analisis ini mengungkap tema-tema yang berulang dalam narasi remaja mengenai keterlibatan ayah dalam kegiatan sehari-hari, dukungan emosional saat stres,Analisis ini mengungkap tema-tema yang berulang dalam narasi remaja mengenai keterlibatan ayah dalam kegiatan sehari-hari, dukungan emosional saat stres,
PPSDPPPSDP Implementasi supervisi akademik yang terstruktur dan berkelanjutan terbukti meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Palembang. Program supervisi yang melibatkanImplementasi supervisi akademik yang terstruktur dan berkelanjutan terbukti meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Palembang. Program supervisi yang melibatkan
PPSDPPPSDP Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 10 pihak terkait (kepala sekolah, guru, siswa, staf), observasi, dan analisis dokumen. TemuanData dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 10 pihak terkait (kepala sekolah, guru, siswa, staf), observasi, dan analisis dokumen. Temuan
UGMUGM Oleh karena itu, dapat dimengerti bahwa buku ini terbatas dalam membahas perspektif kritis tentang transparansi, yang menganggap transparansi sebagai alatOleh karena itu, dapat dimengerti bahwa buku ini terbatas dalam membahas perspektif kritis tentang transparansi, yang menganggap transparansi sebagai alat