PPSDPPPSDP

PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of Education

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menentukan efek dari Internet of Things (IoT) dan layanan perpustakaan terhadap minat membaca siswa sekolah menengah atas di Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan sampel 92 siswa yang dipilih melalui sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert 5 poin di 90 item pernyataan. Analisis menggunakan teknik regresi linier sederhana dan berganda. Temuan menunjukkan tiga efek yang signifikan: (1) IoT secara independen mempengaruhi minat membaca siswa; (2) layanan perpustakaan secara independen mempengaruhi minat membaca siswa; dan (3) baik IoT dan layanan perpustakaan secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat membaca siswa sekolah menengah atas di kecamatan tersebut. Penelitian ini secara inovatif menyelidiki pengaruh sinergis antara infrastruktur teknologi (IoT) dan sumber daya pendidikan tradisional (layanan perpustakaan) terhadap keterlibatan membaca dalam konteks Indonesia yang lokal. Sekolah dan otoritas pendidikan harus secara strategis berinvestasi dalam konektivitas digital dan peran komplementer mereka dalam meningkatkan minat membaca siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bukti empiris terhadap diskursus teknologi pendidikan, membuktikan bahwa motivasi membaca di era digital memerlukan peningkatan terintegrasi baik sumber daya belajar fisik dan akses teknologi.

Studi ini mengungkapkan peran signifikan namun terbatas dari faktor teknologi dan institusional dalam membentuk minat membaca siswa sekolah menengah atas di Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang.Temuan kunci menunjukkan bahwa baik Internet of Things (IoT) dan layanan perpustakaan memiliki pengaruh individu yang signifikan secara statistik terhadap minat membaca, dengan IoT berkontribusi 19,1% dan layanan perpustakaan berkontribusi 16%.Pengaruh gabungan mereka secara bersamaan mencapai 19,5% dari variasi minat membaca.Meskipun efek-efek ini signifikan secara statistik, temuan yang paling mencolok adalah varians yang tidak dijelaskan yang cukup besar sekitar 80% yang masih dapat diatribusikan pada faktor di luar penelitian ini.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun integrasi IoT dan layanan perpustakaan berkualitas penting, mereka jauh dari penggerak dominan perilaku membaca remaja.Bagi sekolah dan otoritas pendidikan distrik, temuan ini menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur digital (IoT) dan perbaikan perpustakaan layak tetapi tidak cukup sebagai strategi mandiri.Perpustakaan harus berkembang melampaui fungsi pinjaman buku tradisional menjadi pusat belajar dinamis yang memanfaatkan IoT untuk rekomendasi personalisasi, akses digital, dan program literasi yang menarik.Namun, upaya-upaya ini harus disertai dengan inisiatif yang lebih luas yang menangani lingkungan literasi keluarga, pengaruh teman sebaya, motivasi intrinsik, dan persaingan dari media hiburan.Untuk penelitian selanjutnya, varians yang tidak dijelaskan sebesar 80% ini menyajikan agenda yang kritis.Studi selanjutnya harus menyelidiki determinan potensial lainnya seperti budaya membaca keluarga, akses ke bahan bacaan yang beragam di rumah, pengaruh media sosial dan hiburan digital, model perilaku membaca guru, dan komunitas membaca teman sebaya.Pendekatan campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara kualitatif dan kelompok fokus dapat memberikan wawasan yang lebih dalam ke dalam pengalaman dan motivasi siswa.Penelitian longitudinal akan membantu melacak bagaimana minat membaca berkembang dan intervensi apa yang menghasilkan dampak berkelanjutan.Akhirnya, studi perbandingan di antara distrik yang berbeda atau jenis sekolah akan menerangi bagaimana faktor kontekstual memoderasi pengaruh IoT dan layanan perpustakaan terhadap keterlibatan membaca.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menyelidiki determinan potensial lainnya seperti budaya membaca keluarga, akses ke bahan bacaan yang beragam di rumah, pengaruh media sosial dan hiburan digital, model perilaku membaca guru, dan komunitas membaca teman sebaya. Pendekatan campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara kualitatif dan kelompok fokus dapat memberikan wawasan yang lebih dalam ke dalam pengalaman dan motivasi siswa. Penelitian longitudinal akan membantu melacak bagaimana minat membaca berkembang dan intervensi apa yang menghasilkan dampak berkelanjutan. Akhirnya, studi perbandingan di antara distrik yang berbeda atau jenis sekolah akan menerangi bagaimana faktor kontekstual memoderasi pengaruh IoT dan layanan perpustakaan terhadap keterlibatan membaca.

  1. Analisis Peran Pustakawan untuk Meningkatkan Mutu Layanan Perpustakaan di Pondok Pesantren Al-Yusriyah... doi.org/10.61132/jbpai.v2i6.740Analisis Peran Pustakawan untuk Meningkatkan Mutu Layanan Perpustakaan di Pondok Pesantren Al Yusriyah doi 10 61132 jbpai v2i6 740
  2. Fostering Digital Literacy Through SLiMS: A Narrative Literature Review - EUDL. fostering digital literacy... eudl.eu/doi/10.4108/eai.14-10-2024.2355009Fostering Digital Literacy Through SLiMS A Narrative Literature Review EUDL fostering digital literacy eudl eu doi 10 4108 eai 14 10 2024 2355009
  3. Introduction to the Internet of Things - Internet of Things A to Z - Wiley Online Library. introduction... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781394280490.ch1Introduction to the Internet of Things Internet of Things A to Z Wiley Online Library introduction onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781394280490 ch1
Read online
File size148.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test