PPSDPPPSDP
PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of EducationPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja guru dan lingkungan sekolah terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 5 Palembang. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan. Sampel terdiri dari 68 guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa: (1) kinerja guru berpengaruh signifikan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka (p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,646; (2) lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap implementasi kurikulum (p = 0,000 < 0,05) dengan R² sebesar 0,586; dan (3) secara bersamaan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap implementasi (p = 0,000 < 0,05) dengan R² sebesar 0,723, yang menunjukkan bahwa 72,3% variasi dalam implementasi kurikulum dijelaskan oleh kinerja guru dan lingkungan sekolah secara bersama-sama. Penelitian ini memberikan validasi empiris awal dari determinan kunci yang secara khusus mempengaruhi peluncuran kebijakan Kurikulum Merdeka baru di Indonesia, dengan memeriksa faktor-faktor manusia dan konteks dalam pengaturan sekolah yang terlokalisasi. Sekolah harus memprioritaskan pengembangan profesional guru yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan fisik dan psikososial yang mendukung untuk memastikan implementasi kurikulum yang efektif sesuai dengan tujuan kebijakan. Penelitian ini berkontribusi dengan wawasan berbasis bukti terhadap diskursus kebijakan pendidikan, menunjukkan bahwa reformasi kurikulum yang sukses memerlukan investasi simultan dalam kualitas guru dan kondisi institusional yang kondusif.
Penelitian ini mengonfirmasi bahwa baik kinerja guru maupun lingkungan sekolah merupakan penentu signifikan dalam implementasi sukses Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 5 Palembang.Temuan kunci mengungkapkan bahwa kinerja guru memiliki pengaruh individu yang signifikan, berkontribusi secara signifikan terhadap seberapa efektif kurikulum independen diterapkan dalam praktik kelas.Demikian pula, lingkungan sekolah yang mencakup dimensi fisik, sosial, dan psikologis menunjukkan efek independen yang signifikan terhadap implementasi kurikulum.Yang paling kritis, analisis simultan mengungkapkan bahwa kedua faktor ini bersama-sama menciptakan pengaruh sinergis yang kuat, dengan efek gabungan mereka secara signifikan melebihi kontribusi individu mereka.Ini menunjukkan bahwa reformasi kurikulum optimal memerlukan guru yang berprestasi tinggi dan ekosistem sekolah yang mendukung, sumber daya yang baik bekerja secara harmonis.Bagi kepala sekolah, temuan ini menekankan kebutuhan untuk berinvestasi dalam pengembangan profesional guru yang berkelanjutan yang secara khusus selaras dengan tuntutan filosofis dan pedagogis Kurikulum Merdeka.Ini termasuk pelatihan tentang pengajaran diferensial, pembelajaran berbasis proyek, dan penilaian otentik.Secara bersamaan, pemimpin harus secara sengaja menciptakan lingkungan sekolah yang positif melalui penyediaan fasilitas yang memadai, membangun budaya kolaboratif, dan kebijakan yang mendukung yang mengurangi beban administratif.Bagi otoritas pendidikan distrik, hasil penelitian ini membenarkan strategi perbaikan terintegrasi yang secara bersamaan menangani pembangunan kapasitas guru dan pengembangan infrastruktur sekolah daripada intervensi terisolasi.Bagi guru sendiri, temuan ini memperkuat bahwa pertumbuhan profesional dan kinerja mereka bukanlah usaha terisolasi tetapi sangat dimungkinkan atau dibatasi oleh konteks sekolah yang mengelilingi mereka.Untuk penelitian masa depan, beberapa rekomendasi muncul.Studi harus menyelidiki variabel tambahan yang mungkin mempengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka, seperti gaya kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, atau kesiapan siswa.Pendekatan campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara kualitatif dan observasi kelas dapat menerangi mekanisme melalui mana kinerja guru dan lingkungan sekolah berinteraksi dalam praktik sehari-hari.Penelitian longitudinal yang melacak implementasi selama beberapa tahun akan mengungkapkan bagaimana dinamika ini berkembang saat sekolah matang dalam perjalanan reformasi kurikulum mereka.Studi komparatif di seluruh daerah yang berbeda dan jenis sekolah akan menguji generalisasi temuan ini dan mengidentifikasi faktor-faktor konteks spesifik yang memoderasi hubungan tersebut.Akhirnya, penelitian yang mengeksplorasi komponen spesifik lingkungan sekolah seperti infrastruktur digital, dukungan kolegial, atau efisiensi administratif yang paling kuat memungkinkan kinerja guru akan memberikan panduan yang nuansa untuk alokasi sumber daya.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan profesional guru yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif untuk implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum dan bagaimana keterlibatan orang tua dapat memperkuat proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman kita tentang faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka dan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
- One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.71382/aa.v1i02.142One moment please one moment please wait request verified doi 10 71382 aa v1i02 142
- Analysis of The Effect of Teacher Competency and Work Environment on Teacher Performance With Motivation... journal.lembagakita.com/index.php/IJMSIT/article/view/462Analysis of The Effect of Teacher Competency and Work Environment on Teacher Performance With Motivation journal lembagakita index php IJMSIT article view 462
- The Adaptive Challenges of Curriculum Implementation: Insights for Educational Leaders Driving Standards-Based... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2332858420932828The Adaptive Challenges of Curriculum Implementation Insights for Educational Leaders Driving Standards Based journals sagepub doi 10 1177 2332858420932828
| File size | 162.45 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PPSDPPPSDP Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa 0,0% siswa berada dalamData dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa 0,0% siswa berada dalam
PPSDPPPSDP Kekuatan penjelasan yang hampir lengkap ini menekankan bahwa kinerja guru terutama dibentuk oleh faktor-faktor kontekstual dan relasional ini daripadaKekuatan penjelasan yang hampir lengkap ini menekankan bahwa kinerja guru terutama dibentuk oleh faktor-faktor kontekstual dan relasional ini daripada
PPSDPPPSDP Penelitian merekomendasikan agar sekolah terus mengembangkan program supervisi adaptif dan responsif sesuai kebutuhan guru, demi mencapai hasil belajarPenelitian merekomendasikan agar sekolah terus mengembangkan program supervisi adaptif dan responsif sesuai kebutuhan guru, demi mencapai hasil belajar
PPSDPPPSDP Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak strategi kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap kinerja sekolah, khususnya dengan mengkaji implementasiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak strategi kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap kinerja sekolah, khususnya dengan mengkaji implementasi
PPSDPPPSDP Temuan menunjukkan bahwa pemimpin sekolah dan guru lebih menitikberatkan tugas administratif daripada pengembangan pengajaran, sehingga siswa menjadi pelajarTemuan menunjukkan bahwa pemimpin sekolah dan guru lebih menitikberatkan tugas administratif daripada pengembangan pengajaran, sehingga siswa menjadi pelajar
PPSDPPPSDP Hasilnya menunjukkan bahwa manajemen PKL dijalankan secara sistematis melalui empat fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.Hasilnya menunjukkan bahwa manajemen PKL dijalankan secara sistematis melalui empat fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
PPSDPPPSDP Program pendampingan kepemimpinan bagi perempuan kepala rumah tangga, yang dilaksanakan melalui Sekolah Pemberdayaan Perempuan di Desa Hutamonu (TanahProgram pendampingan kepemimpinan bagi perempuan kepala rumah tangga, yang dilaksanakan melalui Sekolah Pemberdayaan Perempuan di Desa Hutamonu (Tanah
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Peran sentral agama semakin terkikis oleh peran negara dan aliran modernisme, sehingga tidak terjadi sinergi antara agama dan negara. Agama mengalami hibriditasiPeran sentral agama semakin terkikis oleh peran negara dan aliran modernisme, sehingga tidak terjadi sinergi antara agama dan negara. Agama mengalami hibriditasi
Useful /
PPSDPPPSDP Parents reported increased awareness of childrens socio-emotional development, communication skills, independence, and positive learning attitudes beyondParents reported increased awareness of childrens socio-emotional development, communication skills, independence, and positive learning attitudes beyond
PPSDPPPSDP Analisis ini menunjukkan bahwa AI dapat secara efektif mendukung pengembangan profesional guru hanya bila disematkan dalam ekosistem sekolah cerdas yangAnalisis ini menunjukkan bahwa AI dapat secara efektif mendukung pengembangan profesional guru hanya bila disematkan dalam ekosistem sekolah cerdas yang
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Hasil dari penelitian ini adalah bahwa selama ini rekrutmen dan seleksi calon guru PAK tidak mengikuti prosedur standar yang lazim berlaku, dengan salahHasil dari penelitian ini adalah bahwa selama ini rekrutmen dan seleksi calon guru PAK tidak mengikuti prosedur standar yang lazim berlaku, dengan salah
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Politik dan moralitas memiliki keterkaitan erat, di mana politisi seharusnya mengedepankan tujuan bersama seperti keadilan dan kesejahteraan. Gereja berperanPolitik dan moralitas memiliki keterkaitan erat, di mana politisi seharusnya mengedepankan tujuan bersama seperti keadilan dan kesejahteraan. Gereja berperan