STKYAKOBUSSTKYAKOBUS

Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA)Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA)

Salah satu strategi yang harus dilakukan oleh penyelenggara sekolah agar memperoleh calon-calon guru yang berkualitas adalah penerapan rekrutmen dan seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Demikian halnya dengan guru-guru pendidikan agama katolik (PAK). Jika prosedur rekrutmen dan seleksi guru PAK diikuti dengan baik, maka kebutuhan akan guru-guru PAK yang bermutu, yang menjadi kerinduan setiap sekolah dapat dijawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model rekrutmen dan seleksi calon guru PAK yang diterapkan selama ini di kabupaten Merauke, dengan berbagai dampak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yakni serangkaian prosedur penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif baik secara lisan maupun tertulis dari sumber atau perilaku orang yang dapat diamati. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa selama ini rekrutmen dan seleksi calon guru PAK tidak mengikuti prosedur standar yang lazim berlaku, dengan salah satu konsekuensinya adalah masih adanya beberapa guru PAK di sekolah-sekolah dengan kompetensi yang kurang memadai. Agar persoalan ini dapat diatasi, maka dibutuhkan model rekrutmen dan seleksi yang khusus, yang menjadi kekhasan dalam Gereja katolik, yakni yang berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983. Dengan menerapkan model ini, maka hanya calon-calon guru PAK yang bermutulah, yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah, dan yang akan berpengaruh terhadap pendidikan iman dan moral peserta didik.

Salah satu strategi yang harus dilakukan oleh penyelenggara sekolah agar memperoleh calon-calon guru yang berkualitas adalah penerapan rekrutmen dan seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku.Demikian halnya dengan guru-guru pendidikan agama katolik (PAK).Jika prosedur rekrutmen dan seleksi guru PAK diikuti dengan baik, maka kebutuhan akan guru-guru PAK yang bermutu, yang menjadi kerinduan setiap sekolah dapat dijawab.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model rekrutmen dan seleksi calon guru PAK yang diterapkan selama ini di kabupaten Merauke, dengan berbagai dampak.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yakni serangkaian prosedur penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif baik secara lisan maupun tertulis dari sumber atau perilaku orang yang dapat diamati.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa selama ini rekrutmen dan seleksi calon guru PAK tidak mengikuti prosedur standar yang lazim berlaku, dengan salah satu konsekuensinya adalah masih adanya beberapa guru PAK di sekolah-sekolah dengan kompetensi yang kurang memadai.Agar persoalan ini dapat diatasi, maka dibutuhkan model rekrutmen dan seleksi yang khusus, yang menjadi kekhasan dalam Gereja katolik, yakni yang berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983.Dengan menerapkan model ini, maka hanya calon-calon guru PAK yang bermutulah, yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah, dan yang akan berpengaruh terhadap pendidikan iman dan moral peserta didik.Pola rekrutmen dan seleksi calon guru PAK di Kabupaten Merauke selama ini tidak diterapkan sesuai standar manajemen sumber daya manusia, sehingga menghasilkan guru-guru dengan kompetensi yang kurang memadai.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 dapat dirancang secara sistematis sebagai kerangka nasional untuk seluruh sekolah Katolik di Indonesia, dengan melibatkan otoritas Gereja lokal dalam proses seleksi kompetensi spiritual dan moral calon guru PAK.Selanjutnya, perlu diteliti dampak jangka panjang dari penerapan model ini terhadap kualitas pembelajaran agama Katolik dan perkembangan iman peserta didik, dengan membandingkan sekolah-sekolah yang menerapkan model ini dengan yang masih menggunakan prosedur biasa.Terakhir, penelitian juga dapat mengembangkan instrumen penilaian kompetensi spiritual yang terukur dan berbasis ajaran Gereja, yang dapat digunakan dalam wawancara dan observasi kinerja guru PAK, sehingga tidak hanya mengandalkan latar belakang pendidikan, tetapi juga menilai kesaksian hidup dan kepekaan rohani calon guru secara objektif dan berkelanjutan.Solusi yang diajukan adalah penerapan model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 yang melibatkan otoritas Gereja dalam memberikan rekomendasi kelayakan mengajar dan menekankan lima kompetensi utama.Salah satu strategi yang harus dilakukan oleh penyelenggara sekolah agar memperoleh calon-calon guru yang berkualitas adalah penerapan rekrutmen dan seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku.Demikian halnya dengan guru-guru pendidikan agama katolik (PAK).Jika prosedur rekrutmen dan seleksi guru PAK diikuti dengan baik, maka kebutuhan akan guru-guru PAK yang bermutu, yang menjadi kerinduan setiap sekolah dapat dijawab.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model rekrutmen dan seleksi calon guru PAK yang diterapkan selama ini di kabupaten Merauke, dengan berbagai dampak.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yakni serangkaian prosedur penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif baik secara lisan maupun tertulis dari sumber atau perilaku orang yang dapat diamati.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa selama ini rekrutmen dan seleksi calon guru PAK tidak mengikuti prosedur standar yang lazim berlaku, dengan salah satu konsekuensinya adalah masih adanya beberapa guru PAK di sekolah-sekolah dengan kompetensi yang kurang memadai.Agar persoalan ini dapat diatasi, maka dibutuhkan model rekrutmen dan seleksi yang khusus, yang menjadi kekhasan dalam Gereja katolik, yakni yang berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983.Dengan menerapkan model ini, maka hanya calon-calon guru PAK yang bermutulah, yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah, dan yang akan berpengaruh terhadap pendidikan iman dan moral peserta didik.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 dapat dirancang secara sistematis sebagai kerangka nasional untuk seluruh sekolah Katolik di Indonesia, dengan melibatkan otoritas Gereja lokal dalam proses seleksi kompetensi spiritual dan moral calon guru PAK. Selanjutnya, perlu diteliti dampak jangka panjang dari penerapan model ini terhadap kualitas pembelajaran agama Katolik dan perkembangan iman peserta didik, dengan membandingkan sekolah-sekolah yang menerapkan model ini dengan yang masih menggunakan prosedur biasa. Terakhir, penelitian juga dapat mengembangkan instrumen penilaian kompetensi spiritual yang terukur dan berbasis ajaran Gereja, yang dapat digunakan dalam wawancara dan observasi kinerja guru PAK, sehingga tidak hanya mengandalkan latar belakang pendidikan, tetapi juga menilai kesaksian hidup dan kepekaan rohani calon guru secara objektif dan berkelanjutan.

  1. #manajemen sumber daya manusia#manajemen sumber daya manusia
  2. #manajemen mutu#manajemen mutu
Read online
File size281.14 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-2SE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test