PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Parent–Child Communication dengan Brain Rot pada Generasi Z. Sebanyak 207 partisipan yang tergolong Generasi Z dan aktif menggunakan media sosial serta yang tinggal bersama dengan orang tua terlibat dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Parent–Child Communication dan Brain Rot, meskipun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Selain itu, aspek Idealization dalam Parent-Child Communication ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap Brain Rot. Temuan ini mengindikasikan bahwa komunikasi emosional yang hangat dengan orang tua dapat berperan sebagai faktor pelindung terhadap dampak negatif paparan digital.

Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Parent–Child Communication dan kecenderungan Brain Rot pada Generasi Z, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah.Aspek Idealization dalam komunikasi orang tua-anak memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Brain Rot, menunjukkan bahwa rasa aman dan kenyamanan emosional dari hubungan dengan orang tua turut menekan gejala Brain Rot.Namun, kontribusi komunikasi orang tua-anak terhadap Brain Rot terbatas, sehingga diperlukan pendekatan multidisipliner untuk menangani fenomena ini secara menyeluruh.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pola komunikasi orang tua-anak dalam keluarga dengan latar belakang budaya atau ekonomi berbeda memengaruhi risiko Brain Rot, karena konteks sosial-budaya dapat membentuk dinamika komunikasi dan penggunaan teknologi yang unik. Kedua, penting untuk menguji efektivitas intervensi keluarga berbasis pelatihan komunikasi emosional, khususnya aspek Idealization, dalam menurunkan gejala Brain Rot melalui studi eksperimen jangka panjang. Ketiga, perlu dikaji bagaimana literasi digital yang diajarkan di sekolah berinteraksi dengan kualitas komunikasi keluarga dalam membentuk ketahanan kognitif remaja terhadap stimulasi digital berlebihan. Penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi kombinasi antara pendekatan keluarga, sekolah, dan kebijakan teknologi untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih komprehensif bagi Generasi Z. Studi-studi ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun campuran untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme perlindungan terhadap Brain Rot di tengah lingkungan digital yang kompleks. Dengan demikian, intervensi yang dirancang bisa lebih tepat sasaran dan relevan dengan kehidupan nyata para remaja dan keluarga mereka.

  1. Journal of Business Innovation and Governance » Submission » BRAIN ROT: OVERCONSUMPTION OF... doi.org/10.54472/jobig.1605072Journal of Business Innovation and Governance A Submission A BRAIN ROT OVERCONSUMPTION OF doi 10 54472 jobig 1605072
  2. Development of the Parent–Child Communication Quality Scale from the Perspective of Children’s... mdpi.com/2076-328X/14/10/933Development of the ParentAeChild Communication Quality Scale from the Perspective of ChildrenAos mdpi 2076 328X 14 10 933
  3. Wayback Machine. wayback machine ijrpr.com/uploads/V5ISSUE12/IJRPR36252.pdfWayback Machine wayback machine ijrpr uploads V5ISSUE12 IJRPR36252 pdf
  4. Parent-Child Communication: A Case Study of Teachers from a Romanian Life-Sciences University | Canadian... doi.org/10.29173/cjfy29794Parent Child Communication A Case Study of Teachers from a Romanian Life Sciences University Canadian doi 10 29173 cjfy29794
Read online
File size339.75 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test