UBUB
APMBA (Asia Pacific Management and Business Application)APMBA (Asia Pacific Management and Business Application)Mobile banking is one of the channels of banking service provided by banking institutions in forms of modern platforms that are fully based on digital technology and displace physical interaction between banks and their customers. For banking industry, mobile banking is more than a service option; it is a strategic plan to facilitate customers changes in behavior. However, the acceptance of such platform by the public, particularly micro entrepreneurs, is still in question. The objective of this research is to identify factors influencing the use of mobile banking based on the perception of micro customers of Bank DKI in Surabaya. The variables used in this study were developed from previous researches that also examined the same matter with adjustment on the characteristics of micro customers. The variables, developed through the theoretical review, were then empirically assessed using SEM-PLS. The data was collected from questionnaires distributed to 266 micro customers who received financing from Bank DKI. The survey discovered that perceived usefulness, perceived ease of use, and social influence are empirically proven to have both direct effects on the use of mobile banking and indirect effects through attitude toward use. Practical implications also discussed in this paper.
Perceived usefulness, ease of use, and social influence directly influence the use of mobile banking among micro‑entrepreneurs.These factors also affect usage indirectly through shaping the users attitudes toward the platform.The findings confirm that enhancing perceived benefits, simplifying the interface, and leveraging social networks are key to promoting mobile banking adoption.
1. Lakukan studi kualitatif untuk memahami bagaimana persepsi risiko dan kepercayaan memengaruhi keputusan micro‑entrepreneur menggunakan mobile banking, sehingga dapat merancang strategi mitigasi risiko yang lebih spesifik. 2. Uji efektivitas program pelatihan literasi digital bagi micro‑entrepreneur dan evaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan kepercayaan diri dan penggunaan mobile banking dalam jangka panjang. 3. Bandingkan perilaku adopsi mobile banking antara cabang bank swasta dan BUMN di wilayah Surabaya menggunakan model multigruppa, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memperkuat atau melemahkan adopsi di masing‑masing sektor.
| File size | 499.9 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UIADUIAD Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: sebagian besar mahasiswa guru berada pada tingkat kompetensi menengah dalam keterampilan abad ke-21; hanya sebagianHasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: sebagian besar mahasiswa guru berada pada tingkat kompetensi menengah dalam keterampilan abad ke-21; hanya sebagian
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Peserta terdiri dari guru, orang tua, dan mahasiswa. Hasil pelaksanaan webinar menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya membangunPeserta terdiri dari guru, orang tua, dan mahasiswa. Hasil pelaksanaan webinar menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya membangun
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Pengembangan media digital untuk penyuluhan pertanian sangat penting. Petani dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) harus menggunakan multimedia di ponselPengembangan media digital untuk penyuluhan pertanian sangat penting. Petani dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) harus menggunakan multimedia di ponsel
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Petani yang menempati posisi sentral dalam jaringan komunikasi dari dimensi tingkat sentralitas derajat, sentralitas kedekatan, dan sentralitas perantaraPetani yang menempati posisi sentral dalam jaringan komunikasi dari dimensi tingkat sentralitas derajat, sentralitas kedekatan, dan sentralitas perantara
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Program yang relevan dan tepat sasaran memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Evaluasi berkelanjutan memungkinkan manajemen menilai efektivitas programProgram yang relevan dan tepat sasaran memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Evaluasi berkelanjutan memungkinkan manajemen menilai efektivitas program
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian iniMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Program ini meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan yang meliputi survei dan studi analisis situasi. Hasil pelatihan yang dilakukan diantaranya:Program ini meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan yang meliputi survei dan studi analisis situasi. Hasil pelatihan yang dilakukan diantaranya:
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan Jarkomluhdes sangat rendah. Faktor ketersediaan sarana dan prasarana serta literasi digital secara signifikanTingkat partisipasi petani dalam kegiatan Jarkomluhdes sangat rendah. Faktor ketersediaan sarana dan prasarana serta literasi digital secara signifikan
Useful /
UBUB Seiring dengan kemajuan industri, jumlah kasus yang terkait dengan keberlanjutan juga meningkat. Sebagai tanggapan, industri telah menerapkan serangkaianSeiring dengan kemajuan industri, jumlah kasus yang terkait dengan keberlanjutan juga meningkat. Sebagai tanggapan, industri telah menerapkan serangkaian
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Metode penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelumMetode penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum
UNBITAGOUNBITAGO Strategi promosi kesehatan perlu beralih dari pendekatan satu arah menjadi model partisipatif yang memberdayakan remaja sebagai aktor aktif dalam menciptakanStrategi promosi kesehatan perlu beralih dari pendekatan satu arah menjadi model partisipatif yang memberdayakan remaja sebagai aktor aktif dalam menciptakan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Petani maju dapat menjadi agen penyuluh swadaya yang mendukung pembangunan pertanian melalui pendekatan partisipatif. Peran mereka sebagai pemimpin informalPetani maju dapat menjadi agen penyuluh swadaya yang mendukung pembangunan pertanian melalui pendekatan partisipatif. Peran mereka sebagai pemimpin informal