UBUB
APMBA (Asia Pacific Management and Business Application)APMBA (Asia Pacific Management and Business Application)Laporan ini menganalisis industri tembakau global dan mengevaluasi inisiatif yang diambil oleh industri untuk mempromosikan pengembangan bisnis berkelanjutan. Tujuan keseluruhan dari penilaian ini adalah untuk menentukan tingkat komitmen yang diberikan industri terhadap isu-isu yang diangkat dalam keberlanjutan. Elemen yang dibahas dalam laporan ini menguraikan beberapa isu utama termasuk gambaran umum operasi industri saat ini dan jangka panjang, kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan industri yang memengaruhi kondisi sosial, kesehatan, dan lingkungan, serta tindakan industri sebelum keberlanjutan. Diskusi tentang inisiatif industri tembakau khususnya lebih lanjut memeriksa inisiatif berkelanjutan yang diterapkan dalam sektor ekonomi, sosial, kesehatan, dan lingkungan. Evaluasi mendalam dilakukan terhadap setiap sektor, menganalisis komitmen industri untuk membenarkan seberapa berdedikasi industri tersebut dalam mewujudkan praktik bisnis berkelanjutan. Bagian kedua dari diskusi ini menarik analisis praktis dengan membandingkan sembilan prinsip kinerja keberlanjutan Epstein dan kinerja keberlanjutan HM Sampoerna Tbk PT (salah satu perusahaan tembakau terbesar di Indonesia). Laporan ini memiliki sejumlah batasan dan kekurangan, seperti kurangnya evaluasi yang lebih mendalam terhadap inisiatif industri di semua sektor, khususnya aspek lingkungan, serta ketidakefisienan pengumpulan data.
Secara keseluruhan, prospek industri tembakau global dalam jangka panjang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama permintaan akan rokok yang masih akan mendominasi pasar.Seiring dengan kemajuan industri, jumlah kasus yang terkait dengan keberlanjutan juga meningkat.Sebagai tanggapan, industri telah menerapkan serangkaian inisiatif berkelanjutan yang terkait dengan sektor sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan, dengan motivasi yang diarahkan pada setiap sektor.Meskipun sebagian besar perusahaan tembakau telah mampu menetapkan program yang dialokasikan untuk meningkatkan dampak lingkungan, tidak ada tanda-tanda atau bukti investasi substansial lainnya untuk menggantikan praktik-praktik sebelumnya.Masalah keberlanjutan yang sedang berlangsung di semua tingkatan tampaknya sulit dikendalikan secara adil karena komitmen parsial yang ditampilkan oleh sebagian besar perusahaan tembakau.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian baru dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari peralihan ke produk tembakau alternatif, seperti tembakau tanpa asap, pada petani tembakau dan komunitas lokal yang bergantung pada industri tembakau sebagai sumber mata pencaharian. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan implementasi praktik pertanian berkelanjutan dalam budidaya tembakau, termasuk penggunaan pupuk organik, pengendalian hama terpadu, dan konservasi air, untuk mengurangi dampak lingkungan dari pertanian tembakau. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki efektivitas berbagai kebijakan dan regulasi pemerintah dalam mempromosikan keberlanjutan dalam industri tembakau, seperti pajak tembakau, pembatasan pemasaran, dan persyaratan pelabelan yang lebih jelas. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian di masa depan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang keberlanjutan dalam industri tembakau, serta menginformasikan pengembangan kebijakan dan praktik yang lebih efektif untuk mempromosikan keberlanjutan di sektor ini.
| File size | 612.75 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulangFaktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitianData hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU moench) varietas bioguma dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi pola pemupukan terhadap panjang akar tanaman sorgum (sorghum bicolormoench) varietas bioguma dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi pola pemupukan terhadap panjang akar tanaman sorgum (sorghum bicolor
UBUB Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan metode kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan sekunder melaluiDesain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan metode kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan sekunder melalui
UNSERAUNSERA Hasil menunjukkan peningkatan signifikan jumlah siswa yang menjawab benar pada post-test dibandingkan pre-test, serta antusiasme tinggi selama praktik.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan jumlah siswa yang menjawab benar pada post-test dibandingkan pre-test, serta antusiasme tinggi selama praktik.
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penerapan dengan faktor-faktor seperti kekosmopolitan (tingkat keterpaparan petani terhadap informasiTerdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penerapan dengan faktor-faktor seperti kekosmopolitan (tingkat keterpaparan petani terhadap informasi
ARESTEARESTE Analisis korelasi juga menunjukkan bahwa peningkatan dosis kompos TKKS memiliki potensi untuk meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebarAnalisis korelasi juga menunjukkan bahwa peningkatan dosis kompos TKKS memiliki potensi untuk meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Indeks adopsi menunjukkan dalam sembilan komponen adopsi pertanian berkelanjutan, penanaman pohon adalah komponen yang paling tinggi adopsinya dengan nilaiIndeks adopsi menunjukkan dalam sembilan komponen adopsi pertanian berkelanjutan, penanaman pohon adalah komponen yang paling tinggi adopsinya dengan nilai
Useful /
BMABERSAMABMABERSAMA Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 39,667 1,345 X2; korelasi Rx2y sebesar 0,671;Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 39,667 1,345 X2; korelasi Rx2y sebesar 0,671;
ARESTEARESTE Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK, yang terdiri dari tiga tingkatan: 0 kg/ha (N1), 500 kg/ha (N2), dan 1000 kg/ha (N3). Parameter yang diamati meliputiFaktor kedua adalah dosis pupuk NPK, yang terdiri dari tiga tingkatan: 0 kg/ha (N1), 500 kg/ha (N2), dan 1000 kg/ha (N3). Parameter yang diamati meliputi
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi minat pemuda Suku Batak dan Suku Jawa dalam bidang pertanian, dan perbedaan minatTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi minat pemuda Suku Batak dan Suku Jawa dalam bidang pertanian, dan perbedaan minat
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Data diolah menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, dan analisis konkordansi Kendalls W. Hasil pengkajian menunjukkanData diolah menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, dan analisis konkordansi Kendalls W. Hasil pengkajian menunjukkan