NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Journal of Management and Digital BusinessJournal of Management and Digital Business

Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif untuk menguji pengaruh stres kerja dan beban kerja terhadap keinginan berpindah, hubungan antara beban dan stres kerja, maupun pengaruh mediasi stres kerja terhadap hubungan antara beban kerja dan keinginan berpindah. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari karyawan dan karyawati Perusahaan X di Jawa Barat bagian selatan dengan jumlah 898. Selanjutnya, rumus Issac dan Michael digunakan untuk menghitung jumlah sampel yang mewakili, yaitu 270. Setelah mendistribusikan kuesioner, studi ini hanya mendapatkan 238 respon. Respon mereka kemudian dianalisis menggunakan model persamaan struktural berbasis kovarians. Akhirnya, studi ini menyimpulkan pengaruh positif dari stres dan beban kerja terhadap keinginan berpindah, hubungan positif antara beban dan stres kerja dan stress kerja berperan sebagai pemediasi. Berdasarkan bukti-bukti tersebut, penelitian ini menawarkan pedoman bagi perusahaan untuk merumuskan strategi retensi yang komprehensif untuk menghindari keinginan berpindah yang dapat mencegah hilangnya karyawan dan karyawati yang produktif.

Penelitian ini menemukan bahwa beban kerja dan stres kerja berkorelasi positif dengan keinginan berpindah.Selain itu, beban kerja dan stres kerja juga memiliki hubungan positif.Lebih lanjut, stres kerja berperan sebagai mediator.Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan perlu mengurangi stres kerja untuk menekan keinginan berpindah karyawan dengan menyediakan sumber daya yang memadai, fleksibilitas waktu, dan kompensasi yang adil agar karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi turnover intention, seperti lingkungan kerja, keamanan karir, keseimbangan kehidupan kerja, dan dukungan sosial. Dengan demikian, pemahaman tentang penyebab turnover intention akan lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor industri dan tingkat jabatan untuk menguji generalisasi temuan. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih luas tentang fenomena turnover intention di berbagai konteks organisasi. Ketiga, penelitian dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif karyawan terkait stres kerja dan keinginan berpindah. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memicu stres kerja dan bagaimana karyawan mengelola keinginan untuk berpindah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan strategi retensi karyawan yang efektif dan berkelanjutan.

  1. Employee Turnover: Causes, Importance and Retention Strategies | European Journal of Business and Management... doi.org/10.24018/ejbmr.2021.6.3.893Employee Turnover Causes Importance and Retention Strategies European Journal of Business and Management doi 10 24018 ejbmr 2021 6 3 893
  2. Workload, organizational commitment, and turnover intention: Job satisfaction as mediation | Jurnal Manajemen... journal.maranatha.edu/index.php/jmm/article/view/7485Workload organizational commitment and turnover intention Job satisfaction as mediation Jurnal Manajemen journal maranatha edu index php jmm article view 7485
Read online
File size335.57 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test