UNUKALTIMUNUKALTIM

Journal of Sustainable TransformationJournal of Sustainable Transformation

Diabetes mellitus disebabkan kelebihan kadar gula darah dari batas normalnya. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi sehingga membahayakan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dan efektifitas pengobatan melalui nilai HbA1C pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Segiri. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi cross sectional. Sampel penelitian menggunakan data primer berupa kuesioner yang dibagikan kepada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Segiri. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan dan uji ChiSquare di SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 14 (25,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Patuh, 19 (34,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Sedang, dan 22 (40%) responden dengan tingkat kepatuhan “Tidak Patuh. Berdasarkan data pada penelitian yang dilakukan di Puskesmas Segiri terdapat 14 pasien (56%) dengan nilai HbA1C <7%. Berdasarkan uji statistic chi square didapatkan nilai p-Value 0,439 (p>0,05) yang menunjukan bahwa kepatuhan minum obat tidak memiliki hubungan secara signifikan pada efektifitas terapi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri Kota Samarinda tergolong baik, ditunjukkan dengan persentase pasien dengan kadar HbA1C terkontrol.Namun, tingkat kepatuhan minum obat pada pasien masih perlu ditingkatkan, karena mayoritas responden menunjukkan tingkat kepatuhan yang kurang.Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan efektivitas terapi, yang mengindikasikan faktor lain juga berperan dalam pengendalian kadar gula darah.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi efektivitas terapi diabetes melitus tipe 2, seperti peran dukungan sosial keluarga dan lingkungan, serta pengaruh program edukasi kesehatan yang lebih intensif. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman pasien terkait kepatuhan minum obat, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih personal dan efektif. Terakhir, penelitian prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak intervensi peningkatan kepatuhan terhadap pengendalian kadar gula darah dan pencegahan komplikasi diabetes melitus tipe 2, serta untuk mengidentifikasi strategi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

  1. HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN EFEKTIFITAS PENGOBATAN MELALUI NILAI HbA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS... ojss.unukaltim.ac.id/index.php/jst/en/article/view/37HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN EFEKTIFITAS PENGOBATAN MELALUI NILAI HbA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS ojss unukaltim ac index php jst en article view 37
Read online
File size420.03 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test