STKIP JBSTKIP JB

EdumathEdumath

Pemecahan masalah merupakan bagian terpenting dari tujuan pembelajaran matematika. Setiap siswa dalam memecahkan masalah memiliki karakteristik berbeda, hal ini dipengaruhi oleh gaya kognitifnya. Salah satu jenis gaya kognitif adalah field independent. Dalam menyelesaikan masalah, siswa pasti ada kesalahan. Untuk mengurangi kesalahan tersebut maka harus mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa. Penelitian ini menganalisi kesalahan mengunakan teori Newman, dengan alasan Analisis kesalahan Newmen merupakan analisis kesalahan yang lengkap dan sesuai digunakan untuk menganalisis soal cerita. Newmen mendaftar ada 5 jenis kesalahan yaitu membaca (reading), pemahaman (comperehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skill), dan jawaban akhir (acoding). Adapun tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesalahan siswa SMA bergaya kognitif field independent dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan teori newman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Responden terdiri dari 36 siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 Jombang. Responden diberikan tes GEFT, diambil satu siswa yang memiliki gaya kognitif field independent. Instrumen pendukung adalah tes GEFT, tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Keabsaan data menggunakan triangulasi waktu. Analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah subjek field independent dalam memecahkan masalah terdapat 3 jenis kesalahan yang meliputi kesalahan membaca, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan jawaban akhir.

Penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan gaya kognitif Field Independent (FI) melakukan tiga jenis kesalahan dalam memecahkan masalah program linier, yaitu kesalahan membaca, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan jawaban akhir.Kesalahan membaca terjadi karena subjek salah membaca simbol yang ada dalam masalah, namun subjek mampu menjelaskan maksud dan informasi yang ada dalam masalah dengan tepat.Kesalahan keterampilan proses terjadi pada saat menghitung nilai optimum, sementara kesalahan jawaban akhir terjadi pada saat menyimpulkan hasil pemecahannya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah subjek yang lebih banyak dan beragam, tidak hanya terbatas pada siswa dengan gaya kognitif Field Independent, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dalam pemecahan masalah matematika. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen diagnostik yang lebih akurat dan spesifik untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan teori Newman, sehingga guru dapat memberikan intervensi yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh strategi pembelajaran tertentu, seperti pembelajaran berbasis masalah atau pembelajaran kooperatif, terhadap kemampuan siswa dalam mengatasi kesalahan-kesalahan yang telah diidentifikasi, dengan tujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan membantu siswa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik.

Read online
File size1.49 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test