ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama IslamJurnal Budi Pekerti Agama Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa aktif siswa dalam pembelajaran mata pelajaran biologi daring selama wabah Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan jenis penelitiannya adalah penelitian survei. Populasinya adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Panyabungan dan sampelnya adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3. Sementara itu, subjek penelitian menggunakan guru biologi dan siswa SMA Negeri 3 Panyabungan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran daring di SMA Negeri 3 Panyabungan kurang aktif. Hal ini disesuaikan dengan situasi yang terjadi selama pandemi Covid-19 di mana pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh. Selama pembelajaran daring, aktivitas belajar siswa mungkin belum sepenuhnya tercapai sesuai dengan indikator aktivitas belajar siswa, yaitu: 1) Visual Activities, memperhatikan, membaca selama proses pembelajaran, 2) Oral Activities, berinteraksi dalam proses pembelajaran, 3) Listening Activities, mendengarkan dan berdiskusi secara aktif, 4) Writing Activities, mengumpulkan tugas dan membuat ringkasan, 5) Drawing Activities, membuat ringkasan, 6) Motor Activities, melakukan percobaan, 7) Mental Activities, menanggapi, 8) Emotional Activities, minat, rasa gembira selama proses pembelajaran.

Aktivitas belajar siswa selama pembelajaran daring di SMA Negeri 3 Panyabungan tergolong kurang aktif karena dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19 dengan sistem pembelajaran jarak jauh.Keterbatasan fasilitas seperti akses internet yang tidak memadai dan tidak memiliki perangkat memadai menghambat partisipasi siswa.Selain itu, ketidaksiapan siswa menghadapi pembelajaran daring secara tiba-tiba serta tumpukan tugas menyebabkan menurunnya motivasi dan konsentrasi belajar.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis grup kecil secara daring terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa di daerah terbatas sinyal, dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi rumah siswa. Kedua, penting untuk meneliti pengembangan modul pembelajaran biologi offline yang dilengkapi media digital sederhana (seperti video USB atau CD) bagi siswa yang tidak memiliki akses internet stabil, untuk menilai dampaknya terhadap keterlibatan dan pemahaman materi. Ketiga, diperlukan penelitian mengenai pelatihan kesiapan digital bagi guru dan siswa sebelum penerapan pembelajaran daring, untuk melihat sejauh mana program pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas interaksi dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar jarak jauh. Ketiga ide penelitian ini saling melengkapi dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur, kecakapan teknologi, dan strategi pembelajaran yang mendukung konteks pembelajaran daring di wilayah terpencil selama kondisi darurat kesehatan. Penelitian lanjutan sebaiknya dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari uji coba terbatas di satu sekolah sebelum diperluas, serta mengukur tidak hanya aktivitas belajar tetapi juga hasil belajar jangka panjang siswa. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan aspek psikologis siswa, seperti stres akademik akibat tumpukan tugas, dalam desain pembelajaran yang lebih manusiawi. Dengan pendekatan terpadu ini, diharapkan sistem pembelajaran daring dapat lebih inklusif, efektif, dan berkelanjutan meskipun dalam kondisi yang menantang.

  1. #pendidikan agama#pendidikan agama
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size583.86 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2g4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test