ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama IslamJurnal Budi Pekerti Agama Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai keislaman yang bersumber dari kisah anak dalam Al-Quran dalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan di TK Yahdina Panyabungan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kisah Nabi Yusuf, Nabi Ismail, dan kisah Luqman untuk menyampaikan nilai kejujuran, kesabaran, dan ketaatan kepada orang tua. Nilai-nilai tersebut diinternalisasi melalui metode bercerita, pembiasaan harian seperti doa bersama, hafalan hadis, dan kegiatan berbagi. Kendala utama dalam implementasi ini adalah kurangnya fokus sebagian anak saat kegiatan berlangsung. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan naratif dan pembiasaan dalam menanamkan nilai Islam sejak usia dini.

Implementasi nilai keislaman di TK Yahdina Panyabungan dilakukan melalui integrasi metode storytelling, pembiasaan harian, dan keteladanan guru dalam menyampaikan kisah Quran seperti Nabi Yusuf, Nabi Ismail, dan Luqman.Meskipun terdapat tantangan konsentrasi anak, pendekatan yang konsisten terbukti efektif menanamkan nilai kejujuran, kesabaran, dan ketaatan secara relevan.Dengan praktik berkelanjutan, metode ini berpotensi membentuk karakter religius dan akhlak mulia pada anak usia dini.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penggunaan media digital interaktif dalam menyampaikan kisah Quran memengaruhi tingkat konsentrasi dan internalisasi nilai keislaman pada anak usia dini; misalnya dengan membandingkan kelompok yang menerima cerita melalui aplikasi animasi interaktif dengan kelompok yang mendengar cerita konvensional. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk menilai efektivitas berbagai teknik penyajian storytelling, seperti penggunaan boneka, dramatisasi peran, atau visualisasi gambar, terhadap perkembangan moral anak, khususnya dalam aspek kejujuran, kesabaran, dan ketaatan. Selain itu, penelitian longitudinal diperlukan untuk melacak dampak jangka panjang penerapan kegiatan pembiasaan harian yang berkelanjutan—seperti doa bersama, salam, dan berbagi—terhadap perilaku sosial dan karakter religius anak selama beberapa tahun, guna menentukan apakah konsistensi praktik dapat menghasilkan perubahan perilaku yang stabil. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ilmu pendidikan Islam dapat memperoleh bukti empiris yang lebih kuat untuk merancang strategi pembelajaran yang optimal bagi perkembangan karakter anak.

  1. #pendidikan agama#pendidikan agama
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size625.34 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2g5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test