UNUKALTIMUNUKALTIM

Journal of Sustainable TransformationJournal of Sustainable Transformation

Penelitian ini bermaksud untuk menguak, menjabarkan, dan menganalisa konsep pemikiran Islam dari Syekh Taqiyuddin an-Nabhani mengenai penyediaan dan distribusi keuangan publik dalam Baitul Maal dengan mengambil perspektif Manajemen surgawi. Hasil penelitian menguak bahwa konsep pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani tentang manajemen pasokan dan distribusi keuangan public di Baitul Maal pada hakikatnya merupakan konsep penerimaan dan pengeluaran yang mencerminkan pendapatan dan alokasi pengeluaran negara khilafah yang sesuai dengan prinsip syariat agama Islam. Analisis umum menunjukkan bahwa konsep Baitul Maal dalam pemikiran Syekh Taqiyuudin An-Nabhani menjelaskan bahwa Baitul Maal memanajemen aset masyarakat dalam skala negara dan menekankan peran politik Islam riayah ala syuunil ummat (kepengurusan atas urusan umat) oleh dawlah dan imam/khalifah. Adapun, analisis objek formal menunjukkan bahwa konsep Baitul Maal dalam pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mengandung nilai-nilai yang memenuhi ranah Life is Place of Wealth sebagai domain dalam manajemen langit/spiritual.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap Baitul Mal yaitu menekankan kepada aspek keterikatan hukum syara dan keterlibatan individu, masyarakat dan negara dalam pengelolaan pasokan dan distribusi Baitul Mal.Adapun manajemen pengelolaan pasokan dan distribusi harta dalam Baitu Mal menurut pemikiran beliau memenuhi aspek-aspek yang termaktub dalam manajemen spiritual, sehingga dapat dikatakan bahwa pemikiran beliau mengenai Baitul Mal merupakan pemikiran murni terlepas dari paham kapitalisme-sekuler yang menjadi arus utama dunia saat ini.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji implementasi konsep Baitul Mal dalam konteks negara-negara modern, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang ada. Kedua, perlu adanya penelitian komparatif antara konsep Baitul Mal menurut Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dengan konsep pengelolaan keuangan publik lainnya, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta keunggulan masing-masing. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan publik oleh Baitul Mal, sehingga dapat memberikan masukan bagi perbaikan sistem dan kebijakan yang ada. Dengan demikian, diharapkan pemahaman mengenai Baitul Mal dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Read online
File size387.77 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test