UBUB

APMBA (Asia Pacific Management and Business Application)APMBA (Asia Pacific Management and Business Application)

Penelitian ini mengkaji pengaruh belanja daring dan dompet elektronik (e-wallet) terhadap pembelian impulsif konsumen. Fenomena belanja online dengan pembayaran melalui dompet digital semakin lazim di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 200 responden yang dipilih secara purposif dari dua kota besar di Jawa Timur, yaitu Malang dan Surabaya. Variabel belanja daring terdiri atas variasi pilihan, tingkat harga, atribut sensorik, penjelajahan utilitarian, dan penjelajahan hedonik. Sementara itu, variabel e-wallet mencakup pengaruh fitur layanan, iklan, persepsi manfaat, persepsi kegunaan, sikap konsumen, keamanan, risiko, dan diskon. Hasil menunjukkan bahwa tingkat harga, penjelajahan hedonik, persepsi manfaat, persepsi kegunaan, sikap konsumen, keamanan, risiko, dan diskon memiliki korelasi positif signifikan terhadap pembelian impulsif; sedangkan variasi pilihan, penjelajahan utilitarian, pengaruh fitur layanan, dan iklan memiliki korelasi negatif signifikan. Secara simultan, variabel belanja daring dan e-wallet berpengaruh terhadap pembelian impulsif. Implikasi praktis juga dibahas dalam artikel ini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat harga, penjelajahan hedonik, persepsi manfaat, persepsi kegunaan, sikap konsumen, keamanan, risiko, dan diskon memiliki korelasi positif signifikan terhadap pembelian impulsif, sedangkan variasi pilihan, penjelajahan utilitarian, pengaruh fitur layanan, dan iklan berkorelasi negatif signifikan.Indikator atribut sensorik tidak berpengaruh terhadap pembelian impulsif.Secara simultan, indikator belanja daring dan e-wallet berpengaruh terhadap pembelian impulsif konsumen di era saat ini, menunjukkan bahwa fenomena belanja daring dan penggunaan e-wallet sebagai pembayaran virtual meningkatkan perilaku pembelian impulsif.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh emosi dan suasana hati terhadap keputusan pembelian impulsif saat menggunakan e-wallet, mengingat bahwa aspek psikologis seperti perasaan positif mungkin memperkuat dorongan untuk berbelanja secara spontan. Kedua, penting untuk mengkaji dampak perbedaan jenis produk—apakah bersifat hedonik (seperti fashion atau hiburan) atau utilitarian (seperti kebutuhan pokok)—dalam memicu pembelian impulsif melalui platform belanja daring yang terintegrasi dengan e-wallet. Ketiga, perlu dilakukan penelitian yang mengeksplorasi pengaruh desain antarmuka aplikasi e-wallet dan strategi promosi digital terhadap kecenderungan konsumen melakukan pembelian tanpa perencanaan, terutama pada generasi muda yang lebih melek teknologi. Penggabungan ketiga aspek ini dapat menghasilkan model yang lebih komprehensif tentang perilaku konsumen digital di era revolusi industri 4.0. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan eksperimen lapangan atau survei longitudinal untuk menangkap dinamika perilaku secara lebih akurat. Selain itu, membandingkan pola perilaku antar wilayah atau kelompok demografis dapat mengungkap faktor kontekstual yang memengaruhi impulsivitas belanja. Temuan dari penelitian semacam ini akan sangat berguna bagi pengembang platform digital dan pemasar dalam merancang sistem yang bertanggung jawab. Pada saat yang sama, hasilnya dapat membantu konsumen memahami pemicu keputusan finansial mereka. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bermanfaat secara akademik tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas. Penting pula untuk menguji variabel moderasi seperti kontrol diri atau literasi keuangan pribadi. Studi serupa sebaiknya dilakukan di luar kota besar untuk memastikan generalisasi temuan. Pemahaman yang lebih dalam tentang mekanisme psikologis di balik pembelian impulsif dapat mendukung kebijakan konsumen yang lebih baik.

Read online
File size244.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test