UNBITAGOUNBITAGO

Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)

Penelitian ini menganalisis , dengan fokus pada pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Portal Garuda terhadap sumber publikasi tahun 2015-2025. Sebanyak 47 literatur dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi pola, mekanisme komunikasi, dan determinan perilaku sehat dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi yang terbuka, suportif, dan konsisten berperan penting dalam memediasi perilaku makan sehat, meningkatkan motivasi aktivitas fisik, serta membantu keluarga mengelola stres. Aktivitas fisik terbukti berfungsi sebagai proteksi stres, sementara pola makan sehat berkaitan dengan kualitas komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan promosi kesehatan berbasis keluarga yang mengintegrasikan komunikasi interpersonal sebagai strategi inti dalam membangun kepatuhan gaya hidup sehat keluarga muda.

Hasil studi literatur menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi merupakan fondasi penting dalam membentuk kepatuhan gaya hidup sehat pada keluarga muda.Komunikasi yang terbuka dan suportif terbukti memfasilitasi pengambilan keputusan terkait pola makan, meningkatkan motivasi aktivitas fisik bersama, serta membantu keluarga menghadapi tekanan psikososial melalui manajemen stres yang lebih adaptif.Temuan ini menegaskan bahwa gaya hidup sehat tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga kualitas interaksi dalam keluarga.Oleh karena itu, promosi kesehatan bagi keluarga muda membutuhkan pendekatan yang mengintegrasikan aspek komunikasi, edukasi gizi, aktivitas fisik, dan kesehatan mental secara holistik.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menguji mekanisme komunikasi spesifik dalam keluarga muda dan pengaruhnya terhadap perilaku makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan frekuensi makan bersama dalam keluarga muda, membangun komunikasi positif terkait kesehatan, dan merencanakan aktivitas fisik bersama secara rutin untuk memperkuat komitmen perilaku sehat. Tenaga kesehatan juga dapat memberikan edukasi gizi, pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal, dan konseling manajemen stres yang relevan dengan konteks kehidupan keluarga muda. Komunitas dan lembaga masyarakat dapat mengaktifkan kembali peran PKK, posyandu, dan komunitas olahraga sebagai fasilitator edukasi kesehatan keluarga. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat memperkuat program promosi kesehatan berbasis keluarga seperti Keluarga Sadar Gizi dan CERDIK serta memperluas akses layanan kesehatan mental dan gizi.

Read online
File size376.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test