UNBITAGOUNBITAGO
Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Arus informasi kesehatan yang beragam di media sosial menempatkan remaja pada posisi rentan terhadap misinformasi, terutama ketika kemampuan mengevaluasi sumber belum berkembang secara optimal. Kajian literatur ini menganalisis temuan empiris terbaru mengenai kapasitas literasi kesehatan digital remaja dalam menghadapi informasi yang menyesatkan, dengan menekankan bahwa akses informasi yang luas tidak diimbangi oleh keterampilan verifikasi yang memadai. Analisis terhadap publikasi terkini menunjukkan bahwa TikTok dan Instagram menjadi platform dominan penyebaran konten kesehatan tidak akurat, sementara kemampuan remaja dalam menilai kredibilitas sumber, memahami konteks, dan mengenali manipulasi visual masih sangat terbatas. Di sisi lain, intervensi berbasis pendekatan partisipatif, seperti pendidikan kesehatan digital yang dipimpin oleh teman sebaya (peer-led), terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan remaja terhadap informasi menyesatkan. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi promosi kesehatan digital yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kapasitas kritis remaja agar mampu menavigasi ekosistem informasi yang semakin kompleks.
Literasi kesehatan digital remaja merupakan faktor kunci dalam menghadapi arus misinformasi kesehatan di media sosial yang semakin masif.Remaja umumnya memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses informasi kesehatan, namun rendah dalam mengevaluasi kredibilitas dan akurasi sumber, sehingga rentan terhadap informasi palsu dan perilaku kesehatan berisiko.Strategi promosi kesehatan perlu beralih dari pendekatan satu arah menjadi model partisipatif yang memberdayakan remaja sebagai aktor aktif dalam menciptakan dan menyebarkan pesan kesehatan digital yang kredibel.
Pertama, perlu dikaji bagaimana efektivitas modul literasi kesehatan digital berbasis kurikulum sekolah menengah dalam meningkatkan kemampuan remaja mengevaluasi kebenaran informasi kesehatan di media sosial secara jangka panjang. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model co-creation konten kesehatan digital yang melibatkan remaja sebagai pencipta pesan, untuk memahami bagaimana keterlibatan aktif mereka memengaruhi kredibilitas, ketersebaran, dan penerimaan pesan oleh teman sebayanya. Ketiga, diperlukan penelitian tentang efektivitas mekanisme fact-checking kolaboratif yang melibatkan remaja, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan dalam mengurangi persepsi kebenaran terhadap konten kesehatan palsu di platform seperti TikTok dan Instagram. Penelitian-penelitian ini dapat membentuk dasar strategi yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam membangun ketahanan digital remaja. Dengan mengintegrasikan pendekatan pendidikan formal, partisipasi aktif, dan sistem verifikasi bersama, intervensi dapat menyentuh akar permasalahan literasi digital. Fokus pada konteks lokal Indonesia juga penting, mengingat perbedaan akses teknologi dan dinamika budaya digital dibandingkan negara maju. Melalui pendekatan multidimensi ini, remaja tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga agen perubahan dalam ekosistem informasi kesehatan digital. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain longitudinal dan campuran (mixed methods) untuk menangkap perubahan perilaku dan persepsi secara mendalam. Semua ini bertujuan menciptakan generasi muda yang kritis, cerdas informasi, dan tangguh dalam menghadapi misinformasi kesehatan.
- Digital Literacy Health And Reproductive Health In Early Adolescent Girls | Malaysian Journal of Medicine... mjmhsojs.upm.edu.my/index.php/mjmhs/article/view/1079Digital Literacy Health And Reproductive Health In Early Adolescent Girls Malaysian Journal of Medicine mjmhsojs upm edu my index php mjmhs article view 1079
- Gender digital health literacy gap across age: A moderated moderation effect on depression among inâschool... doi.org/10.1002/pits.22942Gender digital health literacy gap across age A moderated moderation effect on depression among inyAAAaschool doi 10 1002 pits 22942
- The Effectiveness of Digital Media in Improving Adolescent Health Literacy about the Dangers of Smoking:... jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/5728The Effectiveness of Digital Media in Improving Adolescent Health Literacy about the Dangers of Smoking jurnal unismuhpalu ac index php MPPKI article view 5728
| File size | 300.75 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUNM Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara remaja belajar, berinteraksi, dan mengakses informasi, sekaligus menghadirkan peluangPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara remaja belajar, berinteraksi, dan mengakses informasi, sekaligus menghadirkan peluang
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Edukasi berbasis keluarga dapat meningkatkan pengetahuan serta literasi kesehatan orang tua dan mendukung upaya pencegahan gangguan perkembangan anak usiaEdukasi berbasis keluarga dapat meningkatkan pengetahuan serta literasi kesehatan orang tua dan mendukung upaya pencegahan gangguan perkembangan anak usia
PROSCIENCESPROSCIENCES Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang infografis edukasi gizi anak yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bitung Jaya sebagaiTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang infografis edukasi gizi anak yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bitung Jaya sebagai
UCUC Amira berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong tindakan preventif seperti vaksinasi dan pendidikan seksual. Untuk meningkatkan efektivitasAmira berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong tindakan preventif seperti vaksinasi dan pendidikan seksual. Untuk meningkatkan efektivitas
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti pendidikan, riwayat hipertensi keluarga, asupan natrium, aktivitas fisik, IMT, merokok,Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti pendidikan, riwayat hipertensi keluarga, asupan natrium, aktivitas fisik, IMT, merokok,
PRINPRIN Dengan mengetahui gejala-gejala yang mungkin muncul, langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil dan sumber-sumber bantuan yang tersedia, kita dapatDengan mengetahui gejala-gejala yang mungkin muncul, langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil dan sumber-sumber bantuan yang tersedia, kita dapat
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Hsail penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan Premenstrual Syndrome cukup (63,2%) dan perilaku koping PMS maladaptif (54,4%). Hasil uji analisis menunjukkanHsail penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan Premenstrual Syndrome cukup (63,2%) dan perilaku koping PMS maladaptif (54,4%). Hasil uji analisis menunjukkan
UNARUNAR Terdapat hubungan self-care dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Sragi Lampung Selatan TahunTerdapat hubungan self-care dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Sragi Lampung Selatan Tahun
Useful /
UNMUNM Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Karang Taruna sebagai mitra pemerintah desa dalam monitoring dan pengawasan pembangunan desa. MetodeProgram pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Karang Taruna sebagai mitra pemerintah desa dalam monitoring dan pengawasan pembangunan desa. Metode
CAHAYAMANDALIKACAHAYAMANDALIKA Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker dan radiografer di Kabupaten Kendal pada masaPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker dan radiografer di Kabupaten Kendal pada masa
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi spiritual mualaf ditandai oleh meningkatnya pemahaman keagamaan, komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam,Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi spiritual mualaf ditandai oleh meningkatnya pemahaman keagamaan, komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam,
UNARUNAR Intervensi yang diberikan pada masalah Hipertemia Pada Anak Yang Mengalami Kejang Demam adalah memonitor suhu tubuh dan memberikan obat oral serta melakukanIntervensi yang diberikan pada masalah Hipertemia Pada Anak Yang Mengalami Kejang Demam adalah memonitor suhu tubuh dan memberikan obat oral serta melakukan