UNBITAGOUNBITAGO
Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)Peningkatan prevalensi perokok remaja di Indonesia menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan yang ada belum berjalan efektif. Penelitian ini menganalisis secara komprehensif tantangan strategis dalam implementasi promosi kesehatan pencegahan perilaku merokok pada remaja melalui studi literatur kualitatif terhadap publikasi ilmiah, kebijakan, dan laporan kesehatan periode 2015-2025. Analisis dilakukan menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi pola hambatan pada level kebijakan, institusional, metodologis, lingkungan eksternal, dan karakteristik psikososial remaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa lemahnya regulasi pengendalian tembakau, minimnya kapasitas layanan berhenti merokok, pendekatan intervensi yang belum sesuai kebutuhan remaja, serta kuatnya pengaruh industri rokok menjadi faktor dominan yang menurunkan efektivitas program.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya promosi kesehatan untuk mencegah perilaku merokok pada remaja di Indonesia masih menghadapi tantangan multidimensi yang saling berkaitan.Pada level kebijakan, lemahnya komitmen politik terlihat dari belum diratifikasinya FCTC, penegakan regulasi yang tidak konsisten, keterbatasan anggaran khusus, serta belum tegasnya pembatasan iklan dan promosi rokok yang menyasar remaja.Pada tingkat layanan masih sangat rendah—hanya sebagian kecil Puskesmas menyediakan layanan berhenti merokok—diikuti minimnya kompetensi tenaga kesehatan, integrasi program yang lemah, dan kurangnya sarana pendukung.Dari sisi pendekatan intervensi, program masih dominan berorientasi pada peningkatan pengetahuan, belum mengadopsi metode partisipatif berbasis bukti, serta belum menguatkan model peer education dan pendekatan ekologis yang komprehensif.pemasaran rokok yang agresif di media digital, mudahnya akses rokok melalui penjualan eceran, norma sosial yang permisif, serta kuatnya pengaruh teman sebaya.Karakteristik psikososial remaja turut memperberat situasi—mulai dari orientasi pada dampak jangka pendek, rendahnya kesadaran tentang adiksi nikotin, ketidaksesuaian strategi komunikasi dengan kultur digital remaja, hingga keterbatasan efektivitas intervensi farmakologis.Kompleksitas ini berkontribusi pada stagnasi capaian program, tercermin dari meningkatnya prevalensi perokok remaja dari 3,65% (2023) menjadi 3,68% (2024), menunjukkan bahwa intervensi yang ada belum memberikan dampak signifikan.
Untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan pencegahan perilaku merokok pada remaja, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif dan kolaboratif. Pertama, perlu ada penguatan regulasi dan kebijakan yang lebih tegas, termasuk ratifikasi FCTC, peningkatan kualitas penegakan aturan seperti larangan penjualan rokok pada anak, dan implementasi Kawasan Tanpa Rokok. Kedua, perluasan akses layanan berhenti merokok di Puskesmas harus ditingkatkan, disertai penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam konseling remaja. Ketiga, pendekatan intervensi harus lebih holistik dan berbasis perubahan perilaku, dengan menerapkan Human-Centered Design dan menguatkan program peer education. Keempat, untuk mengurangi faktor eksternal yang mendorong remaja merokok, pembatasan iklan rokok di media digital, pengendalian aksesibilitas melalui larangan rokok eceran, kenaikan cukai, serta larangan penjualan di sekitar sekolah perlu diperketat. Kelima, komunikasi risiko harus relevan dengan dunia remaja melalui konten digital yang menarik dan menekankan dampak jangka pendek. Akhirnya, penguatan sistem monitoring dan evaluasi diperlukan untuk memastikan efektivitas program dan memperkaya praktik berbasis bukti. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan pencegahan merokok pada remaja yang berkelanjutan dan memberi perlindungan nyata bagi generasi muda Indonesia.
| File size | 283.59 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
IDID Dukungan psikososial yang diberikan juga mampu menciptakan ruang interaksi yang aman, suportif, dan partisipatif bagi anak-anak. Kegiatan ini berkontribusiDukungan psikososial yang diberikan juga mampu menciptakan ruang interaksi yang aman, suportif, dan partisipatif bagi anak-anak. Kegiatan ini berkontribusi
UNBITAGOUNBITAGO Namun, masih ditemukan kesenjangan pemahaman terkait prosedur donor darah dan manfaat ilmiahnya bagi pendonor. Responden yang mendonorkan darah umumnyaNamun, masih ditemukan kesenjangan pemahaman terkait prosedur donor darah dan manfaat ilmiahnya bagi pendonor. Responden yang mendonorkan darah umumnya
UNBITAGOUNBITAGO Efektivitasnya sangat bergantung pada literasi kesehatan digital dan efikasi diri remaja dalam menilai serta menginterpretasikan informasi secara kritis.Efektivitasnya sangat bergantung pada literasi kesehatan digital dan efikasi diri remaja dalam menilai serta menginterpretasikan informasi secara kritis.
UNBITAGOUNBITAGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampus telah berupaya mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing ke dalam kurikulum sebagai strategi peningkatan dayaHasil penelitian menunjukkan bahwa kampus telah berupaya mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing ke dalam kurikulum sebagai strategi peningkatan daya
UNBITAGOUNBITAGO Temuan ini menegaskan pentingnya strategi promosi kesehatan digital yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kapasitas kritis remajaTemuan ini menegaskan pentingnya strategi promosi kesehatan digital yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kapasitas kritis remaja
UWKSUWKS Pengujian sistem dilakukan dengan metode black-box testing untuk memastikan setiap fitur berjalan sesuai spesifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwaPengujian sistem dilakukan dengan metode black-box testing untuk memastikan setiap fitur berjalan sesuai spesifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
UADUAD Kesimpulan: Peneliti berasumsi bahwa peningkatan jumlah kunjungan pasien dapat terjadi karena tren COVID-19 telah menurun dan pembatasan aktivitas olehKesimpulan: Peneliti berasumsi bahwa peningkatan jumlah kunjungan pasien dapat terjadi karena tren COVID-19 telah menurun dan pembatasan aktivitas oleh
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahayaHasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahaya
Useful /
UNBITAGOUNBITAGO Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa variabel yang signifikan berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah kegiatan pengisi waktu luang danDari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa variabel yang signifikan berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah kegiatan pengisi waktu luang dan
UNIGRESUNIGRES Demikian pula bila PKPU Tetap gagal dilaksanakan, debitor pun akan berujung pada kepailitan. Dalam kepailitan, kedudukan antara kreditur dan debitur dalamDemikian pula bila PKPU Tetap gagal dilaksanakan, debitor pun akan berujung pada kepailitan. Dalam kepailitan, kedudukan antara kreditur dan debitur dalam
UNBITAGOUNBITAGO Komunikasi yang terbuka dan suportif terbukti memfasilitasi pengambilan keputusan terkait pola makan, meningkatkan motivasi aktivitas fisik bersama, sertaKomunikasi yang terbuka dan suportif terbukti memfasilitasi pengambilan keputusan terkait pola makan, meningkatkan motivasi aktivitas fisik bersama, serta
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres pada siswa sekolah full day dan half day. Desain penelitian yang digunakan adalah crossPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres pada siswa sekolah full day dan half day. Desain penelitian yang digunakan adalah cross