JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchPenelitian ini menguji hubungan antara waktu layar, durasi tidur, sikap, aktivitas fisik, waktu bermain game rata-rata, dan jumlah teman bermain game dengan kejadian obesitas pada remaja. Studi ini menggunakan desain studi kasus-kontrol. Populasi penelitian terdiri dari remaja berusia 16–18 tahun, yang meliputi kelompok kasus dan kontrol. Kelompok kasus mencakup remaja dengan obesitas di Kecamatan Leuwisari, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari remaja tidak obesitas dari lokasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan berhubungan dengan obesitas remaja antara lain waktu layar (OR=6,33, p=0,000), durasi tidur (OR=4,25, p=0,004), sikap remaja terhadap obesitas (OR=8,17, p=0,004), aktivitas fisik (OR=6,00, p=0,004), waktu bermain game rata-rata (r=0,624, p = 0,012), dan jumlah teman bermain game (r=0,509, p = 0,000).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya hidup digital, faktor sosial, dan kebiasaan makan berperan penting dalam kejadian obesitas pada remaja.Waktu layar yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan pengaruh teman sebaya dalam bermain game berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multidimensional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat, untuk mencegah obesitas pada remaja.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara paparan digital, faktor sosial, dan perkembangan obesitas pada remaja. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam persepsi dan pengalaman remaja terkait dengan obesitas, gaya hidup digital, dan pengaruh teman sebaya. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi dan intervensi yang bertujuan untuk mengurangi waktu layar, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengubah sikap terhadap obesitas pada remaja. Dengan menggabungkan temuan dari berbagai pendekatan penelitian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas remaja dapat diperoleh, sehingga dapat menginformasikan pengembangan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih efektif.
| File size | 485.16 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
LENTERANUSALENTERANUSA Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kesadaran remaja putri untuk menjaga kesehatanDengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kesadaran remaja putri untuk menjaga kesehatan
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas penderita DM dalam program Prolanis di Puskesmas Cepogo mengalami kecemasan ringan, terutamaBerdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas penderita DM dalam program Prolanis di Puskesmas Cepogo mengalami kecemasan ringan, terutama
AIPKEMAAIPKEMA Sikap positif terhadap kontrasepsi sebagian besar ada, namun masih terdapat hambatan yang signifikan, termasuk stigma sosial dan akses informasi yang terbatas.Sikap positif terhadap kontrasepsi sebagian besar ada, namun masih terdapat hambatan yang signifikan, termasuk stigma sosial dan akses informasi yang terbatas.
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Namun, analisis statistik tidak menemukan hubungan signifikan antara persepsi ibu dan status imunisasi dasar lengkap pada anak. Temuan ini mengindikasikanNamun, analisis statistik tidak menemukan hubungan signifikan antara persepsi ibu dan status imunisasi dasar lengkap pada anak. Temuan ini mengindikasikan
PKRPKR Hasil ini menekankan pentingnya strategi lintas sektor yang adaptif terhadap budaya untuk meningkatkan cakupan IMD. Tinjauan ini menunjukkan bahwa faktorHasil ini menekankan pentingnya strategi lintas sektor yang adaptif terhadap budaya untuk meningkatkan cakupan IMD. Tinjauan ini menunjukkan bahwa faktor
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Sampel sebanyak 166 orang dipilih dengan stratified random sampling. Alat pengumpul data berupa kuesioner kemampuan koping dan kesehatan mental. Hasil:Sampel sebanyak 166 orang dipilih dengan stratified random sampling. Alat pengumpul data berupa kuesioner kemampuan koping dan kesehatan mental. Hasil:
POLTEKPELNIPOLTEKPELNI Berdasarkan hasil uji T parsial (X1 (lingkungan kerja) nilai thitung 4,299 > ttabel 1,987), maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima karena terdapat pengaruhBerdasarkan hasil uji T parsial (X1 (lingkungan kerja) nilai thitung 4,299 > ttabel 1,987), maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima karena terdapat pengaruh
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan menganalisis literatur dan sumber-sumber sekunder yang relevan untuk memberikan gambaranPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan menganalisis literatur dan sumber-sumber sekunder yang relevan untuk memberikan gambaran
Useful /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Anthony M and Anthony have highlighted some of the issues with AI as bias in algorithms that endangers fair trial and equality, mass surveillance thatAnthony M and Anthony have highlighted some of the issues with AI as bias in algorithms that endangers fair trial and equality, mass surveillance that
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Usia lanjut merupakan fase perubahan yang disebabkan oleh proses penuaan. Masalah kesehatan yang dialami lansia salah satunya yaitu hipertensi. HipertensiUsia lanjut merupakan fase perubahan yang disebabkan oleh proses penuaan. Masalah kesehatan yang dialami lansia salah satunya yaitu hipertensi. Hipertensi
PNCPNC Dengan tumpuan (engsel-rol) menghasilkan defleksi sebesar 1,212 mm, tumpuan (jepit-rol) sebesar 0,541 mm dan tumpuan (jepit-jepit) sebesar 0,302 mm. HasilDengan tumpuan (engsel-rol) menghasilkan defleksi sebesar 1,212 mm, tumpuan (jepit-rol) sebesar 0,541 mm dan tumpuan (jepit-jepit) sebesar 0,302 mm. Hasil
PNCPNC Hasil menunjukkan bahwa algoritma XGBoost menghasilkan akurasi lebih tinggi dari teknik boosting lainnya yaitu sebesar 92.30%. Pada analisis matriks evaluasiHasil menunjukkan bahwa algoritma XGBoost menghasilkan akurasi lebih tinggi dari teknik boosting lainnya yaitu sebesar 92.30%. Pada analisis matriks evaluasi