IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Fenomena prank di media sosial telah berkembang menjadi bentuk hiburan yang sarat dengan isu etika dan moral, terutama ketika dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak psikologis terhadap korban. Meskipun sering mendapat respons positif dari netizen, konten semacam ini hakikatnya mengindikasikan adanya toleransi terhadap kekerasan simbolis di ruang digital. Artikel ini menganalisis respons kritis Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) terhadap praktik prank dari perspektif etika Islam yang diunggah di akun YouTube Aa Gym pada 9 Mei 2022, dengan merujuk pada hadis Nabi Muhammad tentang bercanda, khususnya dalam Sunan Abī Dāwūd. Kajian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough melalui tiga tahapan: analisis teks sebagai representasi ideologi, praktik sosiokultural, dan praktik wacana. Hasil analisis menunjukkan bahwa Aa Gym menekankan pentingnya humor yang bertanggung jawab, yang menghibur tanpa menyakiti atau merendahkan orang lain. Studi ini menegaskan pentingnya refleksi etis terhadap praktik humor digital, serta kebutuhan untuk mengevaluasi kembali batas-batas kesopanan dalam lelucon. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada diskursus etika media dan dakwah kontemporer, sekaligus menyoroti relevansi norma-norma Islam dalam merespons tantangan budaya populer pada era digital.

Fenomena prank di media sosial menimbulkan isu etika dan moral yang serius, khususnya karena dampak psikologis terhadap korban.Aa Gym menekankan pentingnya humor yang bertanggung jawab sesuai ajaran Islam, yang tidak menyakiti atau merendahkan orang lain.Studi ini menunjukkan bahwa analisis wacana kritis terhadap konten humor digital dapat memungkinkan norma agama untuk dikembangkan dalam konteks budaya online.Namun, penelitian ini terbatas pada analisis satu tokoh, sehingga perlu penelitian lanjutan untuk membandingkan peran ulama lain atau mengkaji respons audiens secara empiris.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan pendekatan etika terhadap prank antara tokoh Islam modern dan tradisional untuk memahami perbedaan paradigma. Selain itu, penting mengkaji bagaimana generasi muda mempersepsikan prank berdasarkan pandangan agama melalui kajian kualitatif di berbagai wilayah Indonesia. Studi lebih lanjut juga perlu mengeksplorasi cara digital influencer memadu nilai moral Islam dalam konten hiburan mereka agar tetap relevan dengan norma-norma kekinian tanpa menyalahi prinsip etika agama.

  1. Critical Discourse Analysis (CDA) of Norman Fairclough's Theory on Gojek YouTube Advertisement GoSend... redfame.com/journal/index.php/smc/article/view/7561Critical Discourse Analysis CDA of Norman Faircloughs Theory on Gojek YouTube Advertisement GoSend redfame journal index php smc article view 7561
  2. A Constructed Reality? A Fairclough-Inspired Critical Discourse Analysis of the Danish HPV Controversy... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1049732320909098A Constructed Reality A Fairclough Inspired Critical Discourse Analysis of the Danish HPV Controversy journals sagepub doi 10 1177 1049732320909098
  1. #nilai moral#nilai moral
  2. #analisis wacana kritis#analisis wacana kritis
Read online
File size1.1 MB
Pages28
Short Linkhttps://juris.id/p-2YM
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test