LENTERANUSALENTERANUSA

Lentera PengabdianLentera Pengabdian

Modul ajar merupakan perangkat kunci yang memberikan kerangka belajar komprehensif bagi siswa di kelas. Kerangka belajar bagi siswa harus disusun dengan menggunakan pendekatan yang relevan dengan cara belajar masa kini. Deep Learning menjadi salah satu pendekatan yang wajib diterapkan di sekolah dasar saat ini. Pelatihan penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning yang dilaksanakan PGSD UNDANA membantu guru 3T agar secara baik dan lengkap mampu menyusun modul ajar di sekolah dasar. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta pendampingan intens pada setiap guru yang mengabdi di sekolah tersebut. Pelatihan ini diberikan oleh dua orang narasumber bersama tim dosen program studi. Hasil dari pelatihan dan pendampingan ini, guru-guru mampu memahami dan menyusun modul ajar dengan pendekatan Deep Learning di sekolah dasar dengan lengkap disertai perangkat pendukung lainnya seperti bahan ajar, LKPD, dan media pembelajaran. Guru SD Inpres Pilasue menghasilkan 8 modul ajar berbasis Deep Learning yang siap digunakan dalam tahun akademik berjalan.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Deep Learning merupakan salah satu terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah saat ini.Pelatihan pembuatan modul ajar berbasis Deep Learning di SD Inpres Pilasue, Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao berjalan dengan baik tanpa hambatan.Guru mendapatkan pengalaman yang berarti dalam membuat modul ajar berbasis deep learning.Pelatihan ini menghasilkan modul ajar berbasis Deep Learning yang siap digunakan guru dalam pembelajaran dan memberikan rekomendasi untuk dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam penyediaan sarana prasarana digital serta pelatihan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan perlu menguji efektivitas integrasi teknologi AI dalam penyusunan modul ajar Deep Learning di daerah 3T, mengkaji dampak jangka panjang pelatihan berkelanjutan terhadap kompetensi guru, serta mengembangkan strategi adaptif untuk mengatasi hambatan infrastruktur digital di sekolah terluar. Selain itu, penelitian dapat mempertimbangkan kajian keberlanjutan praktik pembelajaran 4C (Pemikiran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi) di konteks sekolah pedesaan. Studi juga bisa fokus pada pengembangan model pelatihan kolaboratif antara dosen, guru, dan pemerintah daerah untuk memastikan penguatan keprofesionalan pendidik di daerah terisolir.

  1. Model Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Gaya Belajar pada Peserta Didik | Edu Consilium : Jurnal... ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/educons/article/view/6433Model Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Gaya Belajar pada Peserta Didik Edu Consilium Jurnal ejournal iainmadura ac index php educons article view 6433
  2. Workshop Pembuatan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Menggunakan AI | Jurnal Pengabdian Nasional (JPN)... doi.org/10.63447/jpni.v6i2.1403Workshop Pembuatan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Menggunakan AI Jurnal Pengabdian Nasional JPN doi 10 63447 jpni v6i2 1403
  3. Meaningful Learning in Philosophical Perspective: A Review of Ontology, Epistemology, and Axiology |... jurnal.unipar.ac.id/index.php/jeti/article/view/2152Meaningful Learning in Philosophical Perspective A Review of Ontology Epistemology and Axiology jurnal unipar ac index php jeti article view 2152
  1. #guru sd#guru sd
  2. #modul ajar#modul ajar
Read online
File size637.92 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2YH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test