JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchPenyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama secara global. Kualitas hidup pasien PJK tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh kondisi psikologis, spiritual, dan perilaku perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara kesejahteraan spiritual dan perawatan diri dengan kualitas hidup pada pasien penyakit jantung koroner di rumah sakit. Studi ini menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 93 pasien penyakit jantung koroner (PJK) yang menerima perawatan rawat jalan di Rumah Sakit Regional Gunung Jati Kota Cirebon dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Well-Being Scale (SWBS), Self-Care of Coronary Heart Disease Inventory (SC-CHDI), dan SF-36 Health Survey untuk mengukur kualitas hidup. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup (r = 0,56; p < 0,001), serta antara perawatan diri dan kualitas hidup (r = 0,64; p < 0,001). Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa baik kesejahteraan spiritual maupun perawatan diri secara signifikan memengaruhi kualitas hidup (R² = 0,72; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa faktor-faktor ini bersama-sama menjelaskan 72% variasi dalam kualitas hidup di antara pasien PJK. Perlu dicatat, perawatan diri muncul sebagai prediktor yang lebih kuat. Temuan ini menyoroti peran penting baik spiritualitas maupun perawatan diri dalam meningkatkan kesejahteraan pasien. Integrasi dukungan spiritual dan pendidikan perawatan diri ke dalam praktik keperawatan direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas hidup pada individu dengan penyakit jantung koroner.
Berdasarkan temuan dari 93 pasien penyakit jantung koroner (PJK) di sebuah rumah sakit di Cirebon, penelitian ini menyimpulkan bahwa baik kesejahteraan spiritual maupun perawatan diri secara signifikan berhubungan dengan kualitas hidup.Pasien yang memiliki tingkat kesejahteraan spiritual yang lebih tinggi cenderung melaporkan kualitas hidup yang lebih baik, karena spiritualitas dapat memberikan kekuatan batin, ketahanan emosional, dan penerimaan dalam menghadapi penyakit kronis.Demikian pula, perilaku perawatan diri yang baik berkontribusi positif dengan memungkinkan pasien untuk mengelola gejala, mencegah komplikasi, dan mempertahankan kemandirian.Pentingnya, analisis multivariat mengungkapkan bahwa perawatan diri adalah prediktor kualitas hidup yang lebih kuat.Oleh karena itu, pendekatan keperawatan holistik direkomendasikan—satu yang tidak hanya mendukung kesehatan fisik tetapi juga menekankan perawatan spiritual dan membina kapasitas perawatan diri.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi lebih dalam pengalaman pasien PJK dalam mengintegrasikan spiritualitas dan perawatan diri dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas intervensi spiritual dan perawatan diri. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara kesejahteraan spiritual, perawatan diri, dan kualitas hidup pada pasien PJK dari waktu ke waktu. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi mekanisme yang mendasari hubungan tersebut dan menginformasikan pengembangan intervensi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian intervensi yang mengevaluasi efektivitas program pendidikan perawatan diri berbasis spiritual dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien PJK. Program ini dapat mencakup pelatihan tentang manajemen stres, nutrisi sehat, olahraga teratur, dan praktik spiritual seperti meditasi atau doa. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian di masa depan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan pasien PJK melalui pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek fisik, psikologis, dan spiritual.
| File size | 482.16 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-3e1 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESRSANWARMEDIKASTIKESRSANWARMEDIKA Tingkat pengetahuan masyarakat diukur menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil edukasi dapat disimpulkan bahwa nilaiTingkat pengetahuan masyarakat diukur menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil edukasi dapat disimpulkan bahwa nilai
UnwahasUnwahas Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dan pengambilan data secara cross sectional yang dilakukan padaPenelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dan pengambilan data secara cross sectional yang dilakukan pada
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Hasil ini memberikan bukti tambahan bahwa terapi yang menargetkan sistem inflamasi dan imun mampu menekan biomarker inflamasi dan fibrosis, membuka peluangHasil ini memberikan bukti tambahan bahwa terapi yang menargetkan sistem inflamasi dan imun mampu menekan biomarker inflamasi dan fibrosis, membuka peluang
UNDIPUNDIP Metode: Penelitian potong lintang dilakukan terhadap 172 pasien hipertensi yang dirawat di Departemen Penyakit Dalam, Hue, Vietnam. Mengingat keterbatasanMetode: Penelitian potong lintang dilakukan terhadap 172 pasien hipertensi yang dirawat di Departemen Penyakit Dalam, Hue, Vietnam. Mengingat keterbatasan
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Hal ini dapat mengganggu aktivitas fisik dan memperparah kondisi jika intervensi keperawatan tidak diberikan. Membaca Al‑Quran suci merupakan alternatifHal ini dapat mengganggu aktivitas fisik dan memperparah kondisi jika intervensi keperawatan tidak diberikan. Membaca Al‑Quran suci merupakan alternatif
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Metode observasional analitis dengan desain penelitian cross-sectional digunakan. Pengambilan sampel berurutan digunakan untuk mengevaluasi hubungan antaraMetode observasional analitis dengan desain penelitian cross-sectional digunakan. Pengambilan sampel berurutan digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil. Hasil penelitian pada 54 subjek menunjukkan bahwa karakteristik mual pada pasien kemoterapi sebelum dan setelah hipnoterapi mengalami penurunanHasil. Hasil penelitian pada 54 subjek menunjukkan bahwa karakteristik mual pada pasien kemoterapi sebelum dan setelah hipnoterapi mengalami penurunan
INABJINABJ Adiposopati merupakan akar penyebab berbagai penyakit metabolik yang ditemukan secara klinis, seperti DMT2, hipertensi dan dislipidemia. Oleh karena itu,Adiposopati merupakan akar penyebab berbagai penyakit metabolik yang ditemukan secara klinis, seperti DMT2, hipertensi dan dislipidemia. Oleh karena itu,
Useful /
UNDIPUNDIP Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi-kopi pasien kanker payudara yang sedang menjalani kimoterapi selama pandemi COVID-19. Tahap toleransiPenelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi-kopi pasien kanker payudara yang sedang menjalani kimoterapi selama pandemi COVID-19. Tahap toleransi
UNDIPUNDIP Penemuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan gizi ibu hamil dan mendorong para ibu untuk mengikuti pengunjung antenatal secara rutin. Penelitian lanjutPenemuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan gizi ibu hamil dan mendorong para ibu untuk mengikuti pengunjung antenatal secara rutin. Penelitian lanjut
UNDIPUNDIP Analisis heterogenitas dan konsistensi menunjukkan variasi yang dapat diabaikan (χ²=1,757, p=0,78). Penutup luka alginat adalah yang paling efektif dalamAnalisis heterogenitas dan konsistensi menunjukkan variasi yang dapat diabaikan (χ²=1,757, p=0,78). Penutup luka alginat adalah yang paling efektif dalam
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Methodological quality was assessed using the Critical Appraisal Skills Programme (CASP) checklist. A total of seven eligible studies were included andMethodological quality was assessed using the Critical Appraisal Skills Programme (CASP) checklist. A total of seven eligible studies were included and