SAGITASAGITA

KIRANA : Social Science JournalKIRANA : Social Science Journal

Implementasi E-government merupakan langkah strategis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Salah satu program utama yang mendukung pencapaian tersebut adalah SP4N-LAPOR (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional), sebuah platform digital yang memberikan akses kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan terkait pelayanan publik. Penelitian ini berfokus pada analisis implementasi kebijakan SP4N-LAPOR di Diskominfo Provinsi Sulawesi Tenggara, menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III berdasarkan empat indikator penilaian Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi untuk mengidentifikasi keefektifan pelaksanaanya serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan signifikan dalam implementasi kebijakan ini. Dari aspek komunikasi, minimnya sosialisasi menyebabkan kurangnya pemahaman masyarakat dan aparat pemerintah terkait mekanisme penggunaan SP4N-LAPOR. Sumber daya yang terbatas, baik dari segi kualitas sumber daya manusia maupun anggaran, turut menjadi hambatan. Struktur birokrasi yang terfragmentasi dan kurangnya koordinasi antarinstansi memperparah situasi. Selain itu, sikap pelaksana kebijakan atau disposisi yang tidak seragam menunjukkan bahwa beberapa instansi belum memberikan prioritas pada penggunaan platform ini. Kendati demikian, terdapat pula faktor pendukung, seperti regulasi nasional yang mendukung penerapan SP4N-LAPOR, instruksi gubernur, serta ketersediaan sistem digital yang mempermudah pengelolaan laporan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SP4N-laporan yang rendah di Sulawesi Tenggara masih perlu perbaikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SP4N-LAPOR di Sulawesi Tenggara masih perlu perbaikan.Tingkat penyelesaian laporan yang rendah mengindikasikan perlunya penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan, peningkatan anggaran, serta pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih merata.Sosialisasi kepada masyarakat juga harus ditingkatkan untuk mendorong partisipasi aktif dalam pelaporan pengaduan.Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis terhadap studi implementasi kebijakan E-government tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan pengelolaan pengaduan publik.

Berdasarkan analisis, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai strategi sosialisasi SP4N-LAPOR kepada masyarakat, dengan mempertimbangkan karakteristik demografis dan tingkat literasi digital yang berbeda di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak implementasi SP4N-LAPOR terhadap peningkatan akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik, dengan mengukur indikator-indikator seperti waktu penyelesaian pengaduan, kualitas respons, dan tingkat kepuasan masyarakat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi SP4N-LAPOR dengan sistem informasi lain yang relevan, seperti sistem manajemen aset atau sistem keuangan, untuk menciptakan ekosistem pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan efisien. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi SP4N-LAPOR dan memberikan rekomendasi yang lebih terarah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Tenggara.

  1. Analysis of the Implementation of SP4N-LAPOR Policy as a Form of Public Service Reporting Mechanism at... ejournal.sagita.or.id/index.php/kirana/article/view/281Analysis of the Implementation of SP4N LAPOR Policy as a Form of Public Service Reporting Mechanism at ejournal sagita index php kirana article view 281
Read online
File size234.23 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test