UIGMUIGM

Journal Of Plano StudiesJournal Of Plano Studies

Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah berdampak pada jumlah fasilitas sosial, terutama fasilitas kesehatan. Apabila tidak diimbangi dengan perencanaan pembangunan yang matang, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan pelayanan kesehatan, diperlukan analisis terhadap jangkauan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan yang ada di wilayah studi kasus, yaitu Kecamatan Kalianda, Kecamatan Penengahan, dan Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik network analysis untuk melihat jangkauan fasilitas kesehatan berdasarkan standar minimal pelayanan fasilitas kesehatan SNI 03-1733-2004 (radius pelayanan maksimum 3.000 meter) dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 (radius pelayanan 5.000 meter untuk rumah sakit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakit belum sepenuhnya terjangkau oleh masyarakat, dengan presentase 58% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas di Kecamatan Kalianda, 75% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan rumah sakit di Kecamatan Kalianda, 46% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas di Kecamatan Penengahan, dan 36% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas di Kecamatan Bakauheni.

Berdasarkan pengolahan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa presentase penduduk yang terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakit adalah 58% di Kecamatan Kalianda, 75% di Kecamatan Kalianda, 46% di Kecamatan Penengahan, dan 36% di Kecamatan Bakauheni.Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat penduduk yang belum terlayani oleh fasilitas kesehatan.Metode network analysis menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan metode buffer, karena mampu memvisualisasikan jangkauan fasilitas kesehatan secara akurat pada jaringan jalan.Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam memprioritaskan alokasi pembangunan fasilitas kesehatan baru dan membantu pemerintah daerah merancang rencana tata ruang dan pembangunan berbasis kebutuhan di lapangan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, serta saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang ada, seperti kualitas pelayanan, ketersediaan obat-obatan, dan waktu tunggu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis spasial terhadap distribusi penyakit dan kebutuhan kesehatan masyarakat di setiap kecamatan, sehingga dapat menjadi dasar dalam penentuan lokasi fasilitas kesehatan yang strategis. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, misalnya melalui pengembangan aplikasi mobile untuk memudahkan masyarakat mencari informasi tentang fasilitas kesehatan terdekat dan membuat janji temu dengan dokter.

Read online
File size1.13 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test