UNESAUNESA

PublikaPublika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam aspek penatausahaan keuangan daerah, khususnya di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui pemanfaatan sistem informasi terintegrasi. Secara teoritis, penelitian ini menggunakan teori efektivitas sistem informasi yang dikemukakan oleh Lubis et al. (2025) yang menilai efektivitas sistem melalui beberapa indikator, yaitu kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna, kemudahan penggunaan dan antarmuka (user interface), kecepatan proses input dan pengolahan data, tingkat transparansi, kemampuan sistem menguji keakuratan data, serta kendala teknis dan koordinasi antarbagian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknis pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pegawai yang terlibat dalam pengelolaan SIPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIPD pada BPKAD Kota Surabaya secara umum telah berjalan efektif dalam mendukung ketepatan pencatatan transaksi, percepatan proses penatausahaan, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain kendala teknis sistem, beban jaringan, ketergantungan pada pusat, perbedaan kompetensi pengguna, serta koordinasi antarbidang yang belum optimal.

Penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) di BPKAD Kota Surabaya telah cukup efektif namun belum optimal dalam mendukung penatausahaan keuangan daerah.SIPD telah meningkatkan transparansi, memberikan antarmuka yang mudah digunakan, dan mempercepat proses administrasi keuangan.Namun, masih terdapat kendala terkait kestabilan sistem, kemampuan validasi data secara otomatis, dan ketergantungan pada server pusat yang menghambat kelancaran operasional.

Pertama, perlu dikaji sejauh mana implementasi fitur validasi otomatis dan notifikasi kesalahan dapat mengurangi ketergantungan pada pengecekan manual dan meminimalkan risiko kesalahan input data oleh pengguna. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang kemungkinan pengembangan helpdesk teknis tingkat daerah yang mampu menangani kendala sistem secara cepat sebelum mengajukan ke server pusat, guna memperpendek rantai penyelesaian masalah teknis. Ketiga, perlu dieksplorasi potensi integrasi SIPD dengan sistem internal daerah seperti sistem kepegawaian dan perbankan daerah, untuk menilai bagaimana integrasi tersebut dapat menciptakan alur kerja penatausahaan yang lebih terhubung, efisien, dan bebas hambatan dalam proses pelaporan dan pencairan dana. Penelitian-penelitian tersebut dapat mengisi celah strategis dalam penguatan sistem tata kelola keuangan daerah berbasis digital yang tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga benar-benar mendukung kinerja operasional secara nyata. Kombinasi antara peningkatan kapabilitas teknis sistem, penguatan koordinasi lokal, dan integrasi lintas sistem dapat menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem informasi pemerintah daerah yang andal, responsif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, arah penelitian lanjutan sebaiknya tidak hanya berfokus pada evaluasi sistem secara umum, tetapi juga merancang solusi teknis dan organisasional yang terukur. Studi tentang efektivitas pelatihan digital berbasis kebutuhan spesifik pengguna juga penting untuk memastikan sumber daya manusia mampu memanfaatkan sistem secara optimal. Upaya ini akan mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien dalam era transformasi digital.

Read online
File size411.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test