UVAYABJMUVAYABJM
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaPahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis kewenangan Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat dalam membatalkan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, serta mengkaji dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015 terhadap lingkup penelitian mencakup pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah dan hubungan hukum antara pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode analisis kualitatif, berbasis pada studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan dokumen hukum lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum putusan Mahkamah Konstitusi, gubernur memiliki kewenangan administratif untuk membatalkan Perda Kabupaten/Kota. Namun, Mahkamah menyatakan bahwa kewenangan tersebut bertentangan dengan prinsip negara hukum, asas pemisahan kekuasaan, dan supremasi hukum karena hanya lembaga yudikatif, yaitu Mahkamah Agung, yang berwenang membatalkan peraturan daerah. Putusan tersebut menyebabkan perubahan paradigma pengawasan Perda dari model administratif (executive review) menjadi model yudisial (judicial review). Kesimpulannya, Putusan Mahkamah Konstitusi telah mendelegitimasi kewenangan gubernur dalam pembatalan Perda Kabupaten/Kota, memperkuat peran Mahkamah Agung sebagai lembaga penguji norma hukum, dan menegaskan pentingnya pemisahan kekuasaan dalam sistem pemerintahan yang demokratis.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015 secara tegas mencabut kewenangan Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat dalam membatalkan Peraturan Daerah (Perda) secara administratif.Dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai bahwa Perda merupakan produk hukum bersama antara pemerintah daerah dan DPRD yang merupakan perwujudan prinsip otonomi daerah.Oleh karena itu, pembatalan Perda secara sepihak oleh pemerintah pusat melalui mekanisme administratif dipandang bertentangan dengan prinsip negara hukum dan asas pemisahan kekuasaan.Kendati demikian, Putusan MK tidak menghapus seluruh fungsi pengawasan Gubernur terhadap Perda, melainkan hanya membatasi kewenangannya dalam aspek represif.Gubernur tetap menjalankan fungsi pengawasan administratif secara preventif melalui mekanisme konsultatif, seperti pemberian catatan evaluatif, pendampingan teknis, serta fasilitasi penyelarasan substansi Raperda dengan kebijakan nasional.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif efektivitas pengawasan Perda antara sebelum dan sesudah Putusan MK No. 137/PUU-XIII/2015, dengan mempertimbangkan indikator seperti jumlah Perda yang dibatalkan, waktu penyelesaian sengketa, dan kepuasan masyarakat. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi model pengawasan Perda yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, misalnya melalui pembentukan forum konsultasi publik atau mekanisme pelaporan masyarakat terhadap Perda yang dianggap bermasalah. Ketiga, penelitian dapat mengkaji implikasi Putusan MK No. 137/PUU-XIII/2015 terhadap hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta dampaknya terhadap implementasi desentralisasi di Indonesia. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam pengawasan Perda di era desentralisasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
| File size | 256.06 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari 32,2% pada siklus 1 menjadi 82,1% pada siklus 2 yang mencapai ketuntasan belajar. Hal ini menunjukkan bahwaTerjadi peningkatan hasil belajar siswa dari 32,2% pada siklus 1 menjadi 82,1% pada siklus 2 yang mencapai ketuntasan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa
UVAYABJMUVAYABJM Hasil observasi menghasilan data berupa faktok-faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembaruan kurikulum pendidikan diantaranya adalah pemanfaatan teknologi,Hasil observasi menghasilan data berupa faktok-faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembaruan kurikulum pendidikan diantaranya adalah pemanfaatan teknologi,
UVAYABJMUVAYABJM Hal ini menyebabkan banyak guru honorer masih belum merasakan perubahan signifikan dalam kesejahteraan maupun jaminan pekerjaan mereka. Dampak positifHal ini menyebabkan banyak guru honorer masih belum merasakan perubahan signifikan dalam kesejahteraan maupun jaminan pekerjaan mereka. Dampak positif
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Oleh karena itu, Pendidikan Indonesia memerlukan penyesuaian dalam berbagai aspek agar tetap mencapai tujuan nasional Pendidikan. Sebaliknya, KurikulumOleh karena itu, Pendidikan Indonesia memerlukan penyesuaian dalam berbagai aspek agar tetap mencapai tujuan nasional Pendidikan. Sebaliknya, Kurikulum
MAHADEWAMAHADEWA Kesimpulan yang diambil yaitu Melalui Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat teridentifikasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa, indikator berpikirKesimpulan yang diambil yaitu Melalui Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat teridentifikasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa, indikator berpikir
MAHADEWAMAHADEWA Peserta didik yang aktif akan diberikan nilai tambahan selama proses pembelajaran, sehingga mendorong peserta didik yang kurang aktif agar lebih aktifPeserta didik yang aktif akan diberikan nilai tambahan selama proses pembelajaran, sehingga mendorong peserta didik yang kurang aktif agar lebih aktif
MAHADEWAMAHADEWA Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan Spearman rank correlation. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi disposisi matematis terhadap kemampuanData yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan Spearman rank correlation. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi disposisi matematis terhadap kemampuan
MAHADEWAMAHADEWA Terdapat level kinerja (performance) terdiri dari 4 level yang ditetapkan oleh Exemplars. Keempat level tersebut adalah Novice, Apprentice, Practitioner,Terdapat level kinerja (performance) terdiri dari 4 level yang ditetapkan oleh Exemplars. Keempat level tersebut adalah Novice, Apprentice, Practitioner,
Useful /
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Teams Game TournamentIni menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Teams Game Tournament
FISIP UNMULFISIP UNMUL Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengidentifikasi strategi pemasaran yang digunakan oleh Cahaya Samarinda di Desa Wisata Tenun. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengidentifikasi strategi pemasaran yang digunakan oleh Cahaya Samarinda di Desa Wisata Tenun. Penelitian
FISIP UNMULFISIP UNMUL Untuk meningkatkan kepuasan, pemerintah desa harus meningkatkan transparansi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memastikan distribusi program yangUntuk meningkatkan kepuasan, pemerintah desa harus meningkatkan transparansi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memastikan distribusi program yang
FISIP UNMULFISIP UNMUL Artikel ini mengeksplorasi temuan dari program Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) yang telah dialami dengan pembagian kerja untuk mempromosikan tujuanArtikel ini mengeksplorasi temuan dari program Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) yang telah dialami dengan pembagian kerja untuk mempromosikan tujuan