ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU

Ensiklopedia Social ReviewEnsiklopedia Social Review

Pengawasan partisipatif memiliki peranan penting dalam mengawal Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) Untuk menjamin agar penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan asas pemilu, diperlukan adanya pengawasan terhadap proses jalannya pemilu. Dalam konteks pengawasan elektoral terdapat lembaga yang bertanggung-jawab untuk mengawasi proses jalannya demokrasi di Indonesia, yaitu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Bawaslu bekerjasama dengan Dosen Universitas Andalah dalam upaya menyukseskan peran generasi muda dalam pengawasan partisipatif yang melibatkan mahasiswa Universitas Andalas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, berfokus pada seminar yang diadakan untuk mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya peran mereka sebagai stakeholder dalam pengawasan partisipatif pada pemilihan kepala daerah. Signifikan dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peran mereka sebagai pemilih yang aktif dan partisipatif menjelang Pilkada 2024. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan substansial mengenai sistem pemilu dan pentingnya pengawasan partisipatif. Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa dapat memahami konsep dasar pilkada, fungsi pemilih, serta isu-isu aktual terkait pemilu, seperti politik uang dan netralitas ASN, yang tercermin dari perubahan positif dalam pemahaman peserta. Kegiatan ini berperan penting dalam mengoptimalkan posisi mahasiswa sebagai stakeholder dalam pengawasan partisipatif, dengan sesi materi dan diskusi yang memberikan pemahaman lebih dalam tentang peran mereka dan cara-cara konkret untuk berkontribusi. Deklarasi kampus pengawasan menjadi simbol komitmen mahasiswa untuk terlibat lebih aktif dalam pengawasan pemilihan. Kerja sama dengan Bawaslu juga menunjukkan hasil positif, memperkuat kapasitas mahasiswa dan hubungan antara akademisi dan lembaga pengawas pemilu.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas bersama Bawaslu Provinsi Sumatera Barat berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa sebagai pemilih aktif menjelang Pilkada 2024.Melalui pendekatan yang beragam, termasuk ceramah, diskusi, dan kolaborasi dengan Bawaslu, mahasiswa menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang sistem pemilu dan pentingnya pengawasan partisipatif.Kegiatan ini juga memperkuat komitmen mahasiswa untuk berperan aktif dalam proses demokrasi, yang dibuktikan dengan antusiasme peserta selama acara dan deklarasi kampus pengawasan.Meskipun hasilnya positif, masih terdapat kebutuhan untuk melanjutkan program ini dengan kegiatan yang lebih mendalam agar mahasiswa dapat terus mengembangkan keterampilan dan pemahaman mereka.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam pengawasan pemilu, dengan fokus pada pengukuran dampak jangka panjang terhadap perilaku pemilih. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi mahasiswa dalam pengawasan pemilu, seperti tingkat kesadaran politik, akses informasi, dan dukungan sosial. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan partisipatif, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform digital yang memungkinkan mahasiswa untuk melaporkan pelanggaran pemilu secara mudah dan cepat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana meningkatkan peran mahasiswa sebagai stakeholder dalam pengawasan pemilu, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Read online
File size2.39 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test