POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH

NASUWAKES: Jurnal Kesehatan IlmiahNASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah

Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan menempati urutan ketiga setelah keluhan punggung dan leher. Sekitar 8–13% cedera atletik melibatkan sendi bahu, dengan penyebab utama antara lain gangguan rotator cuff, adhesive capsulitis (bahu beku), dan osteoartrosis sendi glenohumeral. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, terutama nyeri pada malam hari, atau berkembang secara bertahap saat pergerakan sendi. Apabila tidak ditangani secara optimal, nyeri bahu dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas fungsional, serta mengganggu produktivitas individu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen dan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini seluruh pasien nyeri bahu di fasilitas pelayanan Kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria insklusi Subjek penelitian wanita dan pria berusia 40-55 tahun. Subjek penelitian nyeri bahu dengan skala nyeri 4-7 dan ekslusi terapi akupuntur dengan kombinasi ultrasound melakukan terapi 4-6 kali. Tingkat nyeri lutut menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) (skala 0-10) sebelum dan sesudah intervensi.

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh terapi kombinasi ultrasound terhadap keluhan pasien nyeri bahu, maka dapat disimpulkan bahwasannya.Terapi akupunktur dikombinasi dengan ultrasound berhasil untuk menurunkan nyeri secara signifikan pada pasien nyeri bahu.Skor nyeri rata-rata sebelum intervensi intervensi 2,43 dengan perbedaan rerata sebesar 4,80 3.Data berdistribusi normal sehingga uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi p = 0.Penurunan nyeri terjadi pada seluruh kelompok jenis kelamin, kelompok usia, dan pasien yang merasakan hasil dari setelah diterapi hingga 4-6 kali.

Berdasarkan hasil penelitian, terapi akupunktur dikombinasikan dengan ultrasound terbukti efektif dalam mengurangi nyeri bahu secara signifikan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 30 peserta dan tidak mencakup berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan sampel yang lebih besar dan beragam, serta mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi medis lainnya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja terapi akupunktur dan ultrasound dalam mengurangi nyeri bahu, serta mengidentifikasi titik-titik akupunktur yang paling efektif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat terapi akupunktur dan ultrasound dalam pengelolaan nyeri bahu, dan membantu mengembangkan strategi pengobatan yang lebih efektif dan terarah.

  1. Prevalence and occupational associations of neck pain in the British population - Sjweh. prevalence occupational... sjweh.fi/show_abstract.php?abstract_id=586Prevalence and occupational associations of neck pain in the British population Sjweh prevalence occupational sjweh fi show abstract php abstract id 586
Read online
File size287.28 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test