STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI

Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media Keperawatan

Kanker payudara adalah jenis kanker dengan prevalensi tertinggi menarik perhatian wanita dunia secara luas dan menimbulkan dampak psikososial jangka panjang, termasuk kecemasan, depresi, insomnia, serta penurunan kualitas hidup. Seiring meningkatnya jumlah penyintas, dibutuhkan intervensi psikologis yang efektif dan mudah diakses. Internet Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) hadir dengan potensi besar sebagai solusi inovatif berbasis teknologi digital. Penelitian ini mengkaji efektivitas ICBT dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara melalui kajian literatur berbasis bukti. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan sistematis. Data diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate dengan rentang publikasi 2020–2025. Seleksi artikel dilakukan menggunakan kerangka PICOS, dengan kriteria inklusi studi eksperimental seperti RCT, quasi-eksperimen, pilot-RCT, dan studi feasibility. Kualitas metodologi dinilai menggunakan instrumen JBI. Hasil dari 249 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil menunjukkan ICBT efektif menurunkan gejala kecemasan, depresi, insomnia, dan distress, serta meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan koping, dan kualitas hidup penyintas kanker payudara. Intervensi berbasis digital terbukti fleksibel, mudah diakses, dan diterima baik oleh pasien. Namun, tingkat efektivitas dapat bervariasi tergantung stadium kanker, jenis terapi medis, serta kondisi psikososial pasien. Kesimpulan yang didapatkan ICBT merupakan intervensi psikososial inovatif yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara. Penerapannya berpotensi besar untuk diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan modern di masa depan, dengan penyesuaian konten sesuai kebutuhan individual pasien.

Literatur menunjukkan bahwa Internet Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) berbasis digital secara signifikan mengurangi gejala kecemasan, depresi, stres, dan gangguan tidur serta meningkatkan kualitas hidup, fungsi kognitif, dan kemampuan koping pada penyintas kanker payudara.Namun, efektivitas ICBT dapat bervariasi tergantung pada stadium kanker, jenis terapi medis, serta kondisi psikososial pasien.Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasi hambatan digital seperti keterbatasan literasi teknologi dan akses internet, serta mengintegrasikan ICBT secara lebih luas ke dalam sistem layanan kesehatan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi apakah efektivitas ICBT berbeda antara penyintas kanker payudara pada stadium awal, stadium lanjutan, dan yang sedang menjalani terapi hormonal, dengan menguji secara terpisah kelompok‑kelompok tersebut dalam uji coba terkontrol acak. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki bagaimana personalisasi konten ICBT berdasarkan tingkat literasi digital, status ekonomi, dan preferensi budaya dapat meningkatkan kepatuhan dan hasil terapeutik, sehingga dapat dilakukan percobaan yang membandingkan modul standar dengan modul yang disesuaikan secara individual. Terakhir, dikembangkan model hibrid yang menggabungkan sesi ICBT daring dengan kunjungan tatap muka atau telekonseling untuk mengatasi keterbatasan akses internet di daerah terpencil, serta menilai dampaknya terhadap kepuasan pasien, tingkat penyelesaian program, dan perbaikan kualitas hidup. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor‑faktor penentu keberhasilan ICBT dan memberikan dasar ilmiah untuk implementasi yang lebih efektif dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia.

Read online
File size277.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test