SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA

IJE : Interdisciplinary Journal of EducationIJE : Interdisciplinary Journal of Education

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas manajemen pembelajaran matematika di Madrasah Tsanawiyah yang terintegrasi dengan Ethnomathematics, mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh guru matematika. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 1 Lombok Timur pada kelas VII, VIII, dan IX menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara alami dengan berbagai teknik, termasuk observasi, wawancara, studi dokumen, dan triangulasi data untuk memastikan validitas, kredibilitas, dan konsistensi data penelitian. Metode yang digunakan melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian meliputi: (1) Guru memiliki pemahaman yang baik tentang kurikulum dan perkembangannya. (2) Guru menunjukkan kompetensi dalam mengelola pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan Ethnomathematics. (3) Ada tantangan dalam mengelola pembelajaran matematika saat dikaitkan dengan Ethnomathematics. Penelitian ini membahas manajemen Pembelajaran Matematika yang Terintegrasi dengan Ethnomathematics di Madrasah Tsanawiyah, dengan fokus pada manajemen pembelajaran, pemahaman guru, dan implementasi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun semua guru memahami kurikulum, hanya 57,14% yang memiliki pemahaman mendalam tentang Ethnomathematics. Meskipun sebagian besar guru menekankan perencanaan pelajaran (85,7%), hanya 28,57% yang menerapkan model pembelajaran berbasis Ethnomathematics. Tantangan utama termasuk pemahaman guru yang terbatas, keterbatasan waktu, dan rendahnya kesiapan siswa. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan ini termasuk metode ceramah dan diskusi, serta integrasi Ethnomathematics dalam pembelajaran. Namun, penerapan Ethnomathematics masih memerlukan perbaikan melalui pelatihan dan dukungan lebih lanjut agar dapat diterapkan secara efektif dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal.

Penelitian di Madrasah Tsanawiyah menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan Ethnomathematics mencakup aspek manajemen pembelajaran, pemahaman Ethnomathematics, dan penerapannya di kelas.Guru di Madrasah Tsanawiyah memiliki pemahaman yang baik tentang kurikulum, dengan semua guru memahami struktur dan pengembangan kurikulum.Namun, dalam hal Ethnomathematics, hanya 57,14% guru yang memiliki pemahaman mendalam, dengan sumber pengetahuan utama mereka berasal dari studi mandiri dan internet.Dalam hal manajemen pembelajaran, sebagian besar guru (85,7%) menekankan perencanaan pelajaran (RPP) sebagai aspek penting.Meskipun semua guru berusaha menerapkan metode inovatif, tidak semua mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran.Penerapan Ethnomathematics dalam mengajar masih terbatas, dengan hanya 28,57% guru yang menggunakan model pembelajaran inovatif berbasis Ethnomathematics.Beberapa tantangan menghambat implementasinya, termasuk pemahaman guru yang terbatas, keterbatasan waktu, dan rendahnya kesiapan siswa.Tantangan utama dalam penerapan Ethnomathematics termasuk pemahaman guru yang kurang, kesiapan siswa, dan fokus penilaian yang lebih mengutamakan aspek kognitif.Upaya untuk mengatasi tantangan ini termasuk penggunaan metode ceramah dan diskusi (28,57%) serta integrasi Ethnomathematics ke dalam pelajaran (28,57%).Secara keseluruhan, implementasi Ethnomathematics masih memerlukan perbaikan, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan guru.Pelatihan dan dukungan lebih lanjut diperlukan untuk mengintegrasikan pendekatan ini secara efektif ke dalam pembelajaran sambil melestarikan budaya lokal.Kesimpulannya, implementasi Ethnomathematics menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam pemahaman dan penerapan guru.Pelatihan tambahan sangat penting untuk memastikan pendekatan ini meningkatkan pembelajaran dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal.

Untuk meningkatkan implementasi Ethnomathematics dalam pembelajaran matematika di Madrasah Tsanawiyah, beberapa rekomendasi kunci diusulkan. Pertama, program pelatihan dan workshop reguler harus diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang Ethnomathematics, bersama dengan akses ke sumber daya dan praktik terbaik yang relevan. Kurikulum juga harus mengintegrasikan Ethnomathematics untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang relevan secara budaya, didukung oleh pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal. Selain itu, strategi pengajaran inovatif, seperti pendekatan berbasis penyelidikan dan pemecahan masalah, harus didorong untuk membantu siswa menghubungkan konsep matematika dengan konteks budaya kehidupan nyata. Metode penilaian perlu ditingkatkan dengan menyeimbangkan evaluasi berbasis kognitif dengan penilaian yang mengukur kemampuan siswa untuk menerapkan konsep matematika dalam pengaturan budaya. Selain itu, upaya harus dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan dan kesiapan siswa melalui kegiatan yang interaktif dan relevan secara budaya sambil memberikan dukungan tambahan bagi mereka yang memiliki pengetahuan awal yang lebih rendah. Dukungan institusional dan kebijakan juga penting, termasuk kolaborasi dengan komunitas lokal dan ahli budaya untuk memperkuat integrasi Ethnomathematics dalam pendidikan. Dengan menerapkan rekomendasi ini, pembelajaran matematika dapat menjadi lebih bermakna dan menarik, akhirnya meningkatkan hasil siswa sambil melestarikan warisan budaya lokal.

  1. Analysis of Mathematics Learning Management at Madrasah Tsanawiyah Integrated with Ethnomathematics |... skillerindonesia.id/index.php/ije/article/view/196Analysis of Mathematics Learning Management at Madrasah Tsanawiyah Integrated with Ethnomathematics skillerindonesia index php ije article view 196
Read online
File size228.45 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test