PELITABANGSAPELITABANGSA

DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASARDIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Penelitian ini bertujuan merefleksikan kualitas Rencana Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A pada sekolah dasar dalam kerangka pembelajaran bermakna pada Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif reflektif dengan menganalisis satu dokumen Rencana Pembelajaran (RPM) menggunakan instrumen APKG 1. Analisis difokuskan pada empat aspek: keselarasan, kerangka pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Hasil menunjukkan bahwa RPM memperoleh skor keseluruhan 81% dengan kategori sangat baik. Langkah pembelajaran sudah mencerminkan prinsip pembelajaran bermakna memahami, mengaplikasi, dan merefleksi namun indikator asesmen belum operasional dan diferensiasi belum tergambar kuat. Pemanfaatan media digital dan kegiatan reflektif sudah ada tetapi belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya refleksi terhadap dokumen perencanaan untuk memperkuat keselarasan pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila serta mewujudkan pembelajaran yang berkesadaran, menggembirakan, dan kontekstual di kelas awal.

Berdasarkan analisis terhadap Rencana Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A, diperoleh bahwa kualitas umum perencanaan pembelajaran tergolong sangat baik dengan skor 81%, menunjukkan pemahaman guru terhadap prinsip pembelajaran bermakna Kurikulum Merdeka.Langkah pembelajaran menjadi komponen terkuat (87%) karena mampu memfasilitasi tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi melalui aktivitas yang meningkatkan keterlibatan siswa.Namun, keselarasan tujuan dan asesmen masih perlu diperkuat, terutama dalam merumuskan indikator capaian yang operasional serta asesmen formatif yang benar-benar mencerminkan tujuan pembelajaran dan Profil Pelajar Pancasila.Aspek diferensiasi dan kemitraan dengan orang tua belum tergarap optimal, sementara penggunaan media digital sudah baik tetapi belum diarahkan untuk mendorong refleksi dan keterampilan berpikir kritis siswa.

1) Menyelidiki bagaimana guru dapat merumuskan indikator capaian yang operasional untuk setiap tujuan pembelajaran dalam bahasa Indonesia di kelas I–II, sehingga asesmen formatif dapat langsung mengukur kompetensi komunikatif dan reflektif sesuai Profil Pelajar Pancasila. 2) Mengkaji strategi diferensiasi berbasis teknologi digital yang terintegrasi dengan media interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan menyesuaikan kebutuhan individu siswa di fase awal. 3) Menerapkan kerangka kerja kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak lain (misalnya guru spesifik atau profesional) untuk membangun kemitraan yang efektif, dengan memfokuskan aktivitas pengawasan dan umpan balik di luar kelas agar sekolah dapat memanfaatkan dukungan keluarga dalam memperkuat pembelajaran bermakna.

  1. Improving The Quality of Education in Indonesia: Challenges and Opportunities | International Journal... doi.org/10.64421/ijels.v1i3.17Improving The Quality of Education in Indonesia Challenges and Opportunities International Journal doi 10 64421 ijels v1i3 17
  2. Fostering Law-Abiding Citizenship through Web-Based Civic Education during Online Learning: A Qualitative... journal.intelektivaglobal.com/index.php/IJELS/article/view/32Fostering Law Abiding Citizenship through Web Based Civic Education during Online Learning A Qualitative journal intelektivaglobal index php IJELS article view 32
  3. Impact of Culturally Relevant Phonics Instruction on Early Literacy Acquisition among Grade 1 Learners... journal.intelektivaglobal.com/index.php/IJELS/article/view/25Impact of Culturally Relevant Phonics Instruction on Early Literacy Acquisition among Grade 1 Learners journal intelektivaglobal index php IJELS article view 25
  4. Telaah Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar | Jurnal Ilmiah Insan Mulia. telaah... doi.org/10.59923/jiim.v2i1.416Telaah Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Jurnal Ilmiah Insan Mulia telaah doi 10 59923 jiim v2i1 416
Read online
File size185.8 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test