STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaAL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaKemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21, namun masih tergolong rendah akibat dominasi pembelajaran yang berorientasi pada prosedur rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Model Pembelajaran Pengajuan dan Pemecahan Masalah (JUCAMA) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap artikel jurnal nasional relevan yang terbit dalam sebelas tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model JUCAMA secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis pada berbagai jenjang pendidikan, yang ditunjukkan melalui berkembangnya indikator kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi dalam menyelesaikan maupun mengajukan masalah matematis. Selain itu, efektivitas model semakin optimal apabila didukung oleh perangkat dan media pembelajaran yang sesuai. Dengan demikian, JUCAMA dapat dijadikan alternatif model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika.
Model Pembelajaran Pengajuan dan Pemecahan Masalah (JUCAMA) efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di berbagai jenjang pendidikan.Penerapan JUCAMA mendorong siswa aktif mengajukan dan memecahkan masalah, sehingga berkembang kemampuan berpikir divergen, fleksibel, orisinal, dan elaboratif.Efektivitas JUCAMA didukung oleh penggunaan perangkat dan media pembelajaran yang sesuai, membuatnya relevan sebagai alternatif pembelajaran matematika inovatif berorientasi pengembangan kreativitas.
Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi apakah JUCAMA tetap efektif bila diterapkan di tingkat pendidikan lanjutan, khususnya matematika terapan, dengan menambah variabel motivasi belajar sebagai moderator. Selain itu, studi eksperimen kuasi yang membandingkan JUCAMA dengan model pembelajaran berbasis teknologi digital akan memberikan wawasan tentang integrasi media modern dalam menstimulasi kreativitas. Terakhir, pengembangan model JUCAMA berekspresi melalui praktik kolaboratif antar siswa di lingkungan daring dapat diuji untuk menilai dampaknya terhadap pemahaman konseptual dan daya kreatif, sehingga menambah dimensi inovatif dalam pembelajaran matematika.
| File size | 388.28 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pengetahuan awal siswa merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan belajar, terutama pada mata pelajaran Sejarah Budaya Islam (SPI) yang membutuhkanPengetahuan awal siswa merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan belajar, terutama pada mata pelajaran Sejarah Budaya Islam (SPI) yang membutuhkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif deskriptif dengan melakukan sintesis terhadap literatur dari basis data Sinta dan ScopusMetode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif deskriptif dengan melakukan sintesis terhadap literatur dari basis data Sinta dan Scopus
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kebutuhan santri terhadap pengakuan pendidikan formal dengan dominasi pembelajaran keagamaanPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kebutuhan santri terhadap pengakuan pendidikan formal dengan dominasi pembelajaran keagamaan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengonstruksi adab dimulai dari perencanaan instruksional yang secara eksplisit mengintegrasikan nilaiHasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengonstruksi adab dimulai dari perencanaan instruksional yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Informasi didapatkan melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen, sementara keabsahan data diuji dengan metode triangulasi berdasarkan sumber,Informasi didapatkan melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen, sementara keabsahan data diuji dengan metode triangulasi berdasarkan sumber,
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap model pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan kemampuan mahara kitabah di MAN 1Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap model pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan kemampuan mahara kitabah di MAN 1
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Telkom Akses Denpasar masih menerapkan model kepemimpinan transaksional dan belum optimal dalam menerapkan model kepemimpinan transformasional terhadapTelkom Akses Denpasar masih menerapkan model kepemimpinan transaksional dan belum optimal dalam menerapkan model kepemimpinan transformasional terhadap
RAHARJARAHARJA Penggunaan realitas tertambah dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan. Penelitian ini bertujuanPenggunaan realitas tertambah dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan. Penelitian ini bertujuan
Useful /
USUUSU Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa media memiliki sifat panoptikon, di mana media akan selalu memantau perilaku individu dalam masyarakat. PadaDari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa media memiliki sifat panoptikon, di mana media akan selalu memantau perilaku individu dalam masyarakat. Pada
USUUSU Analisis dilakukan menggunakan Teori Komunikasi Interpersonal (Devito, 2019) untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi yang terjadi dalam kegiatan storytelling.Analisis dilakukan menggunakan Teori Komunikasi Interpersonal (Devito, 2019) untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi yang terjadi dalam kegiatan storytelling.
USUUSU Hubungan dengan anak cenderung semakin erat, dan secara spiritual, informan merasa lebih dekat dengan Tuhan. Secara psikologis, sebagian besar informanHubungan dengan anak cenderung semakin erat, dan secara spiritual, informan merasa lebih dekat dengan Tuhan. Secara psikologis, sebagian besar informan
USUUSU Studi ini juga menemukan bahwa dukungan kelembagaan, termasuk fasilitasi guru dan kolaborasi dengan organisasi eksternal, meningkatkan efektivitas intervensiStudi ini juga menemukan bahwa dukungan kelembagaan, termasuk fasilitasi guru dan kolaborasi dengan organisasi eksternal, meningkatkan efektivitas intervensi