UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi pondok pesantren di kabupaten Katingan, Pulang Pisau dan Kapuas dilihat dari sejarah berdirinya, jumlah santri dan tenaga pengajar, ketersediaan sarana prasarana dan proses pembelajarannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 20 pimpinan/pengelola Pondok Pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30% pondok pesantren masih menggunakan konsep salaf dan 70% sudah menggunakan konsep modern kombinasi. Beberapa pondok pesantren menghadapi kendala seperti kurangnya asrama permanen, akses jalan yang belum memadai, kesejahteraan pendidik, dan kekurangan tenaga ahli Alquran. Rekomendasi penelitian ini adalah Kemenag Kabupaten Katingan, Pulang Pisau dan Kapuas untuk meningkatkan monitoring dan evaluasi serta memberikan bantuan pembangunan, dan lembaga pendidikan untuk menjadikan pondok pesantren sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pondok pesantren di tiga kabupaten tersebut berjalan dengan tata kelola yang baik.Namun, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia.Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai strategi peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di pondok pesantren, mengingat permasalahan ini cukup signifikan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal dan global, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman yang kuat. Terakhir, penting untuk meneliti efektivitas program pengabdian masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi dalam membantu pondok pesantren mengatasi berbagai tantangan, seperti pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini dapat dilakukan dengan pendekatan studi kasus mendalam pada beberapa pondok pesantren yang telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan rekomendasi kebijakan yang relevan. Dengan demikian, pondok pesantren dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan dan pengembangan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.

Read online
File size245.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test